Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ganjar Pranowo Mengulang Kisah Jokowi

Ganjar Pranowo Mengulang Kisah Jokowi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 26 Mei 2021
  • visibility 151
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Denny Siregar

“Jokowi tidak akan jadi Capres !” begitu perkataan tegas almarhum Taufik Kiemas, tokoh besar PDIP pada 2014. Di saat itu, Jokowi baru saja jadi Gubernur Jakarta dan muncul desas-desus bahwa dialah calon terkuat untuk menjadi Capres 2014, karena suara Megawati setiap survei selalu di bawah Prabowo.

Memang bukan sesuatu yang umum waktu itu, seorang kader partai jadi Capres, karena Capres itu wilayahnya ketua partai. Apalagi di PDIP, di mana seorang capres haruslah dari trah Soekarno. Jokowi bukan, dia hanya orang biasa yang ideologinya sangat Soekarno, bukan biologisnya.

Tapi mau bagaimanapun, PDIP menghalangi Jokowi, namanya terus naik. Dalam setiap survei, nama Jokowi selalu unggul dibandingkan Prabowo. Ini yang bikin elite PDIP gelisah luar biasa. Seperti buah simalakama, gak nyalonin Jokowi, PDIP bisa kalah, nyalonin Jokowi terus bagaimana perasaan Ibu Mega ?

Untunglah di detik-detik terakhir ‘Bu Mega sangat rasional dan berbesar hati. Jokowi dicalonkan jadi Capres 2014 dan terbukti menang. Dua periode malah. PDIP akhirnya sadar, bahwa zaman sudah berubah. Orang melihat figur atau sosok, bukan lagi partai. Jokowi menyelamatkan PDIP dari kekalahan, seandainya mereka dulu memaksakan Megawati maju perang.

Situasi yang hampir mirip terjadi lagi..

Tiba-tiba terdengar kabar kalau PDIP di bawah kendali Puan Maharani, mencoba menyingkirkan Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng dari kemungkinan menjadi Capres 2024. Tiba-tiba Ganjar dimusuhi, bahkan tidak diundang di acara Puan di Jateng. Dalam surat undangan itu semua perwakilan dan kepala daerah di Jateng diundang ke acara, kecuali Gubernur.

Ada apa ?

“Ganjar terlalu ambisi jadi Presiden..” kata Bambang Pacul, Ketua Pemenangan PDIP yang juga ketua DPD PDIP Jateng. Alasan lain yang lebih lucu dinyatakan Bambang, “Ganjar terlalu sering main medsos (media sosial, red), bahkan mau aja diundang jadi host di YouTube.”

Ini alasan kocak sebenarnya, loh kenapa emangnya kalau Gubernur menjalin komunikasi dengan rakyatnya lewat medsos ? Ini kan memang zaman digital ?? Yang salah itu, kalo seorang Gubernur gaptek (gagap teknologi, red) gak ngerti teknologi. PDIP langsung terasa jadoel-nya dengan pernyataan itu. Berasa sebagai partai di zaman purba di kalangan milenial yang hidupnya ada di internet.

Bambang Pacul seperti mengulang kesalahan almarhum Taufik Kiemas. Semakin dihalangi, malah nama Ganjar Pranowo semakin melejit. Sebelum diributkan saja, survei terakhir dari SMRC nama Ganjar ada di atas Prabowo dan Anies Baswedan. Nama Puan jauh di bawah. Halo, ini kenyataan pahit memang tapi harus ditelan. Puan belum laku dijual, jangan dipaksakan..

Tapi saya kok jadi senyum-senyum sendiri baca pola berulang yang hampir tidak disadari. Siapa pun yang digencet PDIP, malah jadi Presiden.

Bu Mega memecat SBY, SBY malah jadi Presiden. Almarhum Taufik Kiemas menghambat Jokowi, Jokowi malah jadi Presiden..Jangan-jangan ketika Ganjar disingkirkan Puan, Ganjar malah yang jadi Presiden ?

Kalau saya jadi pemimpin partai selain PDIP, saya sih senang Ganjar Pranowo dihajar di internalnya. Karena buat saya emas tetap emas meski dia dibuang ke tempat sampah. Lebih baik saya lamar dia, dan saya memosisikan diri jadi Cawapresnya. Biar PDIP nanti manyun karena gada barang yang bagus untuk ditawarkan..

