Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Pembantu Rumah Tangga Asal TTS Dianiaya Penjudi Bingo di Belu

Pembantu Rumah Tangga Asal TTS Dianiaya Penjudi Bingo di Belu

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 10 Jan 2021
  • visibility 148
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Nasib nahas menimpa seorang wanita kelahiran Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nelci Manao (36), yang kesehariannya memenuhi kebutuhan keluarga dengan bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT).

Ia dihina dan dianiaya hingga babak belur dan sempat tak sadarkan diri oleh tetangganya dan sekelompok penjudi Bingo di Lingkungan Lesepu, RT 18C/ RW 05, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, pada Minggu siang, 3 Januari 2021, pukul 13.00 WITA.

Menurut pengakuan Nelci kepada wartawan pada Senin, 4 Januari 2021, bahwa ia diolok dengan kata – kata “pembantu rumah tangga dan membawa  pulang nasi sisa ke rumahnya”.

Sebelum penganiayaan yang disertai dengan tendangan ke tubuhnya oleh pelaku A, F dan L itu terjadi, urai Nelci, kelompok penjudi itu terlebih dahulu mengejek dan mempermalukannya di lokasi perjudian dengan kata – kata tak senonoh. Ejekan – ejekan itu pun sudah sering kali dialami Nelci dan ia selalu berusaha mengabaikan. Namun, rupanya pada Minggu siang tragis itu, kesabaran Nelci terlampau tak terkontrol, lalu menghampiri kelompok penjudi itu untuk sekadar mempertanyakan alasan dirinya dihina.

Saat itulah, Nelci  diserang secara membabi buta oleh kelompok penjudi Bingo di lokasi perjudian, dan berkelanjutan di rumahnya beberapa saat kemudian, dengan menggunakan kumpulan batu yang dibungkus dalam kain Bali dan setangkai sapu lidi tanpa ada perlawanan.

Akibatnya, Nelci Manao menderita memar pada dahi, kepala dan sekujur tubuhnya. Bahkan, merasa pusing hingga seharian penuh.

“Saya, setelah cuci pakaian di rumah tetangga, saya pergi ke rumah kakak. Saat saya balik ke rumah, pelaku A bersama beberapa orang sedang bermain Bingo menyindir saya, bilang pulang kampung jangan datang lagi karena sama saja menjadi pembantu di rumah orang dan pulang bawa makanan sisa. Tidak tahu kerja, hanya jadi pembantu,” kisah Nelci menirukan kata-kata hinaan si A, sembari mengaku sangat malu lantaran ditertawai kelompok Penjudi Bingo tersebut.

Nelsi menuturkan, bahwa usai diolok dan dianiaya di lokasi perjudian, ia kembali ke rumahnya. Ia pun tidak menduga, kalau pelaku berinisial A dan suaminya F bersama keluarga berinisial L membuntut dan menganiayanya di rumah sejam kemudian hingga jatuh pingsan.

“Sekitar setengah jam baru saya sadar. Saya langsung naik ojek pergi lapor polisi. Saya juga sudah visum di RSUD Atambua,” tuturnya.

Kapolres Belu AKBP Khairul Saleh melalui Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Wira Satria Yudha yang dikonfirmasi wartawan di Ruang Kerjanya pada Kamis sore, 7 Januari 2021, menuturkan bahwa laporan itu belum ada. Bahkan, untuk memastikan ada tidaknya laporan tersebut, Kasat Wira Satria memerintahkan dua anggotanya mengecek di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Namun, tetap juga tidak ada.

Selanjutnya, sesuai dengan salinan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan/ Penyidikan (SP2HP) yang diterima Garda Indonesia pada Minggu petang, 10 Januari 2021, tertera kasus tersebut sudah dilaporkan sejak Minggu, 3 Januari 2021 dengan Laporan Polisi, Nomor: LP 01 / I / 2021 / Polres Belu tentang tindak pidana di muka umum bersama–sama melakukan kekerasan terhadap orang (pengeroyokan) a.n. Fransisca, CS.

