Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Bertahan Demi Kesehatan Keuangan Negara atau Mundur Demi Kesehatan Mental?

Bertahan Demi Kesehatan Keuangan Negara atau Mundur Demi Kesehatan Mental?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 2 Feb 2024
  • visibility 65
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Jhon Sitorus

Mengurus anggaran sebesar Rp3.325 triliun tentu bukan perkara mudah. Nasib negara satu tahun ini ada di tangan Sri Mulyani, Menteri Keuangan RI.

Bagi Bu Sri, ini tentu bukan persoalan yang sulit-sulit amat. Pengalaman lebih dari 1 dekade sebagai Menteri Keuangan dan di World Bank tak perlu ditanyakan lagi.

Berbagai krisis bisa kita lewati. Mulai dari Krisis 2008 hingga Covid 2020—2022, keuangan Indonesia tak tergoyahkan meskipun harus mengandalkan utang luar negeri sebagai instrumen pembiayaan negara. Tapi semua bisa di-manage dengan baik, termasuk penerimaan negara di bidang pajak dan nonpajak.

Tapi 2024 sepertinya jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Bu Sri dihadapkan dengan dilema besar soal Pilpres 2024. Bukan soal mendukung siapa, tetapi soal “ugal-ugalan” anggaran dari sang bos, Presiden Jokowi yang “SAY YES” untuk kebutuhan kampanye Menteri Pertahanan, Prabowo dan anaknya yang kebetulan adalah Cawapres Prabowo, Gibran Rakabuming.

Mestinya 2024 ini, kabinet Indonesia Maju bisa “santuy” dan suasananya meriah karena tahun ini ibarat panen kinerja dari 9 tahun belakangan. Ternyata tidak, 2024 tahun yang sangat “merepotkan” bagi semua anggota kabinet, terutama bu Sri.

Bayangkan, anggaran bansos saja hampir 500 triliun atau 14% dari total APBN 2024. Belum lagi anggaran Kemenhan yang naik jadi Rp386 triliun (termasuk pinjaman luar negeri khusus Kemenhan Rp61,58 triliun)

Pos anggaran sebesar itu harus dibagikan dengan perasaan yang campur aduk. Ini benar sesuai fungsinya atau jangan-jangan untuk kampanye pilpres?.

Apalagi, hari-hari Jokowi disibukkan dengan bagi-bagi bansos di pulau Jawa khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Padahal, Papua dan NTT tingkat kemiskinannya sangat tinggi, kenapa bukan ke sana bagi-bagi bansos? Sudah pasti demi menggerus suara Ganjar Pranowo.

Mundurnya Mahfud MD semakin mengaduk hati, siapa menteri yang bisa dipercaya integritasnya? Juga seberapa netral seorang Jokowi? Seberapa mampu menempatkan dirinya sebagai ayah Gibran, sebagai Presiden dan sebagai seorang Jokowi? Bagaimana pula dengan Prabowo? Seberapa berintegritas dia sebagai seorang Prabowo, seorang capres dan sebagai seorang Menhan?

Belum lagi Menko Ekonomi Airlangga, Hartarto yang lebih sibuk kampanye ketimbang kerja, juga Mendag Zulhas yang bahkan kerap tertangkap basah menggunakan fasilitas negara sebagai sarana kampanye, juga Bahlil yang lebih sering mengabdi ke Prabowo ketimbang Jokowi, Erick Thohir yang sibuk urus koalisi Prabowo dengan para artis-artis serta PSSI yang tak kunjung membaik.

Konflik kepentingan ditubuh kabinet membuat para menteri mulai saling menjaga jarak. Suasana kabinet tak sehangat 2019—2022 lagi. Ada aroma “ketegangan” terutama Prabowo vs Sri Mulyani karena Prabowo kerap kali menuduh Sri Mulyani memotong anggaran Kemenhan, walau faktanya Kemenhan selalu naik anggarannya setiap tahun dan selalu 3 besar kementerian dengan anggaran terbesar.

Bansos yang hampir setengah Kuadriliun itu jadi perhatian utama. Beberapa kali bu Sri tampak “resah” ketika menjelaskan urgensi bansos ke depan publik, apalagi penyalurannya tak mengikutsertakan Menteri Sosial, bu Risma.

Menteri Sosial kini dirangkap oleh Jokowi, plus dirangkap juga oleh Airlangga Hartarto, Zulhas dan Bahlil demi meraup suara di basis Ganjar Pranowo.

Bu Sri bukan tidak pernah ingin mundur dari Menkeu. Beruntung Bu Mega menahan niat bu Sri demi menyelamatkan Indonesia dari krisis. APBN bisa jadi Bancakan bagi kepentingan politik 02 demi memuluskan segala skenario politik.

