Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Larangan Bekarang versus Kuliner Lokal Larantuka

Larangan Bekarang versus Kuliner Lokal Larantuka

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 14 Okt 2024
  • visibility 208
  • comment 0 komentar

Loading

Larantuka | Bekarang adalah dialek melayu tempatan, yang merupakan suatu praktik sosial budaya masyarakat Larantuka dalam mencari ikan atau biota laut lainnya ketika air laut surut.

Kesempatan ini digunakan orang-orang di Larantuka dan sekitarnya untuk turun Bekarang, orang dewasa hingga anak-anak akan turun ke laut membawa serta ember, pisau, nere (anyaman dari daun lontar berbentuk kerucut), dan alat pancing. Sepanjang sore hingga malam, mereka akan sibuk mencari siput dan kerang di cela-cela karang dan pasir.

Kadang aktivitas ini justru menjadi ajang rekreasi bersama keluarga dan teman-teman sekaligus mengumpulkan lauk untuk makan malam di rumah. Kebiasaan ini kemudian mempengaruhi ragam kuliner masyarakat Larantuka yang selalu didominasi oleh makanan-makanan yang bersumber dari laut. Sebut saja Mudu (kuliner Larantuka dengan bahan dasar biota laut).

Namun aktivitas yang menyenangkan ini perlahan-lahan mengalami pergeseran. Akhir-akhir ini, Bekarang justru menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar, khususnya para nelayan, pemerhati lingkungan, dan pemerintah daerah.

Kegiatan yang berlangsung masif seperti membawa besi panjang berujung runcing untuk menangkap gurita lalu membongkar bebatuan untuk menemukan ikan yang terperangkap di genangan air sebagian besar justru ikan-ikan yang dilindungi, serta kelakuan oknum-oknum tertentu yang mulai menggunakan bahan-bahan kimia tampaknya mulai mengancam keberlangsungan ekosistem laut di Larantuka. Dalam sebulan, air laut akan surut jauh sebanyak dua kali, dan itu semakin banyak masyarakat turun untuk Bekarang, tak jarang ada yang masuk hingga ke daerah perlindungan laut [DPL].

Peserta Flores Writers Festival (FEF) 2024 sementara menyimak diskusi terkait pelataran talud Kawasan Perlindungan Terumbu Karang Larantuka.

Di Flores Writers Festival 2024, Bekarang coba dibenturkan dengan kondisi lingkungan alam kita saat ini. Bagaimana aktivitas warga yang sebelumnya begitu melekat dengan keseharian justru kemungkinan besar menjadi salah satu variabel yang menyebabkan perubahan iklim atau climate change berlangsung masif saat ini.

Menyikapi permasalahan tersebut, FWF dalam program telusurnya, menghadirkan para penggiat Bekarang dan pemerhati lingkungan laut di pelataran talud Kawasan Perlindungan Terumbu Karang Larantuka untuk berdiskusi menyikapi hal tersebut. Yang dihadirkan di sana Kiston Diaz sebagai pegiat Bekarang kuliner lokal, serta Petrus Ignasius Diaz sebagai anggota Pokmaswas Sandominggo sekaligus anggota BERGUNA (Bergiat Untuk Nusa) yang telah berhasil mengedukasi warga dan menutup pantai dan laut dari aktivitas Bekarang.

Para peserta yang terdiri dari para undangan FWF dan anggota berbagai komunitas se-Flores – Lembata cukup antusias mengikuti acara ini, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan masukan yang diberikan.

Mengakhiri pembicaraannya, Petrus mengucapkan terima kasih kepada FWF atas apresiasinya dan akan terus bergiat, “Terima kasih atas apresiasinya, kami akan semakin giat untuk menjaga laut dan transplantasi terumbu karang” terangnya.(*)

Sumber (*/Berguna/ Kurator FWF)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayo Menanam ala Golkar NTT, Edukasi Pelajar Cara Menanam di Pekarangan

    Ayo Menanam ala Golkar NTT, Edukasi Pelajar Cara Menanam di Pekarangan

    • calendar_month Rab, 14 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pelajar dari 27 sekolah di Kota Kupang diundang oleh DPD Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk berpartisipasi dalam gerakan ‘Ayo Menanam’ dalam rangkaian acara HUT ke-74 RI dan menyongsong HUT ke-55 Partai Golkar NTT pada Oktober 2019. Pantauan media ini, pelajar SMP dan SMA seputar Kota Kupang antusias mengikuti gerakan […]

  • Luangkan Waktu 3 Menit, Hormati Peringatan Detik-detik Proklamasi

    Luangkan Waktu 3 Menit, Hormati Peringatan Detik-detik Proklamasi

    • calendar_month Sel, 11 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Keterlibatan aktif seluruh masyarakat dalam Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilakukan secara virtual sangat diharapkan. Tepat pada pukul 10.17 WIB pada Senin, 17 Agustus 2020 mendatang, seluruh masyarakat diminta menghentikan kegiatan sejenak dan mengambil sikap sempurna untuk menghormati peringatan tersebut. “Hentikan semua kegiatan dan aktivitas Saudara selama tiga menit […]

  • IAKN Kupang Targetkan Punya Dua Guru Besar

    IAKN Kupang Targetkan Punya Dua Guru Besar

    • calendar_month Rab, 18 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Sejak November 2024, IAKN Kupang telah meluncurkan platform media sosial. Inisiatif ini membuahkan hasil, IAKN Kupang berhasil meraih peringkat ke-6 dalam daftar perguruan tinggi terbaik di NTT versi Webometrics.   Kupang | Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang mencetak sejarah baru dalam dunia pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada apel kesadaran yang berlangsung […]

  • PLN UIW NTT & Kemenristek Dikti Revitalisasi Sekolah di Sumba

    PLN UIW NTT & Kemenristek Dikti Revitalisasi Sekolah di Sumba

    • calendar_month Sel, 6 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Revitalisasi SDK Marsudirini menjadi simbol penting dalam upaya menghadirkan sekolah berbasis digital dan fasilitas yang lebih layak bagi peserta didik di pelosok Nusantara.   Kupang | PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) mendukung program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemenristek Dikti). Dukungan ini diwujudkan […]

  • Wabup Belu Perintah Camat dan Lurah Pastikan Warga Miliki Data Identitas

    Wabup Belu Perintah Camat dan Lurah Pastikan Warga Miliki Data Identitas

    • calendar_month Sel, 6 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. didampingi Penjabat Sekda, Frans Manafe, S.Pi., menginstruksikan kepada para Camat dan Lurah se–Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk proaktif melakukan pendataan identitas warganya di wilayah masing–masing, dengan membangun komunikasi intensif bersama para kepala desa, kepala dusun, ketua RT dan RW. Demikian arahan […]

  • Jadi Kepala BI NTT, Agus Widjajati Dikukuhkan Deputi Gubernur BI

    Jadi Kepala BI NTT, Agus Widjajati Dikukuhkan Deputi Gubernur BI

    • calendar_month Rab, 7 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT) menghelat pengukuhan kepala kantor baru mereposisi jabatan yang semula diemban oleh Stefanus Donny Heatubun yang telah purna tugas. Amanah sebagai penjaga kestabilan rupiah di wilayah Nusa Tenggara Timur dengan jajaran kepulauan sejumlah 1.192 ini dihelat pada Rabu pagi, 7 Februari 2024 […]

expand_less