Takdir Tuhan tak bisa ditentang manusia. Kalau Tuhan memang merencanakan seseorang jadi pemimpin, mau dibuang juga tetap akan jadi. Ada juga yang nafsu banget pingin jadi Presiden. Uang ada. Nama ada. Kendaraan ada. Jaringan ada. Tapi berkali-kali nyapres, gagal lagi gagal lagi..

Ah jadi ingin seruput kopi..(*)

Foto utama (*/istimewa)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Natal Oikumene Kelurahan Oeba & Fatubesi Pererat Hubungan Interpersonal

    Natal Oikumene Kelurahan Oeba & Fatubesi Pererat Hubungan Interpersonal

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Inisiatif Pemuda Kelurahan Oeba mempererat hubungan interpersonal warga Kelurahan Oeba dan Kelurahan Fatubesi diwujudkan dalam kegiatan Natal Oikumene pada Jumat, 3 Januari 2020 pukul 17.00 WITA—selesai di Gereja Ebenhaezer Oeba. Kegiatan Natal Oikumene Kelurahan Oeba dan Fatubesi atas prakarsa pemuda Oeba didukung oleh Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, […]

  • 4.728 Jiwa Mengungsi, 79 Wafat & 43 Orang Hilang Pasca Banjir di Sentani

    4.728 Jiwa Mengungsi, 79 Wafat & 43 Orang Hilang Pasca Banjir di Sentani

    • calendar_month Sen, 18 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Sentani-Papua, Garda Indonesia | Jumlah korban banjir bandang yang menerjang Kecamatan Sentani Kabupaten Jayapura Provinsi Papua terus bertambah. Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban. Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menuturkan hingga 18/3/2019 pukul 15.00 WIB, banjir bandang yang terjadi di Sentani, Jayapura, Papua pada Sabtu (16/3) pukul […]

  • Gebyar Rupiah NTT 2021, Bank Indonesia Ajak Partisipasi Masyarakat Cinta Rupiah

    Gebyar Rupiah NTT 2021, Bank Indonesia Ajak Partisipasi Masyarakat Cinta Rupiah

    • calendar_month Sel, 19 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank Indonesia secara kontinu mendukung terwujudnya stabilitas sistem pembayaran, mendorong peran mata uang rupiah sebagai alat pemersatu dan satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia. Rupiah berperan penting sebagai alat pembayaran di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki 1.192 pulau, 16 etnis asli dan 72 bahasa daerah. Selain itu, NTT […]

  • Penulis Kucing

    Penulis Kucing

    • calendar_month Kam, 20 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Ramli Lahaping Kesepian telah menyita kebahagiaanku. Jauh dari keluarga dan menyendiri di kamar kos-kosan, sungguh membuat hidupku begitu menjemuhkan. Tetapi kemuraman itu cukup teratasi dengan kehadiran Boni. Dia adalah kucing jantan yang ku adopsi tiga bulan yang lalu. Seekor kucing yang banyak tingkah dan selalu mampu membuatku terhibur. Bersama Boni, aku jadi bisa […]

  • KIP Kuliah Wujudkan Mimpi Anak Indonesia

    KIP Kuliah Wujudkan Mimpi Anak Indonesia

    • calendar_month Sab, 24 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) yang diluncurkan sejak 2021 merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan tinggi, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Sebagai bentuk konsistensi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) terus berupaya menyempurnakan akses agar layanan ini semakin mudah diakses oleh masyarakat […]

  • RUU Perampasan Aset Masuk Usulan Prolegnas 2025—2029

    RUU Perampasan Aset Masuk Usulan Prolegnas 2025—2029

    • calendar_month Sen, 18 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Loading

    Badan Legislasi RI telah melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka mendapatkan masukan dan pandangan baik melalui penyerapan aspirasi melalui kunjungan kerja maupun rapat kerja.   Jakarta | Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen kuat dalam memberantas korupsi dengan mengusulkan rancangan undang-undang (RUU) perampasan aset terkait tindak pidana ke dalam program legislasi […]

expand_less