Bagai menjaga kambing di antara para macan yang kelaparan, ditinggalkan jadi tulang belulang, bila dijaga akan menguras energi. Butuh kesehatan mental yang luar biasa untuk berada di posisi bu Sri saat ini.

Para menteri bahkan rutin melapor ke Prabowo, bukan ke Jokowi lagi. Seolah-olah, di dalam kabinet ada dua Presiden, bahkan Jokowi terkadang seolah-olah harus “mengabdi” ke Prabowo.(*)

Semoga kuat ya bu Sri, We Love You ❤️

Jumat, 2 Februari 2024

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MSC & Bill Gates Foundation Jajak Kerja sama dengan Bank NTT

    MSC & Bill Gates Foundation Jajak Kerja sama dengan Bank NTT

    • calendar_month Sel, 13 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pada Selasa siang, 13 Desember 2022, bertempat di kantor pusat; Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, bersama Direktur Kepatuhan, Christofel Adoe dan sejumlah pimpinan lainnya, menerima kunjungan tim dari MicroSave Consulting (MSC) dan The Bill and Melinda Gates Foundation (BGMF). Dalam surat resmi yang ditujukan ke Bank NTT, MSC […]

  • Cermati Usulan Bawaslu, Kemendagri Tunda Pelantikan Orient Riwu Kore

    Cermati Usulan Bawaslu, Kemendagri Tunda Pelantikan Orient Riwu Kore

    • calendar_month Kam, 4 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mempertimbangkan usulan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menunda pelantikan Orient Patriot Riwu Kore sebagai Bupati Sabu Raijua. Pertimbangan ini diambil, setelah Kemendagri menghelat rapat bersama KPU dan Bawaslu yang membahas status kewarganegaraan Bupati Sabu Terpilih saat perhelatan Pilkada 9 Desember 2020. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/02/02/diduga-palsu-bawaslu-sabu-raijua-telusuri-status-warga-negara-bupati-terpilih/ “Tadi pagi, kami […]

  • CEGAH RABIES! Pemprov NTT Imbau Hewan Penular Dikandangkan

    CEGAH RABIES! Pemprov NTT Imbau Hewan Penular Dikandangkan

    • calendar_month Jum, 23 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Hingga Juni 2023, tercatat 515 kejadian gigitan anjing (terkonfirmasi) pada 28 kecamatan di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), wabah rabies telah menyebar di Pulau Timor dan memakan korban 3 (tiga) orang meninggal dunia. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) pun telah menghubungi Menteri Kesehatan untuk memperoleh serum antirabies. Bagi masyarakat, […]

  • Transportasi dan Polusi Udara, Alarm dari Tangerang Selatan

    Transportasi dan Polusi Udara, Alarm dari Tangerang Selatan

    • calendar_month Sab, 31 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Dr. Sri Gusty, S.T., M.T. Kualitas udara di Tangerang Selatan kembali menuai sorotan. Update IQAir per 26 Mei 2025 tercatat Indeks Kualitas Udara (AQI) mencapai angka 275. Terbaca pada range sangat tidak sehat menurut pengklasifikasian internasional. Jika dilihat menggunakan kacamata transportasi, kondisi ini merupakan sinyal bahaya yang tidak logis bila diabaikan. Mengapa? Karena transportasi […]

  • Inflasi 2024 dan Prospek Perekonomian NTT

    Inflasi 2024 dan Prospek Perekonomian NTT

    • calendar_month Jum, 24 Jan 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Yezua Abel Statistisi pada BPS Provinsi NTT Pada Desember 2024 terjadi inflasi bulan ke bulan di Provinsi NTT sebesar 0,82%, sedangkan inflasi tahun ke tahun atau inflasi tahun kalender 2024 adalah 1,19% yang dibandingkan dengan bulan yang sama yakni Desember 2023. Inflasi bulan ke bulan Provinsi NTT pada Desember 2024 lebih tinggi dibanding angka […]

  • Ridwan Kamil Diterpa Isu Perselingkuhan

    Ridwan Kamil Diterpa Isu Perselingkuhan

    • calendar_month Kam, 3 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Loading

    Gubernur Jawa Barat periode 2018—2023, Ridwan Kamil (RK) sementara gencar diterpa isu tak sedap terkait perselingkuhannya dengan artis majalah dewasa, Lisa Mariana. Tak ayal sang istri tercinta, Atalia Praratya pun angkat bicara dan berupaya menjalin komunikasi dengan sang pelakor yang telah mengembar-gemborkan telah memiliki anak dari hasil perselingkuhan dengan Kang Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil, […]

expand_less