Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » ‘Kartini Zaman Now’ di Tengah Pandemik Corona

‘Kartini Zaman Now’ di Tengah Pandemik Corona

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 21 Apr 2020
  • visibility 159
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh Helmy Tukan

Kartini muda belia meninggal di usia muda, namun karya-karyanya menginspirasi kaum wanita maupun kaum pria di seantero jagad. Ada beberapa karyanya yang selalu kupegang hingga kini, yang selalu membuatku semangat dalam menjalani hidup sebagai ibu rumah tangga dan wanita karier.

Tahun ini, kita merayakan hari Kartini dalam suasana yang berbeda dan mungkin sangatlah berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kita yang kini mengalami masa di mana muncul wabah virus Corona yang semakin menggerogoti seisi warga dunia. Tak ada kegiatan peringatan hari Kartini di luar rumah, tak ada nyanyian Kartini di sekolah-sekolah, tak terdengar pula puisi-puisi Kartini yang dibawakan oleh siswa-siswi ku di tempat mengajarku di SD Inpres Waibalun, ya.. semua ini karena Corona.

Hari ini, 141 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 21 April 1879, Raden Ajeng Kartini lahir di Rembang, Jawa Tengah. Hari lahirnya diperingati sebagai Hari Kartini.

Selamat Ulang tahun, Ibu Kartini.

Sosok pejuang sejati yang memperjuangkan nasib kaum wanita seluruh Indonesia. Beliau berasal dari turunan ningrat, seorang wanita cerdas namun mempunyai nasib kurang beruntung. Di usia 12 tahun, Kartini terpaksa dikurung dan dijodohkan oleh sang ayah dan harus menikah dengan pria yang lebih tua darinya. Selama masa kurungan, Kartini banyak menulis dan karyanya selalu dikenang sepanjang masa.

Kita pada masa ini, tak boleh mengalah dengan keadaan, tak boleh menyerah dalam situasi yang sesulit apapun persoalan hidup kita. Sebagai wanita masa kini yang memiliki berbagai peran di segala bidang kehidupan, patut kita berterima kasih pada Ibu Kartini atas segala jasanya memperjuangkan hak kaum wanita Indonesia.

Banyak peran yang dilakonkan oleh kaum wanita sebagai ibu rumah tangga, petani, penjual sayur, guru, pegawai, polisi, anggota DPR, menteri bahkan presiden. Sebagai wanita, kita patut berbangga akan hal ini, karena telah mengambil bagian dalam pembangunan, istilah kerennya disebut emansipasi wanita.

Aku bangga padamu, hai Ibu Kartini . Ini kuucapkan dalam hati setelah aku tersadar telah berada di kantor Dinas PKO Kabupaten Flores Timur. Kutemui banyak kaumku yang menyapa para pegawai yang melintasi lorong-lorong kantor ini. Teringat dalam tas ada tersimpan beberapa lembar masker kain kiriman dari Kupang, dari seorang Kartini Zaman Now, Kaka An Kolin, seorang wanita cerdas, politisi sejati dan pejuang suara kaum terpinggirkan dan juga tentunya pejuang hak-hak perempuan dan anak.

Aku mendapat kiriman masker tadi pagi, dan langsung kubagikan kepada teman-teman kerja juga beberapa pedagang yang aku temui di pasar.

Kartini muda belia, jasamu tak kulupakan, meski kini kami pun dalam kurungan, terisolasi dan menjalani social distancing karena pandemik covid 19, namun kami tetap dan selalu menjadi Kartini sejati; menjalankan peran ganda sebagai istri dan sebagai wanita karier; menjalani tugas rumah tangga, melayani suami dan anak-anak termasuk rutinitas kami sebagai pencari nafkah membantu suami, sebagai guru, dosen, penjual ikan, pedagang, petani, penjual kue.

Ibu Penjual Ikan, Kartini di tengah Pamdemik Corona

Itulah kami, sesama kaummu yang telah merdeka menjalani berbagai profesi seturut bakat dan kemampuan kami. Kini, kami di rumah saja merayakan harimu bersama keluarga tercinta meski sunyi, tapi kami bahagia.

Kartini mudaku, biarlah kutulis lagi kutipan cerita inspirasimu bagi kaummu. Bahwa, hidup cuma sekali jangan disia-siakan:

Penyebab utama kejatuhan kita adalah diri kita sendiri. sikap kita sendiri yang membuat kita jatuh, jadi jangan salahkan orang lain.

Jangan mengeluh; Jangan suka mengeluh akan setiap kepahitan hidup.hadapi dengan senyum karena itu adalah cara Tuhan menguji imanku;

Teruslah bermimpi, Teruslah bermimpi dan raihlah citamu;

Berani mengambil keputusan dan menghadapi segala rintangan hidup,

Menjadi wanita cerdas dengan belajar tekun di rumah maupun di sekolah bahkan di mana dan kapan pun itu, Menghadapi kesulitan dengan tabah karena akan datang kebahagiaan sempurna;

Jangan menyerah, Jika ingin maju jangan menyerah, jangan biarkan penyesalan datang karena selangkah lagi kamu akan menang;

Harus mandiri, ”Adakah yang lebih hina daripada bergantung pada orang lain?”

