Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Korban Seroja Kab. Kupang Terima Rp25 Juta dari Bantuan Rp50 Juta

Korban Seroja Kab. Kupang Terima Rp25 Juta dari Bantuan Rp50 Juta

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 17 Okt 2024
  • visibility 100
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang | Sejumlah warga Kabupaten Kupang mengeluhkan nominal bantuan dana stimulan perbaikan rumah korban badai Seroja Kabupaten Kupang tahun 2021 yang mereka terima berkurang dari saldo yang tertera dalam buku rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI). Sejumlah warga mengaku saldo yang tertera dalam buku rekening BRI sebesar Rp50 juta, namun saat mereka melakukan pencairan dana tersebut di BRI, mereka hanya menerima Rp25 juta.

Selain keluhan warga, permasalahan bantuan dana stimulan perbaikan rumah korban badai Seroja Kabupaten Kupang tahun 2021 tersebut telah menjadi bahan Pansus DPRD Kabupaten Kupang hingga berujung pada rekomendasi DPRD ke aparat penegak hukum agar diselidiki lebih lanjut.

Menilik kondisi tersebut, Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT, Darius Beda Daton melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang, Semy Tinenti pada Kamis, 10 Oktober 2024.

Kepala BPBD Kabupaten Kupang, Semy Tinenti kepada Ombudsman NTT menegaskan bahwa bahwa berdasarkan hasil review Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), maka pemerintah pusat menggelontorkan dana sebesar Rp 229.090.000.000,- (dua ratus dua puluh sembilan miliar sembilan puluh juta rupiah) untuk 11.036 kepala keluarga (KK) korban bencana Seroja.

Dana senilai Rp229.090.000.000,- itu bertujuan untuk merehabilitasi 2.057 rumah rusak berat, 2.430 rumah rusak sedang dan 6.549 rumah rusak ringan. Namun, setelah pemerintah melakukan verifikasi data ulang, maka data BNBA penerima bantuan Seroja berkurang menjadi 10.620 KK dengan rincian 921 rumah rusak berat, 2 296 rusak sedang dan 7.403 rumah rusak ringan.

Pengurangan jumlah KK berimplikasi pada pengurangan jumlah dana bantuan Seroja yang semula adalah Rp229.090.000.000 seusai (data BNBA) menjadi Rp177.480.000.000,- (seratus tujuh puluh tujuh miliar empat ratus delapan puluh juta rupiah).

Pelaksanaan anggaran tersebut, bener Kalak BPBD Kabupaten Kupang, mengacu pada Juklak Kepala BPBN Nomor 27a Tahun 2021 hal mana ditetapkan syarat dan kriteria penerima bantuan untuk rumah dengan kerusakan ringan sebesar Rp10 juta, sedang Rp25 juta dan berat Rp50 juta.

Disampaikan Kalak BPBD Kabupaten Kupang, pada tanggal 30 April 2022 lalu diadakan launcing penyerahan buku rekening BRI dari Bupati Kupang ke masing-masing penerima. Masing-masing rekening BRI tertera nominal saldo berdasarkan review APIP BNPB untuk klasifikasi ringan, sedang dan berat.

“Hal tersebut sepenuhnya kebijakan BRI Cabang Kupang, bank yang bekerja sama dengan BNPB untuk penyaluran dana seroja. Selanjutnya masih ada tahapan lebih lanjut berdasarkan Juknis yang dibuat oleh BPBD Kabupaten Kupang yaitu tahapan verifikasi dan validasi yang melibatkan tim pendamping yang tugasnya melakukan verifikasi dan validasi lapangan ke rumah warga yang diusulkan,” urai Semy Tinenti.

Lanjut Semy Tinenti, tim melakukan identifikasi kerusakan dan klasifikasi kerusakan secara riil dan dibuat dengan berita acara yang ikut ditandatangani pemilik rumah dan tokoh masyarakat setempat. Selanjutnya dana di BRI dicairkan berdasarkan hasil verifikasi dan validasi yang telah ditandatangani dengan berita acara, bukan berdasarkan data review awal.

“Artinya pada saat verifikasi dan validasi lapangan klasifikasi kerusakan rumah bisa berubah dari rusak berat ke sedang dan ringan sepengetahuan warga penerima bantuan. Terhadap sisa dana yang tidak terbayar karena tidak sesuai syarat dan kriteria saat validasi di lapangan telah disetor kembali ke rekening dana siap pakai BPBD Kabupaten Kupang,” tandas Semy Tinenti.

