Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Lahan Kering NTT Sangat Luas; Josef Nae Soi Ajak Politani Optimalkan

Lahan Kering NTT Sangat Luas; Josef Nae Soi Ajak Politani Optimalkan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 4 Okt 2018
  • visibility 120
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – “Lahan kering kita sangat luas. Sekarang orang banyak mencari lahan kering. Kita harus optimalkan lahan kering kita. Mari kita bekerja sama untuk NTT yang lebih baik,”ujar Gubernur 2 NTT Josef Nae Soi saat saat memberikan sambutan pada acara Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Upacara Wisuda Sarjana Terapan Angkatan X dan Ahli Madya Angkatan XXX Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang di Aula Kampus Politani, Kamis (4/10/18).

Drs. Josef A. Nae Soi, MM menegaskan NTT punya sumberdaya alam luar biasa. Namun struktur ekonomi NTT masih termiskin ketiga di Indonesia. “Saatnya kita harus bangkit. NTT sangat kaya. Kita punya matahari dan lahan yang luar biasa. Mari kita tunjukkan kepada Indonesia dan dunia bahwa NTT tidak miskin,” ajaknya

Josef Nae Soi mengajak seluruh civitas akademika Politani Kupang untuk tidak membatasi kiprah. Sebagai mitra pemerintah, lembaga tersebut mesti terus menunjukkan jati diri dalam pendidikan vokasi pertanian berkualitas dan jiwa kewirausahaan. Nae Soi memperkenalkan dua gerakan Pemerintah Provinsi NTT dalam Visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera. Yakni Revolusi Hijau untuk gerakan menanam kelor dan Revolusi Biru untuk optimalisasi wilayah laut.

“Kita tunjukkan kepada dunia.Kalau mau beli kelor, datanglah ke NTT. Karena kita punya kelor terbaik di dunia. Mari kita populerkan dan kembangkan itu bersama bidang-bidang lain seperti garam dan perikanan,” ungkap Josef.

Lebih lanjut Josef Nae Soi mengungkapkan, dirinya sudah mengenal secara baik Politani karena sudah sering mengunjunngi lembaga ini sejak tahun 2000-an. Sebagai lembaga yang berkecimpung di bidang pengetahuan terapan, Politani diajak untuk bersama membangun NTT. “Mari kita bergandengan tangan.Kelola hal-hal praktis. Harus bisa menjadi orang lapangan. Jangan tanyakan bagaimana jagung itu tumbuh, tapi bagaimana menumbuhkan jagung, ” pungkas Nae Soi.

Melinda R. S Moata, SP, M.Sc., Ph.D, Dosen dan Peneliti Tanah dan Sumberdaya Alam pada Politani Kupang dalam orasi ilmiahnya mengungkapkan, lahan kering yang luas di NTT dapat ditatanami tanaman komoditi unggulan lokal seperti pangan, holtikultur dan perkebunan. Mengutip data BPS 2015, ada sekitar 3.584.394 hektar lahan kering dan 210.774 hektar lahan basah di NTT.

Beliau menawarkan pendekatan Circular Economy dengan penggunaan kembali sumberdaya pertanian melalui reducing, reusing dan recycling untuk pembangunan pertanian berkelanjutan.
“Tanaman kelor merupakan salah satu potensi emas untuk pemberdayaan lahan masyarakat karena merupakan sumber pangan berkualitas. Juga baik untuk konservasi dan penambahan unsur hara tanah, “jelas lulusan Doktor Universitas Adelaide-South Australia itu.

Direktur Politani Kupang, Ir. Thomas Lapenangga, MS menegaskan komitmen lembaganya untuk mendukung program-program pemerintah. Menurutnya, penelitian-penelitian dosen dan upaya pengabdian masyarakat diarahkan pada masalah khas NTT seperti optimalisasi lahan kering, pangan lokal, pakan ternak, kesehatan hewan dan lain sebagainya.
“Kami juga mengembangkan pengolahan hasil tanaman kelor. Kami mengajak bapak Gubernur untuk mencicipi mie dan pangsit kelor dari hasil kerajinan dan pengolahan anak-anak Teknokogi Hasil Pangan,” ungkap Thomas.

Untuk meningkatakan daya saing, jelas Thomas Lapenangga, Politani telah mengusulkan pembukaan Program Studi Magister Sains Terapan Ketahanan Pangan kepada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada tahun 2018 ini. “Kami juga sedang mengembangkan pabrik pakan ternak mini. Dalam satu jam, pabrik ini dapat memproduksi satu ton pakan ternak babi, ayam dan sapi,”jelas Thomas.

