Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Polri Buka Penyelidikan Baru Kasus Dugaan Pencabulan Tiga Anak di Luwu Timur

Polri Buka Penyelidikan Baru Kasus Dugaan Pencabulan Tiga Anak di Luwu Timur

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 15 Okt 2021
  • visibility 147
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Polri membuka penyelidikan baru terkait kasus dugaan pencabulan tiga anak di bawah umur di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polri membuat laporan polisi (LP) tipe A yang dibuat penyidik Polri pada dua hari lalu.

“Saya mendapatkan update dari tim asistensi dari tim Luwu Timur. Di mana penyidik telah membuat laporan polisi model A tertanggal 12 Oktober 2021, perihal adanya dugaan pencabulan anak di bawah umur. Itu ditulis pelaku dalam proses lidik,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, pada Kamis, 14 Oktober 2021.

Kombes Ramadhan mengatakan penyelidikan difokuskan dalam rentang waktu 25—31 Oktober 2019. Pasalnya, pada tanggal 31 Oktober 2019 lalu, ibu korban melakukan pemeriksaan medis terhadap 3 anaknya yang diduga dicabuli ayahnya sendiri dan ditemukan kelainan.

Dari hasil visum kepolisian yang dilakukan pada 9 Oktober dan 24 Oktober 2019, tidak ditemukan kelainan pada 3 anak yang diduga menjadi korban pencabulan.

“Disampaikan bahwa yang akan didalami oleh penyidik nanti adalah hasil pemeriksaan dari tempus atau waktu tanggal 25, sampai diperiksanya ketiga korban tersebut di tanggal 31. Kenapa? Karena disampaikan bahwa pemeriksaan visum tanggal 9, dokter menyatakan tidak ada kelainan,” tuturnya.

Pemeriksaan kedua tanggal 24, imbuh Kombes Ramadhan, dokter menyatakan tidak ada kelainan. Kemudian pemeriksaan medis oleh ibu korban di tanggal 31 menunjukkan ada katakanlah kelainan.

“Kami tidak sampaikan vulgar karena visum ini tidak bisa dibuka secara vulgar,” tegas Ramadhan.

Lebih lanjut, kata Ramadhan, polisi sudah mulai melakukan penyelidikan dengan memeriksa dokter IM yang melakukan pemeriksaan medis terhadap korban di tanggal 31 Oktober 2019 itu. Korban diketahui menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Vale Sorowako.

“Tapi pemeriksaan medis yang dilakukan tanggal 31 oleh dokter IM, kira-kira ada kelainan. Sehingga penyidik akan mendalami peristiwa tempus atau waktu mulai tanggal 25 Oktober 2019 sampai 31 Oktober 2019. Orang tua korban telah melakukan pemeriksaan sampai 4 atau 5 kali dan terakhir di tanggal 10 Desember 2019, ini yang kelima ya, telah dilakukan terapi terakhir oleh Dokter Ira,” imbuh Ramadhan.(*)

Sumber dan foto (*/Humas Polri)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ray Dalio Sebut Berinvestasi Emas Tahan Berbagai Krisis

    Ray Dalio Sebut Berinvestasi Emas Tahan Berbagai Krisis

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Loading

    Investasi emas merupakan metode menyimpan aset aman (safe haven) untuk jangka panjang (di atas 3—5 tahun), yang efektif melindungi kekayaan dari inflasi karena harganya cenderung naik, likuid, dan tahan krisis. Pilihan utama meliputi emas batangan (fisik) dan tabungan emas digital yang terjangkau, legal, dan mudah dijual kembali (buyback). Investasi emas pun sebaiknya tidak untuk mencari […]

  • Tiga Strategi Bank NTT Dukung Pemerintah Menuju Bangkit dan Sejahtera

    Tiga Strategi Bank NTT Dukung Pemerintah Menuju Bangkit dan Sejahtera

    • calendar_month Sab, 5 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bank NTT berfokus kepada hal-hal teknis bagaimana road map strategi menuju NTT Bangkit dan Sejahtera dapat dicapai. Mimpi NTT Sejahtera itu Politik sedangkan Bank NTT adalah eksekutor menuju NTT Bangkit dan Sejahtera melalui strategi bisnis yang tepat. Bank NTT mencoba menawarkan apa yang disebut dengan kebijakan Daerah NTT Bangkit dan Menuju […]

  • 45 Dosen PNK Ikut Pelatihan Penyusunan Dokumen HKI dari Kumham NTT

    45 Dosen PNK Ikut Pelatihan Penyusunan Dokumen HKI dari Kumham NTT

    • calendar_month Sab, 12 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Sebanyak 45 perwakilan dosen Politeknik Negeri Kupang (PNK) mengikuti workshop penyusunan dokumen hak kekayaan intelektual dihelat Politeknik Negeri Kupang (PNK) Kupang pada Jumat, 11 November 2022 di Hotel Naka Kupang. Dibuka secara resmi oleh Direktur PNK, Frans Mangngi, S.T, workshop penyusunan dokumen HKI menghadirkan narasumber dari Kanwil Kumham NTT dan diikuti […]

  • Anugerah Satya Lencana Karya Satya bagi ASN, Gubernur Viktor: ASN Harus Fokus Kerja

    Anugerah Satya Lencana Karya Satya bagi ASN, Gubernur Viktor: ASN Harus Fokus Kerja

    • calendar_month Sen, 16 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta seluruh jajaran ASN untuk terus memberikan pemikiran-pemikiran hebat dan tanggung jawab besar dalam kontribusi nyata terhadap pelayanan untuk mewujudkan cita-cita pembangunan daerah. Penegasan Gubernur Viktor tersebut disampaikannya dalam acara Penganugerahan Satya Lencana Karya Satya X, XX, XXX Tahun (Sepuluh, Dua Puluh dan Tiga Puluh Tahun) […]

  • Pengacara Santi Taolin Sebut Harta Lain, Ini Tanggapan Kristina Lazakar

    Pengacara Santi Taolin Sebut Harta Lain, Ini Tanggapan Kristina Lazakar

    • calendar_month Ming, 11 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Kristina Lazakar merasa geram terhadap Pengacara Santi Taolin, Helio Caetano Moniz (HCM). Pasalnya, HCM menyebut dalam pemberitaan Garda Indonesia terdahulu tentang masih adanya harta–harta lain di luar harta yang disengketakan. “Khusus HCM, kau pergi sekolah tambah lagi dulu. Kau tetap masih mengotot (tentang) penolakan hak waris. Kau baca baikkah tidak itu […]

  • Reskrim Polsek Tasbar Limpahkan Berkas Kasus Kades Nanaet ke Kejari Belu

    Reskrim Polsek Tasbar Limpahkan Berkas Kasus Kades Nanaet ke Kejari Belu

    • calendar_month Sen, 9 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua, Garda Indonesia | Polsek Tasifeto Barat, Resor Belu telah melimpahkan berkas kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Kepala Desa Nanaet, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Kandrianus Taek ke Kejaksaan Negeri Belu oleh Kanit Reskrim, Aiptu. Marselinus Goran, pada Senin, 9 Desember 2019 pukul 15.00 WITA. “Selamat siang, sekadar info bahwa berkas perkara penganiayaan yang […]

expand_less