Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Apakah PDI Perjuangan Pecah?

Apakah PDI Perjuangan Pecah?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 25 Mei 2021
  • visibility 90
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Josef Herman Wenas

Apakah PDI Perjuangan sedang pecah? Saya pastikan tidak. Apakah PDIP akan pecah? Insting saya meyakini tidak akan. Sewaktu Taufik Kiemas (TK) masih hidup, sudah jadi rahasia umum ada yang disebut faksi TK dan faksi Mega di internal PDIP. Itu bukan perpecahan internal, itu dinamika internal. Sebab, at the end, ketika Ketua Umum memutuskan, semua kader ikut.

Kalau perpecahan, itu seperti Eros Djarot yang keluar dari PDIP mendirikan Partai Nasional Benteng Kemerdekaan (PNBK). Seperti Dimyati Hartono, keluar mendirikan Partai Indonesia Tanah Air Kita (PITA), atau Laksamana Sukardi yang mendirikan Partai Demokrasi Pembaruan (PDP).

Dinamika internal itu seperti di Pilkada DKI 2012. TK maunya dukung Fauzi Bowo untuk masa jabatan kedua, dan berkoalisi dengan Partai Demokrat. Tetapi Mega melihat lain, dan mencalonkan Jokowi-Ahok. Sebagai Ketua Umum, Mega tidak patuh pada suaminya. Dia lalu kontak Prabowo Subianto yang kemudian sepakat untuk berkoalisi di Jakarta. The rest is history, Megawati terbukti benar.

Faktanya, ketika Ketua Umum sudah memutuskan, TK pun ikut dan mendukung sepenuhnya. Sebaliknya Megawati pun menuruti nasihat TK di awal 2013 (sebelum berpulang) untuk tidak lagi mencalonkan diri di Pilpres 2014, dan memberikan kesempatan kepada kader-kader muda tampil.

TK belajar dari Pikada DKI 2012, bahwa zaman sudah

****

TK meninggal di bulan Juni 2013, tetapi legacy dinamika internal ini berjalan terus. Mana ada partai besar tanpa dinamika internal? SBY-AHY baru saja mengalaminya. Pengalaman Gokar jangan ditanya. PKB, PPP, PAN, sama saja.

Sejak TK pergi, legacy dinamika internal ini terbagi di antara Puan Maharani dan Prananda Prabowo, dengan Megawati sebagai “godmotherwho’s standing above all.

Puan Maharani itu gaya berpolitiknya seperti Megawati, sekalipun anak kandung TK. Sedangkan Prananda Prabowo yang anak tiri TK, justru mengikuti gaya berpolitik TK yang dibalik layar.

Sebagai politisi, Puan Maharani berkembang di panggung teritorial. Sudah sejak 2009, dia selalu menang di Dapil Jateng V (Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali), di mana ada Wali Kota Jokowi saat itu, untuk duduk di DPR RI.

Perolehan suara Puan selalu di atas BPP. Di 2014, BPP Jateng V untuk DPR RI itu 250 ribu, kinerja Puan jauh di atas BPP, sebanyak 369 ribu suara. Di 2019, Puan adalah Caleg DPR RI dengan suara terbanyak se-Indonesia, dengan perolehan 400 ribu suara.

Prananda Prabowo sebaliknya di belakang layar, sebagai Kepala “Situation Room and Analysis” DPP PDIP, itu gampangnya adalah fungsi intelijen yang cair ke mana-mana. Jokowi sendiri menilai Prananda begini: “Potensinya besar. Cara pengorganisasiannya detail. Orangnya memang tak menonjol, tetapi dekat dengan siapa pun.”

Adalah Prananda yang menjadi konseptor pidato Megawati pada Kongres III PDI Perjuangan tahun 2010 yang dipuji secara luas itu, dia mengutip Bhagawad Gita, “karmanye vadhikaraste ma phaleshu kada chana.” Dia ingin menekankan militansi kader untuk “kerjakan seluruh kewajibanmu dengan sungguh-sungguh tanpa menghitung untung-rugi.”

Memang ciri khas PDIP adalah kader-kader mereka yang loyal dengan komando tegak lurus ke atas. Prananda itu “the brains behind” sang Ketua Umum.

****

Ganjar Pranowo itu anak didik TK, gaya politiknya pun TK banget, bergaul ke mana-mana lintas partai.

Embargo terhadap Ganjar yang dilakukan oleh Bambang Wuryanto di Semarang kemarin itu (at the behest of Puan Maharani tentunya), jelas menunjukkan tidak suka “pergaulan ke mana-mana” yang dilakukan oleh Ganjar ini.

Sikap tidak suka itu terkait Pilpres di 2024. Manuver Ganjar terkesan prematur, mendahului keputusan partai. Sedangkan proyeksi mendudukkan Puan ke RI-2 adalah pilihan realistis saat ini, mengingat berbagai survei sejauh ini belum ada yang mengindikasikan kader PDIP bisa “eligible” untuk posisi RI-1.

Ganjar memang yang tertinggi di berbagai survei, tetapi kenyataannya masih di belasan persen. Jauh dari cukup.

Itu sebabnya ada hipotesa Gerindra-PDIP, konkretnya Prabowo-Puan, walaupun masa 3 tahun ke depan dinamika politik di Indonesia masih harus membuktikan kebenarannya. Maka, manuver Ganjar yang tujuannya adalah RI-1 dipandang bisa merusak proses pengujian hipotesa ini.

Coba Anda cek Instagram dengan kata kunci “Ganjar Pranowo”, dan bandingkan dengan kata kunci “Anies Baswedan.” Akun-akun yang intinya mau mengantar ke posisi RI-1 mereka berdua hampir sama banyaknya.

