Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Cancio De Carvalho: Saya Baru Tahu! Dituduh Lakukan Kejahatan,Tapi Tak Diadili

Cancio De Carvalho: Saya Baru Tahu! Dituduh Lakukan Kejahatan,Tapi Tak Diadili

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 21 Jun 2020
  • visibility 123
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | ”Saya baru tahu! Kalau di dunia ini, ada orang dituduh melakukan kejahatan, tetapi tidak diproses untuk diadili,” demikian sibak Ketua Paguyuban Pejuang Timor-Timur (PPTT) Cancio Lopes De Carvalho, S.H. kepada wartawan di Atambua, pada Kamis 18 Juni 2020.

Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/06/21/21-tahun-pejuang-eks-timor-timur-ditelantarkan-pemerintah-indonesia/

Cancio De Carvalho mengungkapkan, bahwa daftar nama-nama yang dituduh Badan Serious Crime -PBB sebagai pelaku tindak pidana pelanggaran HAM berat tahun 1999 di Timor-Timur itu sebanyak 401 orang. Lalu, nama- nama itu pun sudah diedarkan ke seluruh dunia.

Cancio De Carvalho menuturkan, bahwa sejak nama-nama itu disebarluaskan, namun hingga saat ini (sudah menunggu 21 tahun) tidak ada satu pun yang diadili. ”Karena itu, kami anggap itu hanya sebuah konspirasi atau hanya sebuah sandiwara saja!” simpul Mantan Komandan Sektor C Pasukan Pejuang Integrasi itu.

Cancio De Carvalho menekankan bahwa, hal yang mau ditanyakan kepada Menko Polhukam adalah 401 orang pejuang integrasi dibiarkan hidup bebas di Indonesia oleh pemerintah, asalkan tidak diperbolehkan pulang ke Timor Leste, lantaran telah dituduh melakukan pelanggaran HAM berat. “Tolong pemerintah jelaskan status hukum kami yang masih tergantung. Kami, warga negara Indonesia tetapi dituduh melakukan pelanggaran HAM di Timor- Timur waktu itu,” pintanya.

Terkait tuduhan itu, Cancio De Carvalho sangat menyayangkan sikap pemerintah Indonesia, yang hingga saat ini (sudah 21 tahun) belum memastikan status hukum bagi 401 pejuang integrasi itu.

Akibat dari tuduhan itu, terang Cancio, pihaknya merasa sangat dirugikan. Katanya, mau ke Timor-Timur tidak bisa, hidup di Indonesia tidak memiliki apa-apa, negara juga tidak mau membuka mata, betapa susahnya hidup mereka!

Selain itu, Cancio De Carvalho memohon kepada pemerintah Indonesia agar berkenan memberikan kemudahan khusus bagi 4.115 (Empat ribu seratus lima belas) mantan pejuang integrasi Timor-Timur untuk diangkat menjadi Veteran Republik Indonesia. “Kami sudah berjuang, sudah berkorban, tinggalkan tanah air, segalanya sudah ludes, Timor-Timur lepas dari Indonesia, malah kami juga yang paling dikorbankan!” sesal Cancio.

Cancio menjelaskan, bahwa yang menjadi korban itu tidak hanya 4.115 pejuang integrasi itu, melainkan termasuk anak istri dan puluhan ribu para pengikut eks Timor-Timur hingga saat ini.

Selain memohon diangkat menjadi Veteran, Cancio De Carvalho juga meminta kepada pemerintah Indonesia agar memberikan bantuan kompensasi demi menjamin kelangsungan hidup mereka. “Bantuan apa saja, yang penting kami bisa hidup. Bantuan itu, kami serahkan kepada pemerintah sesuai dengan kemampuan keuangan negara,” harap Cancio.

Cancio menambahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Timor Leste, bahwa negara yang baru merdeka seumur jagung itu sangat menghargai para pejuangnya. Katanya, pemerintah Timor Leste sudah mengangkat lebih dari 70.000 (Tujuh puluh ribu) mantan pejuang kemerdekaan menjadi Veteran. ”Sedangkan, kami pejuang integrasi yang cuma 4.000-an saja kok ditelantarkan di negara sebesar ini?” tandasnya kecewa.

Kongres Luar Biasa di Lapangan Terbuka Atambua

Ketika ditanya wartawan, apabila aspirasi ini tidak direspons oleh pemerintah, langkah apa yang akan ditempuh?Menanggapi itu, Cancio De Carvalho menegaskan bahwa jika hal itu terjadi, maka pihaknya akan menggelar Kongres Luar Biasa di Lapangan terbuka Kota Atambua. Yang mana menurut Carvalho, Kongres Luar Biasa itu akan melibatkan banyak pihak demi menentukan sikap politik, kembali ke Timor Leste atau tetap tinggal di Indonesia.

Disebutkannya, penentuan sikap politik itu akan didahului dengan melakukan aksi damai di perbatasan Motaain dan perbatasan Motamasin.

