Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Rakyat di Antara Menteri Waras dan Tidak

Rakyat di Antara Menteri Waras dan Tidak

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 5 Feb 2024
  • visibility 48
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Raya Hanggawangsa

Warganet ramai-ramai menyoroti ekspresi Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mendampingi Menteri Ekonomi Airlangga Hartarto saat mengumumkan pembagian bantuan langsung tunai (BLT).

Saya memang bukan pakar ekspresi dan mimik, tapi secara umum saja ada gurat penuh malu sekaligus tidak suka di sana.

Mengapa demikian? Bukan, bukan soal tidak suka membagikan bansos ke rakyat. Tapi mereka si elite penguasa termasuk menteri di sebelah Sri Mulyani itu, sedang berusaha menanamkan pemahaman bahwa bansos berasal dari Pak Jokowi. Ya bukan hanya Airlangga tapi juga ada Zulkifli Hasan, keduanya adalah partai dari koalisi paslon 02 yang mengusung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Secara terang-terangan mereka menancapkan pengertian bahwa bansos itu dari Jokowi, jadi rakyat harus berterima kasih dengannya. Karena anak Jokowi yakni Gibran maju sebagai kontestan pilpres, maka wujud terima kasih dengan memilih Gibran untuk melanjutkan Jokowi. Begitu yang menggaung di telinga rakyat, dan berusaha ditancapkan pada ingatan mereka oleh dua menteri sekaligus ketua umum partai di koalisi 02 itu.

Bukan hanya soal tujuan agar rakyat memilih Gibran, tapi tujuan Airlangga dan Zulhas tadi juga bisa pada menutupi aib sang presiden yang akhir-akhir ini nampak bukan Jokowi yang dulu. Termasuk soal anaknya yang menjadi cawapres dengan jalur pelanggaran etik dari putusan Mahkamah Konstitusi, sampai pada ambyarnya netralitas yang kerap digaungkan karena panik.

Dari bansos menteri perdagangan dan menteri ekonomi tadi menanamkan ingatan soal Jokowi yang merakyat dan kebaikan sang presiden. Betul dia adalah presiden merakyat, sebelum menghalalkan segala cara untuk melimpahkan kekuasaan yang dia pegang saat ini kepada anaknya. Sekarang sang presiden berubah 180 derajat, bukan lagi merakyat tapi meminta imbalan rakyat.

Kekuasaan membuatnya lupa daratan hingga menjadikannya gila jabatan. Mempolitisasi bansos merupakan salah satu jalur untuk tetap mendapat simpati rakyat demi mendongkrak suara anaknya dalam kontestasi pilpres. Hal itu tidak boleh terjadi berlarut-larut. Rakyat tidak boleh diracuni dengan pemahaman tang salah bahwa bansos berasal dari Jokowi, melainkan dari negara.

Sri Mulyani dalam kesempatannya berbicara di hadapan publik, memaparkan uraian tentang bansos yang berasal dari uang negara. Di mana uang negara itu juga masuk dalam APBN dan sering disebut sebagai uang kita, milik rakyat dengan penggunaannya untuk rakyat. Bukan milik presiden, bukan pula dana kampanye anaknya. Masih banyak menteri Jokowi yang waras dan tidak mau ikut-ikutan gila kekuasaan. Termasuk Mahfud yang meluruskan soal bansos adalah kewajiban negara dan merupakan hak rakyat yang membutuhkan.

Demi mendapatkan keleluasaan dalam membagi bansos, Jokowi turun tangan langsung mengurusnya bersama Bulog dan badan pangan tanpa Menteri Sosial Risma. Padahal sebelumnya dalam pembagian bantuan, Risma tidak pernah absen dalam mendampingi bapaknya Gibran itu. Memang semua sudah di-setting begitu, hanya menteri yang satu suara dengannya saja yang dilibatkan.

