Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Gubernur VBL : “Kembalikan Kejayaan Sekolah GMIT di NTT!”

Gubernur VBL : “Kembalikan Kejayaan Sekolah GMIT di NTT!”

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 6 Sep 2019
  • visibility 114
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), meminta pihak Gereja untuk segera mengembalikan kejayaan sekolah Gereja Majelis Injili di Timur (GMIT) Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Hal itu dikatakan Gubernur saat menghadiri syukuran HUT Jemaat Yegar Sahaduta Oenaek, Klasis Kupang Barat, Kabupaten Kupang, pada Jumat, 6 September 2019.

“Saya ingat persis, dulu itu sekolah GMIT dibawah Yayasan Yupenkris, sangat ditakuti oleh sekolah negeri dalam hal prestasi dan juga kedisiplinannya. Setiap kali ada perlombaan apapun, pasti sekolah GMIT yang juara. Tetapi sekarang keadaan itu berubah drastis. Oleh karena itu saya minta pihak GMIT melalui gereja – gereja untuk segera mengembalikan kejayaan itu,” kata Gubernur.

“Karakter Yesus harus ditampilkan di dalam pribadi setiap jemaat, sehingga menurut saya pendidikan berkarakterlah yang harus dikedepankan untuk menjadikan karakter Yesus nampak dalam diri setiap orang. GMIT dan Gereja harus bersama – sama serius mengerjakan hal ini,” pinta Gubernur Viktor Laiskodat.

Orang nomor satu di NTT ini juga mengajak seluruh anggota jemaat yang 80 persennya bekerja sebagai petani dan peternak ini, untuk serius mengerjakan usaha mereka ini.

“Saya bangga masyarakat di tempat ini mau berwirausaha. Jangan hanya mau menjadi PNS, karena pengusaha itu penghasilannya lebih besar dari PNS. Tinggal dirubah cara berpikir dan cara kerjanya. Mereka bukan lagi menjadi buruh tani maupun buruh ternak, tetapi harus dijadikan pengusaha tani dan pengusaha ternak. Pemerintah saat ini serius memperhatikan hal ini, mulai dari sistem permodalan maupun bagaimana memfasilitasi penjualan hasil yang mereka peroleh,” sambung VBL.

Foto bersama Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Ketua GMIT Dr. Merry Kolimon, Wakil Bupati Jerry Manafe dan Jemaat Yegar Sahaduta Oenaek, Klasis Kupang Barat,

“Akan ada sebuah aplikasi informasi yang dibuat oleh pemerintah, namanya Ladang Rakyat. Aplikasi ini akan memuat informasi berapa banyak lahan yang akan ditanam, berapa banyak hasil yang akan dipanen, semuanya akan dimuat dalam aplikasi ini. Dengan demikian para petani dan peternak tidak kesulitan khususnya dalam memasarkan hasil mereka, karena pasarnya sudah jelas dan akan langsung turun ke lokasi untuk membelinya,” kata mantan anggota DPR RI dari Partai Nasdem ini.

Di akhir sambutannya, Gubernur kembali mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan.

“Saat ini Kota Kupang mulai berbenah dan sudah mulai menunjukkan hasil yang baik. Kebersihan sudah mulai nampak, walaupun belum sesuai harapan. Oleh karena itu kita harus mendukung agar NTT bisa bebas dari masalah sampah, khususnya sampah plastik. Khusus mengenai sampah plastik ini, jika ada pembangunan gedung atau rumah yang harus dicor, maka sampah plastik ini juga dicampur dengan semen lalu dicor. Hal ini saya pelajari di Singapura, dan mereka berhasil menanggulangi masalah sampah plastik,” tambah gubernur.

Sementara itu dalam Suara Gembala yang disampaikan oleh Ketua Majelis Sinode GMIT, Dr. Merry Kolimon, menjelaskan bahwa saat ini Gereja sedang berusaha untuk membawa perubahan demi membuat NTT bisa sejahtera.

“Selain tugas Gereja membawa kabar baik bagi semua orang, saat ini kami juga sedang mempersiapkan Gereja untuk menjadi pusat belajar bagi anak – anak. Kita mempersiapkan SDM sedini mungkin, sehingga masyarakat NTT dapat terbebas dari tawanan, baik tawanan kebodohan maupun tawanan kemiskinan. Kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sehingga target kami untuk menghasilkan masyarakat sejahtera di NTT dapat terealisasi dalam waktu dekat,” kata Merry.