Ketika kongres itu diadakan, pihaknya akan mengundang wartawan dalam dan luar negeri. Pihaknya juga akan membuat surat pemberitahuan kepada Komnas HAM Internasional, Dewan Keamanan PBB, dan Mahkamah Internasional. “Karena kasus kami adalah kasus politik internasional. Kalau tinggal di sini, bagaimana nasib kami? Dan kalau pulang, siapa yang bertanggung jawab? Saya hitung-hitung, perjuangan dan penderitaan kami sudah 45 tahun. 24 tahun berjuang di Timor-Timur, 21 tahun menyatakan kesetiaan kami berintegrasi di Negara Indonesia. Kami minta, dalam tahun 2020 ini tuntas,” urai Cancio.

Bupati Belu Willybrodus Lay yang dikonfirmasi Garda Indonesia sejak Sabtu pagi, 20 Juni 2020, baru saja menjawab via pesan Whatsapp pada Minggu pagi, 21 Juni 2020. Bupati Lay membenarkan adanya surat pengaduan dari PPTT itu. Bupati Lay juga mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui apa isi surat itu. Akan tetapi, bupati Lay memastikan bahwa surat tersebut sudah diserahkan kepada staf Menko Polhukam.

“Mereka titip surat untuk disampaikan kepada bapak Menko (Polhukam). Dan, surat itu sudah disampaikan melalui staf bapak Menko. Isinya apa saya tidak tahu,” tulis Bupati Willy Lay. (*)

Penulis + foto (*/HH)
Editor (+ rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesepeda Aljazair Raih Posisi Pertama Etape Dua Tour De EnTeTe

    Pesepeda Aljazair Raih Posisi Pertama Etape Dua Tour De EnTeTe

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Ajang bergengsi ini diikuti oleh 80 pembalap dari 16 tim yang mewakili 13 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Australia, Inggris, Belanda, Iran, Mesir, Slovenia, Afrika Selatan, Aljazair, Prancis, dan China.   Atambua | Tour De EnTeTe 2025 berlangsung selama 10 hari dari mulai tanggal 10–21 September 2025. Para peserta akan menempuh 10 etape yang membentang […]

  • Hari Musik Nasional 2023, PAPPRI NTT Rangkul Talenta Muda & Universitas

    Hari Musik Nasional 2023, PAPPRI NTT Rangkul Talenta Muda & Universitas

    • calendar_month Rab, 8 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Selebrasi Hari Musik Nasional tahun 2023 dihelat di seluruh Indonesia. Khusus di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diselenggarakan di Kota Kupang mulai Selasa—Kamis, 7—9 Maret 2023. Peringatan Hari Musik Nasional tahun ini mengusung tema “Musik Indonesia Keren”. Beragam acara bernuansa musik, tari, dan edukasi diagendakan dalam Hari Musik Nasional 2023. Kegiatan […]

  • Ketua Macab Veteran Belu Kecam Pungutan Liar Para Calo

    Ketua Macab Veteran Belu Kecam Pungutan Liar Para Calo

    • calendar_month Jum, 21 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Belu – NTT, Garda Indonesia | Stefanus Atok Bau, Ketua Markas Legiun Veteran Republik Indonesia Cabang (Macab LVRI) Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); mengecam keras tindakan perekrutan calon veteran di wilayah Kabupaten Belu, Malaka, dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) oleh para calo liar dengan mengatasnamakan Macab Veteran Belu. Fanus Atok, bahkan menegaskan […]

  • Jaga Flores Tetap Terang, PLN Perbaiki Titik Kritis Jaringan Transmisi

    Jaga Flores Tetap Terang, PLN Perbaiki Titik Kritis Jaringan Transmisi

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    I Putu Agus Soni Aniarta, Manajer PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk Flores Barat, menjelaskan setelah ditemukan anomali termal pada titik kritis tower, maka langsung mengeksekusi perbaikan dengan durasi kerja di atas tower mencapai 4 jam.   Flores | PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT memastikan keandalan sistem kelistrikan di Pulau Flores. Sebanyak […]

  • Pengukuhan Ketua IMAPEN, Desidarius Boelar : Kepemimpinan Terbentuk dalam Diri

    Pengukuhan Ketua IMAPEN, Desidarius Boelar : Kepemimpinan Terbentuk dalam Diri

    • calendar_month Ming, 21 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa, Garda Indonesia | Mengusung tema, “Melanjutkan estafet kepemimpinan yang bergerak dengan azas kekeluargaan untuk mencapai intelektual dan kreativitas” Ikatan Mahasiswa – Pelajar Nai’benu (IMAPEN) Kota Kefamenanu menghelat seremonial pelantikan ketua umum (formatur tunggal.red) pada Sabtu, 20 November 2021 bertempat di Sekretariat IMAPEN. Dalam pidatonya, Desidarius Boelar mengatakan kepemimpinan adalah sebuah kemampuan seseorang dalam mempengaruhi  […]

  • Nasib Naas Warga Riau, Naik Speedboat Tewas Ditimpa Pohon

    Nasib Naas Warga Riau, Naik Speedboat Tewas Ditimpa Pohon

    • calendar_month Sel, 20 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Kubu Raya | Ronal Siregar (21) pria kelahiran Bukit Harapan Provinsi Riau meninggal dunia usai speed boat yang ditumpanginya bersama tiga rekannya tertimpa pohon saat dalam perjalanan pulang ke kamp perusahaan di perairan Kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat pada Minggu siang, 18 Agustus 2024 pukul 14.00 WIB. Ronal Siregar merupakan mekanik PT. […]

expand_less