Mahfud MD tidak mungkin karena dia cawapres Ganjar Pranowo. Risma tidak mungkin karena dia menentang kenaikan bansos, bahkan tidak menyanggupi pembagian bansos yang over dosis ini. Sri Mulyani terpaksa dan harus dilibatkan karena dia jantungnya perekonomian negara, yang membiayai bansos demi kepentingannya menaikkan suara sang anak.

Parah bukan, jika dikupas satu persatu, jawabannya akan ketemu siapa saja yang masih waras dan turut gila jabatan dengan meninggalkan integritas dan netralitas.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyaluran BPNT & BPNTD, Wali Kota Jefri: “Jangan Ada Diskriminasi dalam Pendataan!”

    Penyaluran BPNT & BPNTD, Wali Kota Jefri: “Jangan Ada Diskriminasi dalam Pendataan!”

    • calendar_month Sen, 29 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dan BPTND (Bantuan Pangan Non Tunai Daerah) merupakan salah satu program dalam upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan Warga Kota yang kurang mampu sehingga dapat memenuhi akan kebutuhan dasarnya setiap hari. Untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang mekanisme pelaksanaan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai […]

  • Minat Menenun Perempuan NTT Menurun; Ini Langkah Julie Laiskodat

    Minat Menenun Perempuan NTT Menurun; Ini Langkah Julie Laiskodat

    • calendar_month Sen, 3 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia | Minat Perempuan Nusa Tenggara Timur dalam menekuni dunia tenun ikat mulai tergerus oleh zaman; anak perempuan zaman now cenderung tidak memiliki respek dan respon. Melihat kecenderungan tersebut, Julie Sutrisno Laiskodat- Isteri Gubernur NTT Viktor Laiskodat mempunyai langkah taktis dan strategis menyikapi fenomena tersebut. Ditemui dalam sesi kegiatan Digital Marketing Facebook yang digelar […]

  • Pelanggan Daya 450 VA, PLN: Tidak Ada Penghapusan atau Pengalihan

    Pelanggan Daya 450 VA, PLN: Tidak Ada Penghapusan atau Pengalihan

    • calendar_month Sab, 17 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) memastikan tidak ada penghapusan golongan pelanggan dengan daya 450 VA. Daya listrik 450 VA juga tidak akan dinaikkan menjadi 900 VA dan tidak ada perubahan tarif listrik. “Keputusan Pemerintah sudah sangat jelas. Tidak ada perubahan daya dari 450 VA ke 900 VA dan PLN siap menjalankan keputusan tersebut. […]

  • Ketua Korcab VII DJA II Dukung Penurunan Stunting NTT

    Ketua Korcab VII DJA II Dukung Penurunan Stunting NTT

    • calendar_month Sen, 19 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Angka prevalensi stunting di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tertinggi di Indonesia yaitu 37,8 persen. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menargetkan perbaikan akses pangan bergizi di provinsi yang memiliki 21 kabupaten dan 1 kota ini dengan pola pemberdayaan BumDes dan mengonsumsi pangan lokal. Guna mendukung program […]

  • Leo Lelo Pimpin DPD Partai Demokrat Periode 2021—2026

    Leo Lelo Pimpin DPD Partai Demokrat Periode 2021—2026

    • calendar_month Sel, 4 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Tampuk kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi NTT resmi beralih dari Jefri Riwu Kore anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi Partai Demokrat, Leo Lelo. Di hadapan para Ketua DPC Partai Demokrat NTT dan para awak media pada Selasa siang, 4 Januari 2022 di salah satu hotel di Kota Kupang, pemilik […]

  • Paskibra Asal NTT Siap Kibarkan Bendera Pusaka di IKN

    Paskibra Asal NTT Siap Kibarkan Bendera Pusaka di IKN

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Perhelatan perdana Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan memperingati HUT ke-79 Republik Indonesia segera dihelat di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Sabtu, 17 Agustus 2024. Presiden Jokowi pun telah mengukuhkan 76 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada Selasa, 13 Agustus 2024 di IKN. Masing-masing provinsi diwakili 2 Paskibra dari total 38 provinsi termasuk dari Nusa Tenggara […]

expand_less