Turut hadir dalam kesempatan ini Wakil Bupati Kabupaten Kupang, Jerry Manafe, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Maksi Nenabu. (*)

Sumber berita (*/Sam Babys–Biro Humas dan Protokol Setda Prov. NTT)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • AICHR Jadikan NTT Daerah Percontohan Pemberantasan TPPO

    AICHR Jadikan NTT Daerah Percontohan Pemberantasan TPPO

    • calendar_month Kam, 11 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id– AICHR (ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights) adalah Komisi Hak Asasi Manusia Antar Pemerintah ASEAN yang dibentuk pada tahun 2009. Tiap negara ASEAN punya satu orang wakil yang bertugas mengembangkan program untuk memajukan dan melindungi hak asasi manusia di ASEAN. Para wakil itu berkumpul secara rutin untuk menegosiasikan bentuk-bentuk pemajuan dan perlindungan HAM yang […]

  • Bupati Belu Wajibkan Para Camat Lapor Kondisi Covid–19 Setiap Hari

    Bupati Belu Wajibkan Para Camat Lapor Kondisi Covid–19 Setiap Hari

    • calendar_month Sab, 17 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD–KGEH., FINASIM. mengimbau para camat agar berkoordinasi secara intensif dengan para kepala desa dan lurah untuk melakukan pengawasan dan pemantauan ekstra terhadap perkembangan situasi Covid–19 di wilayah masing–masing, terutama terhadap warga yang terpapar dan sedang menjalani isolasi mandiri. Orang yang isolasi mandiri harus diperhatikan baik–baik karena […]

  • Pengembalian 27 Miliar Korupsi BTS Kominfo, Kejagung Panggil Maqdir Ismail

    Pengembalian 27 Miliar Korupsi BTS Kominfo, Kejagung Panggil Maqdir Ismail

    • calendar_month Jum, 7 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Tim Penyidik Kejaksaan Agung akan melakukan pemanggilan terhadap Maqdir Ismail perihal pernyataannya soal sumber dana Rp27 miliar dalam bentuk dolar Amerika Serikat. Berdasarkan informasi dari beberapa media mengenai pernyataan Maqdir Ismail selaku Pengacara terdakwa Irwan Hermawan menyebut bahwa adanya orang yaitu pihak swasta yang mengembalikan uang senilai Rp27 Miliar dalam bentuk […]

  • “Lapar Bisa Tahan, Haus Tidak Bisa” Curhat Warga Sumba ke SPK

    “Lapar Bisa Tahan, Haus Tidak Bisa” Curhat Warga Sumba ke SPK

    • calendar_month Rab, 13 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Loading

    Simon Petrus Kamlasi (SPK) tak ingin masyarakat di Kampung Kalu mengalami masalah air bersih untuk kebutuhan pokok sehari-hari.   Waingapu | Masalah pasokan air bersih di wilayah Kampung Kalu, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Sumba Timur tak kunjung usai. Sebagian besar masyarakat yang tinggal di Kampung Kalu ini tidak mendapat pasokan air bersih sebagai kebutuhan pokok […]

  • Saraswati: Pemerkosaan dalam Pacaran Kerap Terjadi dan Bukan Salah Korban

    Saraswati: Pemerkosaan dalam Pacaran Kerap Terjadi dan Bukan Salah Korban

    • calendar_month Sab, 29 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Belakangan ini, ramai diperbincangkan sebuah kasus pemerkosaan dan pelacuran yang terjadi di Bekasi. Diberitakan bahwa tersangka pelaku, AT (usia 21 tahun) telah berpacaran dengan PU (usia 15 tahun) selama 9 bulan, namun sayangnya hubungan tersebut penuh dengan kekerasan yang dialami oleh korban. Saat keluarga korban membawanya ke Kepolisian untuk melaporkan kekerasan […]

  • Komitmen Kemen PPPA Ciptakan Mediator UPTD/P2TP2A Yang Kompeten

    Komitmen Kemen PPPA Ciptakan Mediator UPTD/P2TP2A Yang Kompeten

    • calendar_month Ming, 9 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor,gardaindonesia.id – Kasus-kasus hukum yang melibatkan perempuan dan anak dan menimbulkan dampak sengketa didalamnya semakin meningkat. Pemahaman dalam penanganan kasus persengketaan atau konflik perlu dilakukan dengan cara musyawarah mufakat. Pendekatan bijak yang mengaktualisasikan nilai-nilai musyawarah mufakat secara optimal dikenal dengan istilah mediasi. Seyogyanya mediasi dapat membiasakan para pihak yang berkonflik untuk menggunakan rasionalitasnya, empatinya serta […]

expand_less