Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Bertahan Demi Kesehatan Keuangan Negara atau Mundur Demi Kesehatan Mental?

Bertahan Demi Kesehatan Keuangan Negara atau Mundur Demi Kesehatan Mental?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 2 Feb 2024
  • visibility 134
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Jhon Sitorus

Mengurus anggaran sebesar Rp3.325 triliun tentu bukan perkara mudah. Nasib negara satu tahun ini ada di tangan Sri Mulyani, Menteri Keuangan RI.

Bagi Bu Sri, ini tentu bukan persoalan yang sulit-sulit amat. Pengalaman lebih dari 1 dekade sebagai Menteri Keuangan dan di World Bank tak perlu ditanyakan lagi.

Berbagai krisis bisa kita lewati. Mulai dari Krisis 2008 hingga Covid 2020—2022, keuangan Indonesia tak tergoyahkan meskipun harus mengandalkan utang luar negeri sebagai instrumen pembiayaan negara. Tapi semua bisa di-manage dengan baik, termasuk penerimaan negara di bidang pajak dan nonpajak.

Tapi 2024 sepertinya jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Bu Sri dihadapkan dengan dilema besar soal Pilpres 2024. Bukan soal mendukung siapa, tetapi soal “ugal-ugalan” anggaran dari sang bos, Presiden Jokowi yang “SAY YES” untuk kebutuhan kampanye Menteri Pertahanan, Prabowo dan anaknya yang kebetulan adalah Cawapres Prabowo, Gibran Rakabuming.

Mestinya 2024 ini, kabinet Indonesia Maju bisa “santuy” dan suasananya meriah karena tahun ini ibarat panen kinerja dari 9 tahun belakangan. Ternyata tidak, 2024 tahun yang sangat “merepotkan” bagi semua anggota kabinet, terutama bu Sri.

Bayangkan, anggaran bansos saja hampir 500 triliun atau 14% dari total APBN 2024. Belum lagi anggaran Kemenhan yang naik jadi Rp386 triliun (termasuk pinjaman luar negeri khusus Kemenhan Rp61,58 triliun)

Pos anggaran sebesar itu harus dibagikan dengan perasaan yang campur aduk. Ini benar sesuai fungsinya atau jangan-jangan untuk kampanye pilpres?.

Apalagi, hari-hari Jokowi disibukkan dengan bagi-bagi bansos di pulau Jawa khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Padahal, Papua dan NTT tingkat kemiskinannya sangat tinggi, kenapa bukan ke sana bagi-bagi bansos? Sudah pasti demi menggerus suara Ganjar Pranowo.

Mundurnya Mahfud MD semakin mengaduk hati, siapa menteri yang bisa dipercaya integritasnya? Juga seberapa netral seorang Jokowi? Seberapa mampu menempatkan dirinya sebagai ayah Gibran, sebagai Presiden dan sebagai seorang Jokowi? Bagaimana pula dengan Prabowo? Seberapa berintegritas dia sebagai seorang Prabowo, seorang capres dan sebagai seorang Menhan?

Belum lagi Menko Ekonomi Airlangga, Hartarto yang lebih sibuk kampanye ketimbang kerja, juga Mendag Zulhas yang bahkan kerap tertangkap basah menggunakan fasilitas negara sebagai sarana kampanye, juga Bahlil yang lebih sering mengabdi ke Prabowo ketimbang Jokowi, Erick Thohir yang sibuk urus koalisi Prabowo dengan para artis-artis serta PSSI yang tak kunjung membaik.

Konflik kepentingan ditubuh kabinet membuat para menteri mulai saling menjaga jarak. Suasana kabinet tak sehangat 2019—2022 lagi. Ada aroma “ketegangan” terutama Prabowo vs Sri Mulyani karena Prabowo kerap kali menuduh Sri Mulyani memotong anggaran Kemenhan, walau faktanya Kemenhan selalu naik anggarannya setiap tahun dan selalu 3 besar kementerian dengan anggaran terbesar.

Bansos yang hampir setengah Kuadriliun itu jadi perhatian utama. Beberapa kali bu Sri tampak “resah” ketika menjelaskan urgensi bansos ke depan publik, apalagi penyalurannya tak mengikutsertakan Menteri Sosial, bu Risma.

Menteri Sosial kini dirangkap oleh Jokowi, plus dirangkap juga oleh Airlangga Hartarto, Zulhas dan Bahlil demi meraup suara di basis Ganjar Pranowo.