Kehidupan akan berubah, Tiada awan di langit yang tetap selamanya, tiada mungkin akan terus menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita akan lahir pagi yang membawa keindahan. Itulah kehidupan manusia yang serupa dengan alam;

Angan-angan yang sempurna, Karena ada bunga yang mati, maka banyaklah buah yang tumbuh, karena ada angan-angan muda mati, kadang muncullah angan -angan lain yang lebih sempurna.

Terima Kasih Ibu Kartini, terima kasih Ibu An Kolin atas donasi masker bagi kami warga kota Larantuka. Mari kita bersama menjadi Kartini-Kartini Zaman Now, yang semakin tangguh menghadapi hidup yang penuh tantangan ini. Semoga. (*)

*/Penulis merupakan pegiat literasi dan pendidik di SD Inpres Waibalun Flores Timur

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nikita Mirzani Divonis 4 Tahun Penjara, Ia Tersenyum Lega

    Nikita Mirzani Divonis 4 Tahun Penjara, Ia Tersenyum Lega

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Loading

    Pihak Kejaksaan sebelumnya menuntut hukuman 6 tahun penjara terhadap Nikita Mirzani, namun majelis hakim memutuskan untuk menjatuhkan vonis 4 tahun penjara.   Jakarta | Artis Nikita Mirzani dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dalam kasus pemerasan terhadap pasangan Reza Gladys. Putusan tersebut dibacakan oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Serang pada Selasa, 28 Oktober 2025 Majelis […]

  • IDI Sikka Peduli, Sadarkan Warga Sikka dengan Gerakan Masker Cegah Covid-19

    IDI Sikka Peduli, Sadarkan Warga Sikka dengan Gerakan Masker Cegah Covid-19

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Maumere-NTT, Garda Indonesia | Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sikka melalui Gerakan Masker Cegah Covid-19 berupaya untuk menyadarkan warga Kota Maumere terutama di 4 (empat) kecamatan yakni Kecamatan Nita, Magepanda, Mego, Paga, dan Kecamatan Talibura tentang pentingnya menggunakan masker untuk mencegah penyebaran virus corona. Data per Kamis, 28 Mei 2020, jumlah kasus Positif Covid-19 di […]

  • Natal di Dusun Kimbana, Romo Roni Fenat: Natal Itu Ungkapan Sukacita

    Natal di Dusun Kimbana, Romo Roni Fenat: Natal Itu Ungkapan Sukacita

    • calendar_month Jum, 25 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia| Perayaan Natal di Kapela St. Yoseph, yang terletak di sebuah dusun kecil di Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), berlangsung indah, marak dan meriah sembari menaati protokol  kesehatan Covid–19 dengan  jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan. Malam Natal yang dirayakan pada Kamis, 24 Desember […]

  • Seorang Pria di Jepang Jadi Sorotan Buka Layanan Donasi Sperma

    Seorang Pria di Jepang Jadi Sorotan Buka Layanan Donasi Sperma

    • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Loading

    Namun ternyata mayoritas justru pasangan sesama jenis perempuan, disusul perempuan lajang yang ingin punya anak tanpa menikah.   Osaka | Belakangan ini, seorang pria berusia 38 tahun dari Jepang yang dikenal dengan nama Samaran Hajime mengegerkan publik usai ia menawarkan layanan donasi sperma dengan cara yang tak biasa seperti berhubungan seks langsung dengan kliennya. Selain […]

  • Jubir Satgas Pencegahan Covid-19 NTT: Warga Sakit Sebaiknya Jangan Pulang

    Jubir Satgas Pencegahan Covid-19 NTT: Warga Sakit Sebaiknya Jangan Pulang

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si saat tampil di acara bincang pagi bersama Radio Suara Timor Kupang meminta, agar warga masyarakat NTT yang masih sakit; yang kini berada di daerah terpapar […]

  • Kota Kupang Jadi Tuan Rumah FIM Supermoto Putaran Ketiga Oktober 2018

    Kota Kupang Jadi Tuan Rumah FIM Supermoto Putaran Ketiga Oktober 2018

    • calendar_month Rab, 1 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, gardaindonesia.id, 1 Agustus 2018 – Kejuaraan FIM Asia SuperMoto 2018 akan menjadikan Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tuan rumah pelaksanaan putaran ketiga kejuaraan tersebut pada bulan Oktober 2018 ini. Sebagai kota pelabuhan dan kota terbesar di Timor Barat, Kota Kupang untuk pertama kalinya akan menjadi tuan rumah Kejuaraan […]

expand_less