Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Dalil Nomenklatur, SAHABAT Jilid I Abaikan Kematian Ribuan Babi Milik Warga Belu

Dalil Nomenklatur, SAHABAT Jilid I Abaikan Kematian Ribuan Babi Milik Warga Belu

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 23 Nov 2020
  • visibility 134
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Pemerintahan Kabupaten Belu di bawah pimpinan SAHABAT Jilid I, Wilibrodus Lay – JT. Ose Luan menorehkan rasa kecewa bagi para peternak babi di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/11/22/jika-paket-sehati-menang-pelayanan-di-pemda-belu-satu-garis-lurus/

Berdalil ketiadaan nomenklatur (penamaan yang dipakai dalam bidang tertentu), Bupati Belu Wili Lay tidak bisa meladeni keluhan peternak babi terkait wabah penyakit babi hingga mengakibatkan ribuan babi mati di Belu beberapa waktu lalu. “Waktu bupati Wili Lay kunjungan kerja di sini, banyak orang sibuk omong tentang Corona. Saya bilang, mungkin bapak lupa dengan virus babi. Kami sudah data sekitar 6.000–an ekor di luar yang tidak didata. Bagaimana sikap pemerintah dengan kami punya babi yang mati? Tapi, beliau jawab apa? Kami mau bantu tapi tidak ada nomenklatur”, demikian curahan hati Yeremias, warga Silawan kepada paket SEHATI saat berkampanye, pada Sabtu, 21 November 2020.

Paket SEHATI disambut meriah oleh ratusan pendukung di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, pada Sabtu 21 November 2020

Menanggapi keluhan tersebut, Calon Bupati Belu Agustinus Taolin dari paket SEHATI, memberikan apresiasi. “Pak Yerem ini orang hebat. Dia usaha sendiri, pelihara sendiri dan jual sendiri. Orang – orang seperti ini, sebenarnya dapat penghargaan dari pemerintah. Saya apresiasi kepada bapak, mama dan orang muda yang tetap berusaha meski di tengah pandemi Covid,” ungkapnya.

“Nah, di sini pemerintah harus hadir. Rakyat tidak ada urusan! Kau mau nomenklaturkah, mau buat apakah? Rakyat tahu saja ada pelayanan. Termasuk juga kesehatan GRATIS ini. Nomenklaturnya ada atau tidak? Jangan sampai sudah bikin, baru bilang nomenklaturnya tidak ada,” tandasnya.

Ahli penyakit dalam itu menguraikan, bahwa nomenklatur itu menjadi tugas pemerintah. Berpikir tentang anggarannya berapa miliar, duduk bicara dengan DPR untuk segera ditetapkan. Jangan, bikin program kesehatan GRATIS tapi nomenklaturnya tidak ada. Nomenklatur tidak ada, pos anggarannya tidak mungkin ada. Program apa pun, mesti ada nomenklaturnya.

“Nomenklatur itu dikasih nama, sehingga ketika masyarakat kesusahan, kita bisa masukkan ke pos anggaran yang tersedia. Nama, misalnya, Bantuan Dinas Sosial untuk Wabah Penyakit Hewan,” jelas Agus Taolin.(*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tertibkan Pariwisata Bali; Gubernur Rangkul Pelaku & Pakar Pariwisata

    Tertibkan Pariwisata Bali; Gubernur Rangkul Pelaku & Pakar Pariwisata

    • calendar_month Ming, 18 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, gardaindonesia.id | I Wayan Koster Gubernur Bali, menggelar coffee morning bersama tokoh pariwisata terkait strategi promosi Pariwisata Bali, (Sabtu,17/11/18). Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati juga terlihat hadir dalam acara itu. Hadir pula Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Pakar Pemasaran yang juga masuk dalam tim ahli gubernur, Hermawan Kartajaya serta Asosiasi Pariwisata […]

  • Luhut Jengkel Dikaitkan dengan PT Toba Pulp Lestari Penyebab Banjir Sumatra

    Luhut Jengkel Dikaitkan dengan PT Toba Pulp Lestari Penyebab Banjir Sumatra

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Loading

    Luhut juga menyebut perusahaan tersebut merusak kawasan hutan di sekitarnya. Ia menegaskan saham yang dimilikinya berada di PT Toba Sejahtera atau PT TBS Energi Utama Tbk, bukan di PT Toba Pulp Lestari.   Jakarta | Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan mengaku jengkel dengan tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan PT Toba Pulp Lestari. Luhut […]

  • Banten, Provinsi Paling Tidak Bahagia di Indonesia

    Banten, Provinsi Paling Tidak Bahagia di Indonesia

    • calendar_month Ming, 26 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Loading

    Banten merupakan provinsi di Indonesia yang terletak pada bagian paling barat Pulau Jawa dengan ibu kota di Kota Serang. Sebelum terjadi pemekaran daerah, provinsi ini sebelumnya pernah menjadi bagian dari wilayah Jawa Barat yang kemudian resmi dimekarkan pada tanggal 4 Oktober 2000. Wilayah Banten terletak di antara 5º7’50”-7º1’11” Lintang Selatan dan 105º1’11”-106º7’12” Bujur Timur, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2000 luas wilayah Banten adalah 9.160,70 km². Provinsi […]

  • Konversi Motor BBM ke Listrik, Dapat Rp7 Juta Bantuan Pemerintah

    Konversi Motor BBM ke Listrik, Dapat Rp7 Juta Bantuan Pemerintah

    • calendar_month Sen, 19 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Indonesia saat ini berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan menuju rendah karbon dan ketahanan iklim secara bertahap dengan target transisi mencapai target pengurangan emisi sebesar 31.89% pada tahun 2030 atau 43.2% dengan dukungan internasional serta Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat. Sektor transportasi masih menjadi pengguna energi terbesar (42%) […]

  • Jam Masuk Sekolah Pukul 5 Pagi di NTT Bersifat Uji Coba

    Jam Masuk Sekolah Pukul 5 Pagi di NTT Bersifat Uji Coba

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Polemik wacana jam belajar siswa SMA/SMK dimulai pada pukul 05.00 WITA, diklarifikasi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi dalam sesi jumpa media pada Selasa siang, 28 Februari 2023 di lantai 1 kantor Gubernur NTT. Disampaikan Linus Lusi telah melakukan langkah kongkret dari arahan Gubernur NTT bahwa mutu […]

  • Surati Menteri Hukum, IMO-Indonesia Usul Poin Revisi UU Pers

    Surati Menteri Hukum, IMO-Indonesia Usul Poin Revisi UU Pers

    • calendar_month Kam, 20 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Loading

    IMO Indonesia memandang kehadiran media siber/online yang jumlahnya begitu banyak, namun berdasarkan pengalaman anggota media selama setengah dekade belakangan terjadi banyak dinamika yang tidak menguntungkan.   Jakarta | Wacana revisi Undang-Undang Pers No. 40 tahun 1999 kembali mengemuka usai Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas baru-baru ini menggulirkan wacana tersebut. Menyambut wacana hangat tersebut, […]

expand_less