“Bersama ini, kami beritahukan bahwa kami telah melakukan penyelidikan tindak pidana tersebut dan perkembangan hasil penyelidikan selanjutnya akan kami beritahukan kepada saudari dan kami telah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan untuk menaikkan ke tingkat penyidikan kami masih menunggu hasil VER (Visum Et Repertum) dari Rumah Sakit Umum Gabriel Manek, serta pemanggilan calon tersangka”, isi poin 2 dalam surat bertanggal 6 November 2021, ditujukan kepada pelapor Nelsi Manao dan ditandatangan oleh penyidik Agus Haryono, S.H. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Foto utama (*/pixabay)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • KBPP & PP Polri Wilayah NTT Segera Miliki Kantor Sekretariat Sendiri

    KBPP & PP Polri Wilayah NTT Segera Miliki Kantor Sekretariat Sendiri

    • calendar_month Ming, 27 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) dan Pengurus Purnawirawan Polri (PP Polri) yang ada di wilayah Polda NTT akan memiliki kantor sekretariat sendiri. Pekerjaan perdana dengan melakukan pembersihan lokasi oleh pekerja dan para purnawirawan baik dari (PP Polri) maupun (KBPP Polri) di Jalan Taruna, Kelurahan Todekisar, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang […]

  • Listrik Masuk ke Desa Balus Permai Manggarai Timur dan di Pulau Lembata

    Listrik Masuk ke Desa Balus Permai Manggarai Timur dan di Pulau Lembata

    • calendar_month Sel, 29 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Loading

    Flores, Garda Indonesia | Pembangunan listrik ke darah 3T (Terdepan, Tertinggal dan Terluar) terus diupayakan demi mewujudkan energi berkeadilan hingga pelosok nusantara. Di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, PLN berhasil melistriki Desa Belobatang, Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata dan Desa Balus Permai, Borong, Kabupaten Manggarai Timur; usai membangun jaringan listrik ke desa – desa tersebut […]

  • AKSI SIAGA, Tekan Angka Kemiskinan NTT Menjadi 10 Persen

    AKSI SIAGA, Tekan Angka Kemiskinan NTT Menjadi 10 Persen

    • calendar_month Sel, 19 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (BPS Provinsi NTT) memotret tren kemiskinan setahun terakhir menunjukkan garis kemiskinan (GK) rata-rata NTT mengalami peningkatan dari Rp461 ribu pada Maret 2022 menjadi Rp507 ribu per kapita per bulan pada Maret 2023 atau mengalami peningkatan sebesar 10,1 persen. GK makanan sebesar Rp389,5 ribu dan GK non-makanan Rp117,7 ribu. […]

  • Gubernur Viktor Imbau Anak Muda Miliki Spirit Patriotisme

    Gubernur Viktor Imbau Anak Muda Miliki Spirit Patriotisme

    • calendar_month Kam, 16 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Saya mau anak-anak muda untuk juga memiliki spirit patriotisme yang besar. Anak muda yang adalah orang maluku di NTT ataupun anak muda asli NTT harus punya semangat perjuangan. Kamu harus punya minat dan daya tarik untuk mengubah keadaan jadi lebih baik. Turut berperan aktif membawa NTT keluar dari stigma buruk. Meskipun […]

  • Ayo Terapkan 4 Sehat 5 Sempurna Kekinian Hadapi Covid-19

    Ayo Terapkan 4 Sehat 5 Sempurna Kekinian Hadapi Covid-19

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kita yang menginjak usia 40 tahunan tentu masih ingat dengan slogan 4 Sehat 5 Sempurna. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 atau GTPPC19 Doni Monardo mengadopsi slogan itu untuk menghadapi virus SARS-CoV-2 yang sedang melanda tanah air. Dulu, slogan 4 Sehat 5 Sempurna digunakan sebagai pengingat yang mudah untuk masyarakat. Masyarakat […]

  • SPK : Sirih Pinang Kapur Selalu Bersama Masyarakat NTT

    SPK : Sirih Pinang Kapur Selalu Bersama Masyarakat NTT

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Loading

    Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki ragam budaya khas, salah satunya yaitu budaya atau tradisi Oko Mama. Bukan nama orang, namun nama tempat sirih pinang, barang khas Suku Dawan di Pulau Timor, sering  digunakan sebagai wadah untuk memberikan siri pinang kepada tamu. Siapa pun yang bertamu ke rumah warga Suku Dawan (Atoin Meto) di Pulau […]

expand_less