Bu Sri bukan tidak pernah ingin mundur dari Menkeu. Beruntung Bu Mega menahan niat bu Sri demi menyelamatkan Indonesia dari krisis. APBN bisa jadi Bancakan bagi kepentingan politik 02 demi memuluskan segala skenario politik.

Bagai menjaga kambing di antara para macan yang kelaparan, ditinggalkan jadi tulang belulang, bila dijaga akan menguras energi. Butuh kesehatan mental yang luar biasa untuk berada di posisi bu Sri saat ini.

Para menteri bahkan rutin melapor ke Prabowo, bukan ke Jokowi lagi. Seolah-olah, di dalam kabinet ada dua Presiden, bahkan Jokowi terkadang seolah-olah harus “mengabdi” ke Prabowo.(*)

Semoga kuat ya bu Sri, We Love You ❤️

Jumat, 2 Februari 2024

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Nagekeo Aktif Kerjasama Kanwil Kemenkuham Susun Ranperda

    DPRD Nagekeo Aktif Kerjasama Kanwil Kemenkuham Susun Ranperda

    • calendar_month Sen, 27 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Nagekeo-NTT,gardaindonesia.id – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Divisi Pelayanan Hukum dan HAM melaksanakan pendampingan penyusunan Rancangan Peraturan DPRD di Kabupaten Nagekeo, Senin/27 Agustus 2018. Adapun rancangan peraturan yang dibahas adalah rancangan peraturan DPRD tentang tata tertib DPRD di Kabupaten Nagekeo yang telah memasuki tahap penyusunan. Hal tersebut merupakan amanat Undang-undang Nomor […]

  • Kepala BPS NTT Darwis Sitorus Bakal Sajikan Data Terbaik

    Kepala BPS NTT Darwis Sitorus Bakal Sajikan Data Terbaik

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Darwis Sitorus yang menggantikan Maritje Pattiwaellapia, S.E., M.Si. yang mana berpindah tugas ke Papua; menyatakan kesiapan pihaknya untuk menyajikan data terbaik. Pernyataan Kepala BPS NTT asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut disampaikannya saat jumpa pers bersama awak media pada Jumat, 1 […]

  • ‘Indoor Farming’, Apakah Tepat Untuk Dipraktekkan di Indonesia?

    ‘Indoor Farming’, Apakah Tepat Untuk Dipraktekkan di Indonesia?

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Penulis : Raka Andika Cahyo Putra Jakarta, Garda Indonesia | Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah di seluruh wilayah negeri. Namun sayangnya, kita sebagai warga Indonesia masih banyak yang menggunakan hasil impor. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan dalam pengolahan sumber daya alam serta kurangnya sumber daya manusia yang kompeten. Dengan […]

  • Gubernur Viktor Bertekad Rubah Indeks Persepsi Korupsi Jadi Lebih Baik

    Gubernur Viktor Bertekad Rubah Indeks Persepsi Korupsi Jadi Lebih Baik

    • calendar_month Sab, 20 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur 1 NTT, bertekad merubah Indeks Persepsi Korupsi (IPK) NTT menjadi lebih baik. Karena korupsi berkaitan erat dengan karakter manusia. “Hari ini IPK NTT adalah keempat yang terburuk dari seluruh Provinsi di Indonesia. Sebagai Gubernur saya ingin agar ke depan turun jauh tingkat persepsi publik terhadap korupsi penyelenggara negara […]

  • KADIN Dorong Industri Kelapa dan Manfaatkan Peluang Ekspor

    KADIN Dorong Industri Kelapa dan Manfaatkan Peluang Ekspor

    • calendar_month Sel, 20 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN Indonesia) Eddy Ganefo mengharapkan kerja cepat dan nyata dari para pengusaha yang bergerak di sektor industri kelapa demi tercapainya industri kelapa berkelas dunia. ”Indonesia merupakan negara dengan basis produksi kelapa terbesar di dunia namun potensi yang besar itu belum digarap secara maksimal,” ujar […]

  • Pelanggan Rumah Tangga Pecut Kinerja PLN Tahun 2023

    Pelanggan Rumah Tangga Pecut Kinerja PLN Tahun 2023

    • calendar_month Sen, 3 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | PLN (Persero) sukses mencatatkan penambahan pelanggan sebanyak 3,5 juta menjadi total 89,15 juta pelanggan di tahun 2023. Keberhasilan ini pun turut mengantarkan PLN meraih keuntungan terbesar dalam sejarah perseroan dengan laba bersih sebesar Rp22,07 triliun pada tahun 2023, sekaligus mencetak hattrick rekor laba bersih tertinggi selama 3 (tiga) tahun berturut-turut sejak 2021. Direktur […]

expand_less