Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » ‘Indoor Farming’, Apakah Tepat Untuk Dipraktekkan di Indonesia?

‘Indoor Farming’, Apakah Tepat Untuk Dipraktekkan di Indonesia?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 30 Sep 2019
  • visibility 222
  • comment 0 komentar

Loading

Penulis : Raka Andika Cahyo Putra

Jakarta, Garda Indonesia | Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah di seluruh wilayah negeri. Namun sayangnya, kita sebagai warga Indonesia masih banyak yang menggunakan hasil impor.

Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan dalam pengolahan sumber daya alam serta kurangnya sumber daya manusia yang kompeten. Dengan sumber daya alam yang melimpah, masyarakat Indonesia seharusnya dapat memanfaatkan potensi tersebut sebagai ladang ekonomi yang menjanjikan.

Namun, hingga saat ini masyarakat Indonesia hanya bergantung dari sektor pertanian yang cenderung konvensional.

Ya, salah satu permasalahan yang belum teratasi sampai saat ini adalah pertanian di Indonesia. Pertanian merupakan sektor yang sangat krusial saat ini. Bahkan, Indonesia dijuluki sebagai negara agraris dimana sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Akan tetapi, masih banyak orang yang menganggap bahwa petani itu identik dengan lahan yang kotor dan berlumpur sehingga petani dianggap sebagai profesi yang tidak potensial dan menguntungkan.

Oleh sebab itu, masih banyak sifat apatis terhadap pertanian di Indonesia. Padahal jika tanpa petani, dari mana masyarakat bisa mendapatkan bahan makanan dan bertahan hidup?

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi salah satu dari tiga sektor teratas dalam hal kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2019 dengan kontribusi sebesar 12,65%, lalu ada sektor industri dengan kontribusi sebesar 20,07%, serta sektor perdagangan 12,20%.

Untuk komoditas padi saja, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat produksi padi 2014 mencapai 70,8 ton gabah kering giling (GKG). Angka tersebut terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2015 meningkat menjadi 75,4 ton, 2016 (79,35 ton) 2017 (81,14 ton), dan pada 2018 naik lagi menjadi 83,04 ton GKG.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, pertanian di Indonesia banyak menemui kendala contohnya dalam hal modal, lahan yang sulit, serta masih memakai teknologi konvensional yang menyebabkan lamanya jangka waktu pengolahan dan hasil yang kurang memadai.

Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan dari pemerintah untuk dapat segera mengatasi permasalahan yang terjadi diantaranya dengan memberikan penyuluhan yang intensif terhadap petani-petani di Indonesia.

Cara lain untuk dapat mengatasi pertanian di Indonesia adalah dengan menciptakan “Pertanian Modern”. Pertanian modern merupakan teknologi atau inovasi di bidang pertanian yang lebih maju dari segi mesin, pengendalian hama penyakit hingga panen dan pasca panen. Hal yang membedakan pertanian modern dengan pertanian konvensional adalah perlakuan dan cara perawatan dalam proses budidayanya.

Pertanian modern ini bukan lagi yang dimaksudkan dengan petani yang mempunyai sawah dan lahan yang berlumpur, melainkan menjadi petani masa kini yang mempunyai teknologi baru dan penciptaan hasil pertanian dalam bentuk baru. Menjadi petani modern tidak harus dilakukan dalam kelompok yang besar melainkan dapat dilakukan secara individual.

Indoor farming merupakan salah satu bentuk pertanian modern secara vertikal yang dapat dilakukan pengusaha di Indonesia. Cara yang dapat dilakukan dalam upaya indoor farming adalah tanaman hidroponik (di atas air), aquaponic (di atas kolam ikan), serta aeroponic (di udara).

Indoor farming dapat dilakukan di dalam ruangan dan juga di luar ruangan tanpa harus menggunakan lahan yang luas dan berlumpur. Indoor farming menggunakan teknik controlled-environment agricultural (CEA), yakni mulai dari suhu, kelembaban, dan cahaya harus dikontrol dengan ketat.

Perubahan iklim serta hujan terus menerus bukanlah suatu ancaman yang akan mempengaruhi indoor farming, sehingga tidak akan ada gagal panen. Produk yang dihasilkan indoor farming tidak kalah dengan pertanian biasa, namun di Indonesia belum banyak yang menjadi industri besar meski sudah banyak yang mencoba indoor farm.

Teknik indoor farming ini banyak memiliki keunggulan antara lain dapat meningkatkan produktivitas, menghasilkan sumber makanan yang sehat dan bebas hama, bahkan dapat mengurangi biaya dalam hal transportasi dan bahan bakar.

