Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Megawati Bakal Dukung Ganjar Pranowo

Megawati Bakal Dukung Ganjar Pranowo

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 21 Jun 2022
  • visibility 113
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Asyari Usman

Ujung pertarungan (sandiwara atau serius) antara Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Jokowi, sudah mulai terlihat makin jelas. Bu Mega akan terpojok. Dan tak berkutik. Beliau dan PDIP akhirnya akan mendukung Ganjar Pranowo menjadi capres 2024. Jokowi, yang di-backup Luhut Binsar Panjaitan dan oligarki, terlalu kuat untuk dilawan oleh Bu Mega.

Dari mana kesimpulan ini dapat ditarik? Mudah sekali. Sangat kasat mata.

Ada sekian banyak hal yg membuat Bu Mega terpaksa mendukung Ganjar.

Pertama, Jokowi dan Luhut jauh lebih konkret dan rapi menyiapkan Ganjar. Persiapannya terstruktur dan sistematis. Semua persimpangan dan tikungan telah dikuasai. Seluruh proses Pilpres dari A sampai Z sudah ada dalam kendali oligarki.

Kedua, bagaimana pun juga Ganjar adalah kader Banteng yang teruji dan tulen. Dia bukan politisi kutu loncat seperti Ruhut Sitompul, Tjahjo Kumolo, dan lainnya. Ganjar adalah bintang PDIP.

Ketiga, di atas kertas, Ganjar dipastikan duduk di kursi presiden. Dengan kekuatan oligarki. Bu Mega bakal kehilangan semuanya kalau menolak Ganjar. Jadi, akan sangat naif jika Bu Mega berkeras mencalonkan figur lain semisal Prabowo Subianto atau Anies Baswedan.

Keempat, dengan mendukung Ganjar yang di atas kertas pasti jadi, setidaknya Bu Mega masih akan dihormati Ganjar. Plus, Ganjar tetap terbilang “petugas partai”.

Kelima, ini yang sangat penting, Bu Mega bisa kehilangan PDIP. Ganjar, dengan kekuatan finansial yang disediakan oligarki, bisa dengan mudah mengambil alih Banteng. Dia akan menjadi ketua umum. Luhut mengerti cara menyingkirkan Bu Mega dari kursi ketum. Friksi di internal PDIP bisa dieksploitasi oleh Luhut.

Keenam, faktor ini disadari oleh Bu Mega. Beliau tak punya pilihan lain kecuali mendukung Ganjar. Terlalu besar risiko menjadikan Prabowo Subianto atau Anies Baswedan calon presiden.

Bu Mega memang terpaksa akan menyerah dan menerima Ganjar sebagai capres 2024. Bahkan, Bu Ketum juga harus menerima Erick Thohir sebagai cawapres untuk Ganjar. Puan Maharani termasuk korban yang harus direlakan Bu Mega. Puan tak mungkin menjadi cawapres untuk Ganjar karena sesama Banteng.

Lagi pula, PDIP perlu ‘bohir’ seperti Erick. Jadi, akhir dari perseteruan —kalau pun bukan sandiwara— antara Jokowi dan Bu Mega tentang posisi Ganjar, sudah nyata dimenangkan oleh Jokowi. Aslinya, tentu saja ini kemenangan oligarki cukong. Juga kemenangan Luhut sebagai operator politik Jokowi.(*)

Sabtu, 18 Juni 2022

Penulis merupakan Jurnalis dan Pemerhati Sosial Politik

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasca-peluncuran, Kredit Kendaraan Bermotor Bank NTT Tuai 47 Unit

    Pasca-peluncuran, Kredit Kendaraan Bermotor Bank NTT Tuai 47 Unit

    • calendar_month Sel, 2 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Prestasi dicatatkan oleh Bank NTT, khusus untuk program yang inovatif, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Usai diluncurkan pada 29 Mei 2022 di atrium Lippo Plaza Kupang, hingga kini bank kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur ini sukses memfasilitasi masyarakat untuk memiliki kendaraan impian mereka. Hingga Jumat, 29 Juli 2022 atau 62 hari, (berdasar […]

  • Keprihatinan Atas Sikap PKB terhadap NU

    Keprihatinan Atas Sikap PKB terhadap NU

    • calendar_month Sen, 19 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Yucundianus Lepa Sikap PKB di bawah kepemimpinan Dr.HA. Muhaimin Iskandar, M.Si. yang cenderung berkonfrontasi secara terbuka dengan PBNU, melahirkan keprihatinan banyak pihak. Tidak hanya kalangan NU, tetapi para jajaran kepemimpinan hingga simpatisan PKB, bahkan masyarakat luas. Sejarah tidak akan pernah menafikan hubungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan NU. Semua mencatat itu sebagai hubungan […]

  • Dilantik oleh Gubernur VBL di Rote Ndao, Alex Riwu Kaho Jadi Dirut Bank NTT

    Dilantik oleh Gubernur VBL di Rote Ndao, Alex Riwu Kaho Jadi Dirut Bank NTT

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao, Garda Indonesia | Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT yang dipimpin oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pemegang saham pengendali PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) di Aula Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Jalan Ne’e Mok, Kelurahan Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, pada Kamis, 22 Oktober 2020, […]

  • Menkeu Purbaya Semakin Berani, Luhut Terusik

    Menkeu Purbaya Semakin Berani, Luhut Terusik

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Loading

    Purbaya, awalnya diremehkan. Maklum yang diganti itu Sri Mulyani, Menkeu terbaik. Tak butuh lama, Purbaya semakin menarik simpati publik, nama Jeng Sri pun semakin tergeser. Terbaru, Luhut, menteri serba bisa di eranya mulai terusik oleh keberanian menteri yang dijuluki koboi itu. Di republik yang penuh seminar, spanduk, dan kalimat manis pejabat, tiba-tiba muncul satu manusia […]

  • Pilkada Mau Ditarik, Rakyat Mau Diparkir

    Pilkada Mau Ditarik, Rakyat Mau Diparkir

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Rosadi Jamani Tukang sablon, tukang jahit, pemasang baliho, digital printing, biro iklan, pengincar amplop, kumpul di sini sebentar. Soalnya, Prabowo and the geng, akan mengubah Pilkada tidak lagi secara langsung, melainkan cukup dipilih DPRD. Kalau ini gol, semua kalian akan gigit jari, tak ada order lagi macam dulu. Order itu diperuntukkan bagi wakil […]

  • Kemenkumham Tolak Kongres Luar Biasa Demokrat Deli Serdang

    Kemenkumham Tolak Kongres Luar Biasa Demokrat Deli Serdang

    • calendar_month Rab, 31 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah secara resmi memutuskan menolak permohonan pengesahan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatra Utara pada 5 Maret 2021. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H. Laoly mengatakan hasil KLB tersebut tidak memenuhi kelengkapan dokumen yang telah diprasyaratkan. Yasonna Laoly menegaskan tata cara pemeriksaan dan […]

expand_less