Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Demokrasi Sakit Mahasiswa Bangkit

Demokrasi Sakit Mahasiswa Bangkit

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 10 Des 2023
  • visibility 211
  • comment 1 komentar

Loading

Oleh : Yoga E N

Sebagai mahasiswa demo sudah menjadi hal biasa. Namanya juga negara demokrasi jadi bebas untuk sering berdemo, tetapi tentu saja dengan dasar landasan yang kuat.

Mahasiswa menjadi suara terkuat dalam penegakan demokrasi. Bahkan kita semua juga tahu masa reformasi orde baru (orba) juga terjadi karna demo mahasiswa. Meskipun pada waktu itu banyak korban berjatuhan dan beberapa ras menjadi korban. Tetapi memang sebesar itulah kekuatan mahasiswa menumbangkan rezim Soeharto yang sudah berkuasa 32 tahun lamanya.

Beberapa hari belakangan suara mahasiswa mulai terdengar. Melki Ketua BEM UI misalnya yang menyuarakan penolakan terhadap politik dinasti. Lalu, belum lama ada Untag Surabaya yang menghelat mimbar bebas diikuti 26 kampus di seluruh Indonesia. Orasinya sama, tentang rusaknya demokrasi di negeri ini akibat politik dinasti.

Kemarin, Jumat 8 Desember juga dihelat penobatan Jokowi sebagai Alumnus UGM yang paling memalukan. Penobatan ini dilaksanakan oleh BEM UGM atas dasar Jokowi yang sudah merusak demokrasi dengan usahanya membangun Politik Dinasti.

Bagiku, fenomena ini adalah pemandangan umum dalam negara demokrasi dan memang sepatutnya dikritik seperti itu sebagai insan yang demokratis apalagi sebagai mahasiswa yang kritis. Artinya Para mahasiswa sadar betul bahwa negaranya sedang tidak baik-baik saja.

Polemik pengangkatan cawapres Gibran, Memang jelas menubruk dan merusak demokrasi kita hingga ajur mumur. Untung saja masih banyak kawula muda, mahasiswa yang tersadarkan dan tergerak hatinya untuk menyuarakan kebobrokan dan kehausan kekuasaan yang saat ini sedang dijalankan.

Orasi yang mahasiswa suarakan sudah begitu tepat, tinggal menunggu bagaimana respons para pemegang kekuasaan. Apakah akan tetap tinggal diam ? atau membiarkan orasi berseliweran dan membiarkan demokrasi dirusak dengan dinasti sistem kekeluargaan.

Dengan alasan apa pun, aku tidak akan pernah membiarkan dan tidak akan tinggal diam konstitusi yang sudah berdiri tegak di negeri ini harus ambruk karena kehadiran bocil dinasti.  Selamat atas Gelar alumnus UGM paling me-MALUKAN nya pakde Jokowi, dan lekas sembuh demokrasi negeriku tercinta ini jangan sampai kalah dengan bocil dinasti.

Terima kasih kepada mahasiswa kritis dan semua warga yang demokratis. Semoga usaha kita semua dalam menegakkan kembali demokrasi dengan melawan segala usaha politik dinasti. Panjang umur perlawanan, hidup mahasiswa yang melawan! (*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Selisik Makna Relief Monumen dan Kiprah Sobe Sonbai III

      Selisik Makna Relief Monumen dan Kiprah Sobe Sonbai III

      • calendar_month Rab, 26 Agu 2020
      • account_circle Penulis
      • visibility 418
      • 0Komentar

      Loading

      Natun Lulut Ma Lekat Uis Nenoabiten Fatu Bian Ma Haube Bian..Sin Lekat Ma Sin Lulut.. Talantia Anbi Neno Le,i Hit Ta Ekum Ta Tef Natuin Sa Le An Fani Nu,u Mese Neu Le Sufa Ka,Uf An Bi Pahbi Timo… Takaf Natonon An Bi Pah Ma Nifu Bi Timo An Fani Takaf Maknanya.. “Seperti telah ditetapkan […]