Selain itu, dengan semakin terbatasnya lahan di Indonesia, petani tidak perlu lagi khawatir karena indoor farming bisa dilakukan di berbagai tempat misalnya di gedung yang tinggi, di atap rumah, di basement, truk kontainer, dan masih banyak lagi. Namun disamping keunggulan yang dimiliki, indoor farming juga memiliki beberapa kelemahan yaitu biaya untuk menjalankan sistem ini sangatlah mahal karena menggunakan teknologi yang canggih, software, dan hardware.

Untuk perawatannya pun dibutuhkan kontrol tingkat tinggi, serta teknik ini juga dianggap menghasilkan CO2 yang lebih banyak dibandingkan dengan pertanian sawah sehingga masih memunculkan perdebatan antara pihak yang pro dan kontra. (*)

(*/Penulis merupakan Mahasiswa Politeknik Statistika STIS Jakarta)
Editor (+rony banase) Foto : Istimewa

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • DVI Polri Identifikasi 90 Persen Korban Gempa Cianjur

    DVI Polri Identifikasi 90 Persen Korban Gempa Cianjur

    • calendar_month Sel, 22 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berhasil mengidentifikasi 90 persen korban bencana gempa Cianjur, Jawa Barat. Kini, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri masih berupaya mengidentifikasi korban meninggal dunia lainnya. “Laporan dari Pak Kapusdokes (Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan), untuk tim DVI, korban-korban yang dirujuk ke rumah sakit bisa saya katakan 90 persen dapat […]

  • Investasi Emas versus Reksadana, Lebih Untung Mana?

    Investasi Emas versus Reksadana, Lebih Untung Mana?

    • calendar_month Rab, 20 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Emas dan Reksadana merupakan dua jenis instrumen yang memiliki risiko rendah untuk investasi, dan dengan return yang menarik. Jika Anda berinvestasi di keduanya pasti tahu mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, bagi yang baru mulai investasi tentu akan bertanya mana yang lebih untung jika investasi emas vs reksadana? Di era yang semakin hari semakin maju […]

  • Siap Hadapi Bencana, PLN dan BPBD Belu Kolaborasi Simulasi

    Siap Hadapi Bencana, PLN dan BPBD Belu Kolaborasi Simulasi

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Simulasi dimulai dengan skenario terjadinya gempa bumi saat jam kerja, di mana seluruh peserta segera melakukan evakuasi mandiri ke titik kumpul yang telah ditentukan.   Atambua | Guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi potensi bencana alam, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pusat Listrik (PLN ULPL) Atambua bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) […]

  • Hari Santri, Presiden Jokowi: “NKRI adalah Rumah Kita Sendiri“

    Hari Santri, Presiden Jokowi: “NKRI adalah Rumah Kita Sendiri“

    • calendar_month Sen, 22 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Bandung,gardaindonesia.id | Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, peringatan Hari Santri pada tanggal 22 Oktober yang ditetapkannya 3 (tiga) tahun lalu merupakan penghormatan dan rasa terima kasih Negara kepada para alim ulama, para kiai, para habaib, para ajengan, para santri, dan seluruh komponen bangsa yang mengikuti teladan para alim ulama, para habaib, para ajengan, para kiai. […]

  • Gerakan Nasional Laut Bersih, Lantamal VII & Masyarakat Bersih Pantai

    Gerakan Nasional Laut Bersih, Lantamal VII & Masyarakat Bersih Pantai

    • calendar_month Rab, 7 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Indonesia mempunyai teritorial laut seluas 5,8 juta km2 atau 3/4 luas keseluruhan wilayah Indonesia termasuk di dalamnya 17.466 pulau dengan garis pesisir sejauh 95.200 km yang merupakan terpanjang kedua di dunia setelah negara Kanada. Kenyataan ini yang menjadikan Indonesia sebagai negara kelautan. Dari kondisi tersebut, laut mempunyai fungsi ekonomi strategis untuk […]

  • HUT Ke-78 RI, 18 Tokoh Indonesia Terima Tanda Kehormatan

    HUT Ke-78 RI, 18 Tokoh Indonesia Terima Tanda Kehormatan

    • calendar_month Rab, 16 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pada momentum peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia Adipradana, Bintang Mahaputera, Bintang Jasa, dan Bintang Budaya Parama Dharma. Acara penganugerahan tanda kehormatan tersebut dihelat di Istana Negara pada Senin, 14 Agustus 2023. Presiden Jokowi menganugerahkan tanda kehormatan tersebut kepada […]

expand_less