Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Rakyat di Antara Menteri Waras dan Tidak

Rakyat di Antara Menteri Waras dan Tidak

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 5 Feb 2024
  • visibility 208
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Raya Hanggawangsa

Warganet ramai-ramai menyoroti ekspresi Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mendampingi Menteri Ekonomi Airlangga Hartarto saat mengumumkan pembagian bantuan langsung tunai (BLT).

Saya memang bukan pakar ekspresi dan mimik, tapi secara umum saja ada gurat penuh malu sekaligus tidak suka di sana.

Mengapa demikian? Bukan, bukan soal tidak suka membagikan bansos ke rakyat. Tapi mereka si elite penguasa termasuk menteri di sebelah Sri Mulyani itu, sedang berusaha menanamkan pemahaman bahwa bansos berasal dari Pak Jokowi. Ya bukan hanya Airlangga tapi juga ada Zulkifli Hasan, keduanya adalah partai dari koalisi paslon 02 yang mengusung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Secara terang-terangan mereka menancapkan pengertian bahwa bansos itu dari Jokowi, jadi rakyat harus berterima kasih dengannya. Karena anak Jokowi yakni Gibran maju sebagai kontestan pilpres, maka wujud terima kasih dengan memilih Gibran untuk melanjutkan Jokowi. Begitu yang menggaung di telinga rakyat, dan berusaha ditancapkan pada ingatan mereka oleh dua menteri sekaligus ketua umum partai di koalisi 02 itu.

Bukan hanya soal tujuan agar rakyat memilih Gibran, tapi tujuan Airlangga dan Zulhas tadi juga bisa pada menutupi aib sang presiden yang akhir-akhir ini nampak bukan Jokowi yang dulu. Termasuk soal anaknya yang menjadi cawapres dengan jalur pelanggaran etik dari putusan Mahkamah Konstitusi, sampai pada ambyarnya netralitas yang kerap digaungkan karena panik.

Dari bansos menteri perdagangan dan menteri ekonomi tadi menanamkan ingatan soal Jokowi yang merakyat dan kebaikan sang presiden. Betul dia adalah presiden merakyat, sebelum menghalalkan segala cara untuk melimpahkan kekuasaan yang dia pegang saat ini kepada anaknya. Sekarang sang presiden berubah 180 derajat, bukan lagi merakyat tapi meminta imbalan rakyat.

Kekuasaan membuatnya lupa daratan hingga menjadikannya gila jabatan. Mempolitisasi bansos merupakan salah satu jalur untuk tetap mendapat simpati rakyat demi mendongkrak suara anaknya dalam kontestasi pilpres. Hal itu tidak boleh terjadi berlarut-larut. Rakyat tidak boleh diracuni dengan pemahaman tang salah bahwa bansos berasal dari Jokowi, melainkan dari negara.

Sri Mulyani dalam kesempatannya berbicara di hadapan publik, memaparkan uraian tentang bansos yang berasal dari uang negara. Di mana uang negara itu juga masuk dalam APBN dan sering disebut sebagai uang kita, milik rakyat dengan penggunaannya untuk rakyat. Bukan milik presiden, bukan pula dana kampanye anaknya. Masih banyak menteri Jokowi yang waras dan tidak mau ikut-ikutan gila kekuasaan. Termasuk Mahfud yang meluruskan soal bansos adalah kewajiban negara dan merupakan hak rakyat yang membutuhkan.

Demi mendapatkan keleluasaan dalam membagi bansos, Jokowi turun tangan langsung mengurusnya bersama Bulog dan badan pangan tanpa Menteri Sosial Risma. Padahal sebelumnya dalam pembagian bantuan, Risma tidak pernah absen dalam mendampingi bapaknya Gibran itu. Memang semua sudah di-setting begitu, hanya menteri yang satu suara dengannya saja yang dilibatkan.

Mahfud MD tidak mungkin karena dia cawapres Ganjar Pranowo. Risma tidak mungkin karena dia menentang kenaikan bansos, bahkan tidak menyanggupi pembagian bansos yang over dosis ini. Sri Mulyani terpaksa dan harus dilibatkan karena dia jantungnya perekonomian negara, yang membiayai bansos demi kepentingannya menaikkan suara sang anak.

