Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Lahan Kering NTT Sangat Luas; Josef Nae Soi Ajak Politani Optimalkan

Lahan Kering NTT Sangat Luas; Josef Nae Soi Ajak Politani Optimalkan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 4 Okt 2018
  • visibility 33
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – “Lahan kering kita sangat luas. Sekarang orang banyak mencari lahan kering. Kita harus optimalkan lahan kering kita. Mari kita bekerja sama untuk NTT yang lebih baik,”ujar Gubernur 2 NTT Josef Nae Soi saat saat memberikan sambutan pada acara Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Upacara Wisuda Sarjana Terapan Angkatan X dan Ahli Madya Angkatan XXX Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang di Aula Kampus Politani, Kamis (4/10/18).

Drs. Josef A. Nae Soi, MM menegaskan NTT punya sumberdaya alam luar biasa. Namun struktur ekonomi NTT masih termiskin ketiga di Indonesia. “Saatnya kita harus bangkit. NTT sangat kaya. Kita punya matahari dan lahan yang luar biasa. Mari kita tunjukkan kepada Indonesia dan dunia bahwa NTT tidak miskin,” ajaknya

Josef Nae Soi mengajak seluruh civitas akademika Politani Kupang untuk tidak membatasi kiprah. Sebagai mitra pemerintah, lembaga tersebut mesti terus menunjukkan jati diri dalam pendidikan vokasi pertanian berkualitas dan jiwa kewirausahaan. Nae Soi memperkenalkan dua gerakan Pemerintah Provinsi NTT dalam Visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera. Yakni Revolusi Hijau untuk gerakan menanam kelor dan Revolusi Biru untuk optimalisasi wilayah laut.

“Kita tunjukkan kepada dunia.Kalau mau beli kelor, datanglah ke NTT. Karena kita punya kelor terbaik di dunia. Mari kita populerkan dan kembangkan itu bersama bidang-bidang lain seperti garam dan perikanan,” ungkap Josef.

Lebih lanjut Josef Nae Soi mengungkapkan, dirinya sudah mengenal secara baik Politani karena sudah sering mengunjunngi lembaga ini sejak tahun 2000-an. Sebagai lembaga yang berkecimpung di bidang pengetahuan terapan, Politani diajak untuk bersama membangun NTT. “Mari kita bergandengan tangan.Kelola hal-hal praktis. Harus bisa menjadi orang lapangan. Jangan tanyakan bagaimana jagung itu tumbuh, tapi bagaimana menumbuhkan jagung, ” pungkas Nae Soi.

Melinda R. S Moata, SP, M.Sc., Ph.D, Dosen dan Peneliti Tanah dan Sumberdaya Alam pada Politani Kupang dalam orasi ilmiahnya mengungkapkan, lahan kering yang luas di NTT dapat ditatanami tanaman komoditi unggulan lokal seperti pangan, holtikultur dan perkebunan. Mengutip data BPS 2015, ada sekitar 3.584.394 hektar lahan kering dan 210.774 hektar lahan basah di NTT.

Beliau menawarkan pendekatan Circular Economy dengan penggunaan kembali sumberdaya pertanian melalui reducing, reusing dan recycling untuk pembangunan pertanian berkelanjutan.
“Tanaman kelor merupakan salah satu potensi emas untuk pemberdayaan lahan masyarakat karena merupakan sumber pangan berkualitas. Juga baik untuk konservasi dan penambahan unsur hara tanah, “jelas lulusan Doktor Universitas Adelaide-South Australia itu.

Direktur Politani Kupang, Ir. Thomas Lapenangga, MS menegaskan komitmen lembaganya untuk mendukung program-program pemerintah. Menurutnya, penelitian-penelitian dosen dan upaya pengabdian masyarakat diarahkan pada masalah khas NTT seperti optimalisasi lahan kering, pangan lokal, pakan ternak, kesehatan hewan dan lain sebagainya.
“Kami juga mengembangkan pengolahan hasil tanaman kelor. Kami mengajak bapak Gubernur untuk mencicipi mie dan pangsit kelor dari hasil kerajinan dan pengolahan anak-anak Teknokogi Hasil Pangan,” ungkap Thomas.

Untuk meningkatakan daya saing, jelas Thomas Lapenangga, Politani telah mengusulkan pembukaan Program Studi Magister Sains Terapan Ketahanan Pangan kepada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada tahun 2018 ini. “Kami juga sedang mengembangkan pabrik pakan ternak mini. Dalam satu jam, pabrik ini dapat memproduksi satu ton pakan ternak babi, ayam dan sapi,”jelas Thomas.