Merespons kondisi ini, Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT Darius Beda Daton menekankan agar Pemkab Kupang membentuk tim pendamping yang bertugas melakukan verifikasi dan validasi secara riil tersebut menimbulkan efisiensi anggaran karena bantuan hanya diberikan kepada warga yang memenuhi syarat dan kriteria yang ketat.

“Bagi warga yang tidak memenuhi syarat dan kriteria penerima bantuan atau perubahan klasifikasi kerusakan rumah hanya akan dicairkan sesuai kondisi riil kerusakan rumah. Atas kebijakan tersebut, BPBD Kabupaten Kupang mengembalikan banyak anggaran ke pusat,” tandas Darius Beda Daton.(*)

Sumber (*/tim Ombudsman NTT)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘In House Traning’ Kerek Tata Kelola PKBM di Sumba Barat Daya

    ‘In House Traning’ Kerek Tata Kelola PKBM di Sumba Barat Daya

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Tambolaka | Guna memperkuat manajemen dan tata kelola lembaga pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), maka PKBM Eka Tani dan PKBM Dawara Sumba Barat Daya menghelat in house traning (IHT [pelatihan internal untuk peningkatan kompetensi]) bagi para tutor di lembaganya. IHT selama 3 (tiga) hari pada Rabu—Jumat, 7—9 Agustus 2024 di aula PKBM Eka Tani, menghadirkan […]

  • Kuasa Hukum Minta Polisi Segera Tahan Pelaku Perusakan Enam Rumah di Belu

    Kuasa Hukum Minta Polisi Segera Tahan Pelaku Perusakan Enam Rumah di Belu

    • calendar_month Sel, 7 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Kuasa Hukum para korban perusakan enam rumah di Dusun Kimbana B, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Silvester Nahak, SH meminta secara tegas kepada pihak kepolisian untuk segera menahan para pelaku. Baca juga :  http://gardaindonesia.id/2020/01/03/enam-rumah-di-belu-hancur-diserang-massa-wartawan-diancam/ “Jangan kita berdalih bahwa ini massa, karena massa itu kumpulan […]

  • Lonjakan Kasus Covid-19, Gubernur Instruksi Kepala Daerah Fokus 3 T

    Lonjakan Kasus Covid-19, Gubernur Instruksi Kepala Daerah Fokus 3 T

    • calendar_month Sen, 5 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat  (VBL) menginstruksikan para bupati dan wali kota untuk bekerja keras dalam menghentikan penyebaran Covid-19 di wilayah masing-masing, Demikian disampaikan Gubernur melalui Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Marius Ardu Jelamu. “Semua pimpinan daerah agar melakukan tracing, testing, dan treatment (3 T) serta mengontrol dan mengawasi pergerakan masyarakat […]

  • PLTMH Lokomboro Kurang Pasokan Listrik, Pemda SBD & PLN Kembangkan Pembangkit

    PLTMH Lokomboro Kurang Pasokan Listrik, Pemda SBD & PLN Kembangkan Pembangkit

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) adalah pembangkit listrik skala kecil yang memanfaatkan energi air untuk menghasilkan listrik, dengan kapasitas terpasang di bawah 100 kilowatt (kW).   Tambolaka | Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah untuk peningkatan pelayanan kelistrikan bagi masyarakat, Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, melakukan kunjungan kerja ke pembangkit listrik […]

  • AMMTC XVII Labuan Bajo, Dibahas 10 Isu Kejahatan Transnasional

    AMMTC XVII Labuan Bajo, Dibahas 10 Isu Kejahatan Transnasional

    • calendar_month Ming, 20 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menyatakan 900 tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di seluruh wilayah Indonesia telah ditahan. Penindakan terhadap ratusan tersangka itu dilakukan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan adanya penindakan tegas dan pemenuhan hak pekerja migran Indonesia. “Beberapa waktu lalu, Presiden menyampaikan masalah TPPO dan […]

  • Transportasi Dorong Inflasi Desember 2021 di NTT Sebesar 0,89 Persen

    Transportasi Dorong Inflasi Desember 2021 di NTT Sebesar 0,89 Persen

    • calendar_month Sen, 3 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis perkembangan indeks harga konsumen atau inflasi Desember 2021. Gabungan 3 (tiga) Kota di NTT mengalami inflasi sebesar 0,89 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 105,76. Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,96 persen, Kota Maumere mengalami inflasi sebesar 0,34 persen dan […]

expand_less