Parah bukan, jika dikupas satu persatu, jawabannya akan ketemu siapa saja yang masih waras dan turut gila jabatan dengan meninggalkan integritas dan netralitas.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Politeknik Negeri Kupang Bantu & Edukasi Sistem Siram Otomatis Hemat Energi Lahan Pertanian ke Petani Fatuleu

    Politeknik Negeri Kupang Bantu & Edukasi Sistem Siram Otomatis Hemat Energi Lahan Pertanian ke Petani Fatuleu

    • calendar_month Sab, 20 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Desa Tolnaku di Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkesempatan memperoleh  Program Produk Teknologi yang Didiseminasikan ke Masyarakat (PTDM) dari Politeknik Negeri Kupang. Desa Tolnaku memiliki luas 17 Km2 dan berjarak 13.3 Km dari ibu kota kecamatan, merupakan desa berupa hamparan dengan kemiringan sedang dan memiliki ketinggian 343 […]

  • PLN NTT Punya 35 SPKLU Siap Sukseskan Mudik Lebaran 2025

    PLN NTT Punya 35 SPKLU Siap Sukseskan Mudik Lebaran 2025

    • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    SPKLU yang berfungsi optimal diharapkan dapat memfasilitasi mobilitas dengan kendaraan listrik masyarakat selama Idulfitri, termasuk akses ke tempat ibadah dan kegiatan sosial lainnya. PLN berkomitmen terus meningkatkan layanan dan infrastruktur kendaraan listrik demi masa depan yang lebih berkelanjutan.   Kupang | Menyemarakkan bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1446H, PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur […]

  • Liburan Iduladha di Jogja, Jokowi Sapa Pengunjung Malioboro

    Liburan Iduladha di Jogja, Jokowi Sapa Pengunjung Malioboro

    • calendar_month Sab, 1 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Jogjakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menikmati momen libur Iduladha 1444 Hijriah dengan berkunjung ke salah satu tempat wisata di Yogyakarta yakni Jalan Malioboro pada Kamis malam, 29 Juni 2023. Presiden Jokowi tampil santai dengan mengenakan kaus lengan panjang berwarna hijau. Jarum jam menunjukkan sembilan menit menuju pukul sembilan malam saat Presiden Jokowi melangkahkan […]

  • Pengurus PGRI Cabang Kolbano TTS Terbentuk, Ini Komposisi Pengurus

    Pengurus PGRI Cabang Kolbano TTS Terbentuk, Ini Komposisi Pengurus

    • calendar_month Jum, 25 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Badan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (BP PGRI) Cabang Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah dibentuk melalui konferensi cabang (Konfercab) PGRI di  SMA Negeri Banat pada Rabu, 23 Februari 2022. Ketua panitia, Dra. Putri Babys, melaporkan, bahwa dasar pelaksanaan konferensi PGRI Cabang Kecamatan Kolbano […]

  • ‘Last Time’ Perseftim Jadi Berlaga di ETMC XXXII Rote Ndao

    ‘Last Time’ Perseftim Jadi Berlaga di ETMC XXXII Rote Ndao

    • calendar_month Rab, 9 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Ba’a, Garda Indonesia | Persatuan Sepakbola Flores Timur (Perseftim Flores Timur) yang sebelumnya batal berlaga pada turnamen Liga 3 El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXII Rote Ndao Tahun 2023, kini bernafas lega. Berkat atensi dari Anggota DPR RI Komisi XI, Ahmad Yohan yang menjadi dewa penyelamat bagi tim kebanggaan masyarakat Flores Timur. Sebelumnya, Asprov PSSI […]

  • Perempuan dalam Problematik

    Perempuan dalam Problematik

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Perempuan dalam Problematik Oleh Yufengki Bria Tubuhmu merupakan bagian terlarang yang sepatutnya dilindungi Namun engkau selalu di jelma dengan berbagai rayuan hingga kesucian itu egkau relakan demi memuaskan hasrat laki-laki Tenagamu dikuras habis-habisan di sebuah industri besar, bahkan juga dalam urusan domestik Waktu belajar dan perjuanganmu sangat sekali dibatasi oleh sistem yang selalu mengharuskan engkau […]

expand_less