Para wisudawan/ti Politani periode Oktober 2018 berjumlah 306. Terdiri dari 55 orang Sarjana Sains Terapan dan 251 orang Ahli Madya. Berasal dari lima jurusan yakni Manajemen Lahan Kering, Peternakan, Kehutanan, Tanaman Pangan dan Holtikultura serta Perikanan dan Kelautan. Kelima lulusan terbaik dengan predikat “Dengan Pujian” mendapatkan piagam dan tabungan dari Bank NTT sebesar Rp. 2 juta per orang.

Hadir pada kesempatan tersebut Unsur Forkompinda Provinsi NTT, para mantan Direktur Politani, orang tua dan keuarga wisudawan/ti, civitas akademika Politani, insan pers dan undangan lainnya. (*/humas)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesan Ayodhia untuk Dua Paskibraka Nasional 2024 Asal NTT

    Pesan Ayodhia untuk Dua Paskibraka Nasional 2024 Asal NTT

    • calendar_month Sen, 26 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur, Ayodhia Kalake menerima audiensi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional tahun 2024 asal NTT di ruang kerjanya pada Senin, 26 Agustus 2024. Kedua Paskibraka Nasional 2024 asal NTT tersebut didampingi Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT, Regina Maria. Dua pelajar Paskibraka Nasional 2024 tersebut […]

  • Kadis Kominfo Belu Harap Kemitraan RRI dengan Pemda Ditingkatkan

    Kadis Kominfo Belu Harap Kemitraan RRI dengan Pemda Ditingkatkan

    • calendar_month Sab, 11 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Pemerintah adalah pelayan masyarakat, dan masyarakat adalah pendengar RRI. Ke depan, kemitraan antara RRI Atambua dan Pemerintah Daerah semakin ditingkatkan sehingga upaya–upaya pelayanan terhadap masyarakat dapat dilakukan secara optimal. Tentu, pemerintah siap memberi support agar konten–konten RRI lebih melibatkan masyarakat level bawah. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten […]

  • Jokowi Lewat di Pasar Atambua, Warga Teriak Histeris Namanya

    Jokowi Lewat di Pasar Atambua, Warga Teriak Histeris Namanya

    • calendar_month Jum, 25 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Loading

    Belu, Garda Indonesia | Ribuan warga pasar baru Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tampak sangat antusias menyambut kedatangan Presiden RI, Joko Widodo pada Kamis petang, 24 Maret 2022. Disaksikan Garda Indonesia, warga sudah memenuhi jalan sekitar pasar mulai pukul 14.00 WITA dan diawasi ketat pihak keamanan dari Polres, Brimob dan TNI. Hingga […]

  • Gubernur VBL Dijuluki Bapak Infrastruktur oleh Masyarakat Desa Kaeneno

    Gubernur VBL Dijuluki Bapak Infrastruktur oleh Masyarakat Desa Kaeneno

    • calendar_month Kam, 8 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), menerima kunjungan Kepala Desa Kaeneno, Kecamatan Fautmolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Gusti Fallo, S.Pt., Sekretaris Desa dan perwakilan masyarakat bertempat di ruang kerjanya, pada Kamis 8 Juli 2021. Kunjungan ini berkaitan dengan telah dipasangnya jaringan listrik di wilayah tersebut. Kepada perwakilan masyarakat dan […]

  • Ayodhia : Proses Bayar TPP ASN Pemrov NTT Maret & April 2023

    Ayodhia : Proses Bayar TPP ASN Pemrov NTT Maret & April 2023

    • calendar_month Sab, 23 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake menegaskan bahwa pemerintah tetap mengalokasikan tambahan penghasilan pegawai (TPP) pada rancangan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah  (APBD) tahun anggaran 2023. Penegasan Penjabat Gubernur NTT yang dilantik Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian pada 5 September 2023 tersebut, disampaikannya saat menghadiri rapat paripurna ke-3 masa persidangan 1 […]

  • Saya Menangis

    Saya Menangis

    • calendar_month Sab, 30 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Iyyas Subiakto Pagi ini, sudah hampir dua bulan saya merasakan sakit ngilu di pinggul. Sudah di terapi dan diurut, namun tak reda juga rasa sakitnya. Masalah usaha sudah setahun di tengah pandemi harus bertahan optimal. Ada investasi yang sudah setahun belum bisa berjalan karena pasarnya drop. Keadaan ini cukup berat juga dirasakan karena […]

expand_less