Para wisudawan/ti Politani periode Oktober 2018 berjumlah 306. Terdiri dari 55 orang Sarjana Sains Terapan dan 251 orang Ahli Madya. Berasal dari lima jurusan yakni Manajemen Lahan Kering, Peternakan, Kehutanan, Tanaman Pangan dan Holtikultura serta Perikanan dan Kelautan. Kelima lulusan terbaik dengan predikat “Dengan Pujian” mendapatkan piagam dan tabungan dari Bank NTT sebesar Rp. 2 juta per orang.

Hadir pada kesempatan tersebut Unsur Forkompinda Provinsi NTT, para mantan Direktur Politani, orang tua dan keuarga wisudawan/ti, civitas akademika Politani, insan pers dan undangan lainnya. (*/humas)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga dan Pelaku Usaha Tak Taat Aturan Covid-19, Camat & Lurah Sosialisasi

    Warga dan Pelaku Usaha Tak Taat Aturan Covid-19, Camat & Lurah Sosialisasi

    • calendar_month Sab, 30 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Menyikapi penyebaran Covid-19 di Kota Kupang dan menindaklanjuti rapat bersama Pemerintah Provinsi NTT tentang penanganan Covid-19 di wilayah Pemkot Kupang, maka Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay,  melakukan pertemuan dan memberikan arahan kepada para Camat dan Lurah di di podium upacara Kantor Wali Kota Kupang pada Jumat pagi, 29 Januari […]

  • Menteri Keuangan Purbaya Kasih Opsi MBG Diganti 10Kg Beras

    Menteri Keuangan Purbaya Kasih Opsi MBG Diganti 10Kg Beras

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Loading

    Negara ini sedang demam proyek makan bergizi gratis alias MBG. Anggaran disiapkan bak mahar perkawinan mewah, Rp71 triliun. Tapi apa daya, sampai jelang tutup buku, baru Rp13 triliun yang berhasil ditelan birokrasi. Sisanya? Menggantung di udara, bagai nasi basi di meja resepsi. Maka, muncullah Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, sang juru selamat anggaran, dengan ide suci. […]

  • Bank NTT Siap Dana 300 Miliar Untuk 30 Ribu Hektar Lahan di Nagekeo

    Bank NTT Siap Dana 300 Miliar Untuk 30 Ribu Hektar Lahan di Nagekeo

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Mbay, Garda Indonesia | Guna mendukung penuh Program TJPS (Tanam Jagung Panen Sapi) Pemda NTT, Bank NTT siap mendukung dengan dana Rp300 miliar. Dana senilai itu akan mendukung para petani dengan menyediakan modal usaha guna memperlancar program TJPS. Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, mengatakan pembiayaan untuk 1 hektar lahan, Bank NTT menyiapkan […]

  • Dinas Perikanan dan Kelautan NTT Budidaya Ikan Kakap Putih & Kerapu

    Dinas Perikanan dan Kelautan NTT Budidaya Ikan Kakap Putih & Kerapu

    • calendar_month Kam, 3 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Tanggal 5 September nanti, Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur genap dua tahun menakhodai NTT. Program-program strategis keduanya khususnya di bidang kelautan dan perikanan diharapkan sudah menjangkau banyak masyarakat NTT dalam meningkatkan taraf kehidupan mereka,” urai Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Djelamu dalam sesi konferensi pers di ruang Media […]

  • Kementerian PUPR Raih Sertifikat Akreditasi Lembaga Diklat dari LAN

    Kementerian PUPR Raih Sertifikat Akreditasi Lembaga Diklat dari LAN

    • calendar_month Ming, 21 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan sertifikasi akreditasi dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). Sertifikasi ini merupakan bukti Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR berkompeten menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) SDM. Pengembangan SDM Indonesia menjadi fokus pembangunan Pemerintah setelah sebelumnya fokus pada pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur juga memerlukan SDM yang […]

  • Kawal Libur Akhir Tahun di Jayapura, Ditjen Hubud Buka Posko Terpadu

    Kawal Libur Akhir Tahun di Jayapura, Ditjen Hubud Buka Posko Terpadu

    • calendar_month Ming, 30 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Jayapura, gardaindonesia.id | Libur akhir tahun Natal dan Tahun Baru merupakan momen yang ditunggu- tunggu oleh hampir seluruh masyarakat di Indonesia, apalagi bertepatan dengan libur anak sekolah, sehingga banyak orang menggunakan kesempatan ini untuk mengunjungi keluarga di kampung halaman atau sekedar memanjakan diri dengan menyambangi tempat-tempat wisata. Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia di […]

expand_less