Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Berdayakan Perempuan Entas Kemiskinan & Stunting dengan Usaha Ayam KUB

Berdayakan Perempuan Entas Kemiskinan & Stunting dengan Usaha Ayam KUB

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 9 Agu 2021
  • visibility 136
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat kunjungan ke lokasi peternakan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (Ayam KUB) AFRO (Advocacy and Research of Rural Farming Development) Farm yang dikelola Mardianus Epafroditus Ili, S.P. pada Minggu siang, 8 Agustus 2021.

Kunjungan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Viktor Manek di lokasi peternakan Ayam KUB yang berlokasi di Desa Baumata Timur, Taebenu Kabupaten Kupang yang menyuplai kebutuhan ayam untuk masyarakat di wilayah Kota Kupang, dan beberapa kabupaten lainnya; guna melihat secara langsung lokasi peternakan ayam kampung yang menghasilkan telur, daging, dan daging olahan.

Kepada Garda Indonesia, I Nyoman Ariawan Atmaja membeberkan, dengan pola usaha Ayam KUB AFRO Farm dapat dikembangkan untuk mengentaskan kemiskinan. “Polanya bagaimana memberdayakan perempuan-perempuan di kampung (mama-mama kita) dapat memelihara Ayam KUB untuk menghasilkan telur sebagai sumber makanan dalam rangka pengentasan kemiskinan dan stunting,” ujarnya seraya mengungkapkan bahwa pemilik AFRO Farm lulusan BI Young Entrepreneur School.

Selain itu, imbuh I Nyoman Ariawan Atmaja, Usaha Ayam KUB dapat dijadikan program kemandirian ekonomi. “Jadi bagi lembaga berupa Keuskupan, Sinode, Parisada, MUI, Pesantren, yayasan lain dapat melakukan program bagi umatnya masing-masing. Dengan modal kerja rendah, apalagi menggunakan bahan sederhana dari bambu, maka tak mahal dengan kisaran modal 22—25 juta bagi pengembangan biakan anak Ayam KUB,” urainya.

Tetapi, lanjut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, untuk program  mengentaskan stunting dan kemiskinan dapat mengambil Usaha Ayam KUB skala kecil berupa 2 (dua) kandang kecil dengan kisaran modal 8—10 juta rupiah setiap kepala keluarga. “Tadi saya hitung misalnya harga kandang 2 juta dan ayam KUB terus ayam KUB 8 juta, maka setiap KK dapat berproduksi dan menghasilkan 10 (sepuluh) telur per hari untuk kebutuhan protein bagi keluarga selama kurun waktu 5 bulan hingga 2 tahun,” beber I Nyoman Ariawan Atmaja.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja (tengah berbaju putih bertopi) saat melihat kandang pengembang biakan Ayam KUB

Sementara, tandas I Nyoman Ariawan Atmaja, untuk program kemandirian ekonomi dapat menggunakan kisaran modal 50—100 juta. “Dapat menggunakan kandang pembesaran dengan modal pembesaran DOC (Day Old Chicken) Ayam KUB berjumlah 1.000 ekor beserta pakan,” ujarnya.

Pengelola AFRO Farm Ayam KUB, Mardianus Epafroditus Ili, mengatakan bahwa permintaan Ayam Kampung di Kota Kupang per bulan mencapai di atas 500 ekor, dan pihaknya belum sanggup memenuhi permintaan pasar sehingga sangat diperlukan lebih banyak lagi peternak-peternak ayam kampung yang lain untuk memenuhi permintaan pasar.

Ayam Kampung, ungkap Making sapaan akrabnya, mengubah hidup, bahkan di negara berkembang, beternak ayam adalah pekerjaan perempuan atau ibu-ibu yang secara telaten dan tekun memelihara ayam guna pemenuhan konsumsi rumah tangga dan sisanya dijual ke pasar. “Pakan ternak di AFRO Farm Ayam KUB menggunakan pakan yang dicampur dengan jagung dan menggunakan minuman “Jamu” dari bahan herbal yang terbuat dari berbagai pohon daun pepaya, sere, dan lain-lain guna menyehatkan Ayam Kampung,” terang Alumni Fakultas Peternakan Undana Kupang.