    • Tahun 2022, KPK Selamatkan 63,9 Triliun Rupiah

      Tahun 2022, KPK Selamatkan 63,9 Triliun Rupiah

      • calendar_month Sel, 27 Des 2022
      • account_circle Penulis
      • visibility 211
      • 0Komentar

      Loading

      Jakarta, Garda Indonesia | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan identifikasi dan mitigasi titik rawan korupsi, sebagai strategi pencegahan terjadinya korupsi terhadap penyelenggaraan pemerintahan Negara. Hal ini disampaikan oleh Ketua KPK Firli Bahuri dalam kegiatan konferensi pers akhir tahun atas kinerja dan capaian KPK Tahun 2022, di Gedung Merah Putih, pada Selasa, 27 Desember 2022. […]

    • 9 Tahun RSUD S. K. Lerik, dr Marsiana Halek: “Resep Kami Lebih Baik”

      9 Tahun RSUD S. K. Lerik, dr Marsiana Halek: “Resep Kami Lebih Baik”

      • calendar_month Jum, 2 Agu 2019
      • account_circle Penulis
      • visibility 186
      • 0Komentar

      Loading

      Kota Kupang, Garda Indonesia | Kamis, 1 Agustus 2019, tepatnya 9 (sembilan) tahun yang lalu RSUD S. K. Lerik Kota Kupang, resmi beroperasi. Pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-9, sebagai hadiah ulang tahun, diresmikan dua buah gedung, untuk pasien rawat inap dan juga rawat jalan. Direktur RSUD S. K. Lerik, dr. Marsiana Y. […]

    • Serahkan Bantuan Beras, Wagub Josef Nae Soi Sambangi Biara dan Panti Asuhan

      Serahkan Bantuan Beras, Wagub Josef Nae Soi Sambangi Biara dan Panti Asuhan

      • calendar_month Ming, 21 Jun 2020
      • account_circle Penulis
      • visibility 140
      • 0Komentar

      Loading

      Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perhatian dan kepedulian Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT di masa pandemi Covid-19 semakin nyata. Sebagai pemimpin di daerah ini, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur, Josef A. Nae Soi tidak ingin masyarakat ‘terjebak” dalam kepanikan dan ketakutan karena virus corona. Karena itu, mereka hadir untuk meyakinkan dan memastikan bahwa tata […]

    • Positif Covid-19 di NTT Tambah 9 Kasus, 1 Kasus Baru di Manggarai, Total 68 Kasus

      Positif Covid-19 di NTT Tambah 9 Kasus, 1 Kasus Baru di Manggarai, Total 68 Kasus

      • calendar_month Ming, 17 Mei 2020
      • account_circle Penulis
      • visibility 127
      • 0Komentar

      Loading

      Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Dari hasil pemeriksaan spesimen swab di Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, terkonfirmasi 9 kasus positif Covid-19,” jelas Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. dalam sesi konferensi pers di Biro Humas dan Protokol Setda NTT pada Minggu sore, 17 Mei 2020. Baca juga […]

    • Politik Damai atau Damai Berpolitik?Telaah dalam Bingkai Pilkada

      Politik Damai atau Damai Berpolitik?Telaah dalam Bingkai Pilkada

      • calendar_month Kam, 23 Mei 2024
      • account_circle Penulis
      • visibility 174
      • 0Komentar

      Loading

      Oleh :Felix Natu S.Fil.M.Fil (Putra Malaka) Politik akhir-akhir ini menjadi biasa bagi semua lapisan masyarakat mulai dari petani, ojek, tukang pangkas, penjual bakso, Guru, Perawat, hingga para elite politik. Mengapa politik yang dulu sebut saja orang sangat takut, bahkan sakral menyebut kata Politik apa lagi terlibat di dalamnya. Dalam persepsi masyarakat politik menjadi konotasi negatif […]

    expand_less