Namun, otak Prananda nampaknya meyakini kalau “ajimat” Bung Karno yang percaya kombinasi “Nasionalis-Islam” masih relevan di 2024 nanti. Dia pasti memantau betul bagaimana kuatnya “Kampanye Arab” di balik reaksi publik Indonesia dalam isu Palestina akhir-akhir ini. Dan “Kampanye Arab” ini juga yang terbukti merusak Pilkada DKI 2017, Pilpres 2014, dan Pilpres 2019.

Selain itu, PDIP juga tidak bisa bersandar pada satu hipotesa saja. Perlu ada “contingency hypotheses.”

Apalagi sifat survei itu selalu kontemporer, tidak pernah permanen. Oleh karena itu, perlu repetisi untuk melihat konsistensi hasilnya, dan— ini penting diingat— bila dilakukan sedekat mungkin dengan momentumnya (ie. pemilihan umum), maka survei terkait juga semakin mendekati kenyataan. Jadi, perlu waktu!

Pelajaran dari Ahok di Pilkada DKI, dari Jokowi di dua Pilpres lalu, bahkan dari Ganjar sendiri di Pilkada Jateng 2018, adalah fakta bahwa para responden survei itu volatile sifatnya, bahkan bisa melakukan “ghosting.” Masih ingat kan, dalam dua minggu terakhir manuver Sudirman-Ida ternyata mampu merebut 41% suara dari yang awalnya hanya di rentang 14%–18% saja?

Perlu diingat, bagi PDIP tahun 2024 itu bukan saja soal Pilpres. Pada tahun itu juga akan ada pergantian Ketua Umum. Saat itu usia Megawati sudah mencapai 77 tahun.

****

Saya memperkirakan Megawati akan merestui Joko Widodo menggantikan dirinya sebagai Ketua Umum, untuk mendongkrak elektabilitas PDIP di 2024 nanti.

Maka kedua faksi itu, serta para pendukungnya, perlu menyesuaikan permainan mereka.

Yogyakarta, 24 Mei 2021

Foto utama oleh pinterpolitik.com

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tokoh Adat Lunggar Manggarai Dukung Transisi Energi PLTP Ulumbu

    Tokoh Adat Lunggar Manggarai Dukung Transisi Energi PLTP Ulumbu

    • calendar_month Sab, 25 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Ruteng, Garda Indonesia | Rencana pembangunan PLTP Ulumbu (2×20 MW) mendapat dukungan dari salah satu tokoh adat masyarakat desa Lungar, kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai. Dukungan tersebut disampaikan saat PLN melaksanakan proses pekerjaan survei topografi akses road yang memiliki panjang 17 kilometer dimulai dari desa Ponggeok. Akses road ini merupakan satu kesatuan dari keseluruhan proses pembangunan […]

  • Tim Pemburu Koruptor Segera Terbentuk, Mahfud MD: Cantelannya ke Inpres

    Tim Pemburu Koruptor Segera Terbentuk, Mahfud MD: Cantelannya ke Inpres

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Proses pengaktifan tim pemburu koruptor terus berlanjut. Hal ini ditegaskan Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi sejumlah pertanyaan tentang tindak lanjut wacana akan diaktifkannya kembali tim pemburu koruptor tersebut. “Cantelannya itu adalah Inpres, maka sekarang Inpres tentang tim pemburu aset, pemburu tersangka, terpidana koruptor dan tindak pidana lain, sudah ada ditangan Kemenko […]

  • Ekspor Sabun 150 Kontainer, Eddy Ganefo : Berdayakan Pengusaha Kecil

    Ekspor Sabun 150 Kontainer, Eddy Ganefo : Berdayakan Pengusaha Kecil

    • calendar_month Ming, 16 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia kembali menunjukkan komitmen mendorong usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui ekspor sabun sebanyak 150 kontainer ke 6 (enam) negara tujuan. Kegiatan pelepasan ekspor sabun tersebut dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok, pada Sabtu pagi, 15 Januari 2022, disaksikan langsung oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil […]

  • Plt. Kadis Peternakan NTT drh. Artati Pinta Peternak Tanam Pakan

    Plt. Kadis Peternakan NTT drh. Artati Pinta Peternak Tanam Pakan

    • calendar_month Sel, 17 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Plt. Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), drh. Artati Loasana meminta kepada kelompok peternak sapi untuk menanam pakan sebelum mulai beternak. Demikian dikatakannya ketika mengunjungi Lokasi Ranch (Peternakan) Sonis Laloran mewakili Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat, di Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, pada Senin, 16 November 2020. “Bantuan […]

  • Ahok Tolak Jadi Calon Gubernur NTT, Ini Alasannya

    Ahok Tolak Jadi Calon Gubernur NTT, Ini Alasannya

    • calendar_month Sel, 13 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ahok atau Basuki Tjahaya Purnama (BTP) dalam sesi temu wicara yang dihelat di halaman Kantor DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Selasa, 13 Agustus 2019 pukul 17:00 WITA; menolak dicalonkan sebagai gubernur Provinsi NTT. Penolakan Ahok tersebut disampaikannya saat menjawab salah satu permintaan yang dirangkai dalam pertanyaan yang diajukan oleh […]

  • Warga Hina Palestina di Medsos, Polri : Jika Bikin Kegaduhan Ditangkap

    Warga Hina Palestina di Medsos, Polri : Jika Bikin Kegaduhan Ditangkap

    • calendar_month Kam, 20 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ramai beredar penghinaan terhadap Palestina oleh pengguna media sosial di Indonesia. Polri memperingatkan para kreator tidak membuat konten yang sifatnya adu domba. “Kalau yang sifatnya bisa mengadu domba bahkan menciptakan suasana yang bisa menjadikan kegaduhan, itu bisa saja Direktorat Siber melakukan penangkapan,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, […]

expand_less