Adapun harga per kilogram Ayam KUB 75 ribu rupiah. Sementara harga telur Ayam KUB Rp.150.000,- (seratus lima puluh ribu) per tray ‘rak’, atau per butir 5.000 rupiah.
“Harga pokok produksi (HPP) dari 1 ekor ayam kampung itu 55.000 rupiah, namun tergantung lagi dari harga pakan saat ini apalagi di masa pandemi, namun paling rendah HPP di angka 45.000 rupiah, dari total 3.000 Ayam KUB yang diternakkan AFRO Farm,” tandas Making.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmi Dibuka, Lomba Cerdas Cermat Kimia Ke-IX Se-NTT Tuai Pujian

    Resmi Dibuka, Lomba Cerdas Cermat Kimia Ke-IX Se-NTT Tuai Pujian

    • calendar_month Sen, 16 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ikatan Mahasiswa Pendidikan Kimia (IMASPIKA) menghelat Lomba Cerdas Cermat Kimia (CCK) Ke-IX Se-NTT yang resmi dibuka pada Senin, 16 September 2019 bertempat di Aula Rektorat Lama Undana Kupang. Kegiatan CCK yang dibuka langsung oleh Wakil Dekan (Wadek) III Bidang Kemahasiswaan FKIP Undana, Melkisedek Taneo, menuai banyak apresiasi. Apresiasi tersebut disampaikan secara […]

  • Pemprov NTT Siapkan Dana Rp.60 Miliar dan Insentif Tenaga Medis Covid-19

    Pemprov NTT Siapkan Dana Rp.60 Miliar dan Insentif Tenaga Medis Covid-19

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Provinsi NTT menyiapkan anggaran sebesar Rp.60 Miliar untuk penanganan wabah virus corona. Hal tersebut diungkapkan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat melakukan jumpa pers usai melakukan Teleconference dengan Presiden Jokowi di Kantor Gubernur Sasando, pada Selasa, 24 Maret 2020. “Kita siapkan 60 miliar untuk penanganan corona ini. Tadi saya […]

  • Tarif Cukai Rokok Naik Bertahap Pada Tahun 2023—2024

    Tarif Cukai Rokok Naik Bertahap Pada Tahun 2023—2024

    • calendar_month Ming, 6 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor, Garda Indonesia | Pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) untuk rokok sebesar 10 persen pada tahun 2023 dan 2024. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa kenaikan tarif CHT pada golongan sigaret kretek mesin (SKM), sigaret putih mesin (SPM), dan sigaret kretek tangan (SKT) akan berbeda sesuai dengan golongannya. “Rata-rata 10 persen, […]

  • Bersikap Tak Acuh,Kepala SMAN Kie Tuai Protes dari Guru,Komite & Dewan Pendiri

    Bersikap Tak Acuh,Kepala SMAN Kie Tuai Protes dari Guru,Komite & Dewan Pendiri

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Kie-T.T.S, Garda Indonesia | Ketidakadilan terjadi di SMAN Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Hal itu terjadi karena sikap Kepala Sekolah Yaner Benu, S.Pd. yang selalu mengambil kebijakan secara sepihak tanpa melalui pertimbangan yang matang, yang menyebabkan pengunduran diri dari tugas tambahan yang diemban oleh 3 orang guru. Selain itu, kekecewaan juga disampaikan oleh Dewan […]

  • Gubernur Viktor: ‘Yang Pimpin BUMDes Harus Punya Jiwa Bisnis!’

    Gubernur Viktor: ‘Yang Pimpin BUMDes Harus Punya Jiwa Bisnis!’

    • calendar_month Sab, 6 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Saya punya keyakinan dengan 100 BUMDes saja yang hebat di tahun 2019 di mana masing-masing punya produk unggulan, tentu akan menjadi fondasi yang kuat dalam mendorong pembangunan perekonomian desa di NTT. Orang-orang yang pimpin BUMDes haruslah mereka yang punya jiwa bisnis,” jelas Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dalam arahannya saat Rapat Koordinasi […]

  • Transformasi Digital Pendidikan, Siapa Yang Amat Siap?

    Transformasi Digital Pendidikan, Siapa Yang Amat Siap?

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle Athaya Shabihah
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Athaya Shabihah, Statistisi Ahli Pertama BPS Provinsi NTT Pendidikan yang berkualitas tentu dimulai dari tenaga kependidikan yang berkualitas. Tenaga kependidikan tidak hanya mencakup guru sebagai pengajar, tetapi juga semua pekerja di sektor pendidikan termasuk tenaga manajerial, tenaga administrasi, tenaga teknis, dan banyak lagi. Ketika kualitas tenaga kependidikan terjaga, maka output sistem pendidikan pun […]

expand_less