Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Rakyat di Antara Menteri Waras dan Tidak

Rakyat di Antara Menteri Waras dan Tidak

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 5 Feb 2024
  • visibility 143
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Raya Hanggawangsa

Warganet ramai-ramai menyoroti ekspresi Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mendampingi Menteri Ekonomi Airlangga Hartarto saat mengumumkan pembagian bantuan langsung tunai (BLT).

Saya memang bukan pakar ekspresi dan mimik, tapi secara umum saja ada gurat penuh malu sekaligus tidak suka di sana.

Mengapa demikian? Bukan, bukan soal tidak suka membagikan bansos ke rakyat. Tapi mereka si elite penguasa termasuk menteri di sebelah Sri Mulyani itu, sedang berusaha menanamkan pemahaman bahwa bansos berasal dari Pak Jokowi. Ya bukan hanya Airlangga tapi juga ada Zulkifli Hasan, keduanya adalah partai dari koalisi paslon 02 yang mengusung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Secara terang-terangan mereka menancapkan pengertian bahwa bansos itu dari Jokowi, jadi rakyat harus berterima kasih dengannya. Karena anak Jokowi yakni Gibran maju sebagai kontestan pilpres, maka wujud terima kasih dengan memilih Gibran untuk melanjutkan Jokowi. Begitu yang menggaung di telinga rakyat, dan berusaha ditancapkan pada ingatan mereka oleh dua menteri sekaligus ketua umum partai di koalisi 02 itu.

Bukan hanya soal tujuan agar rakyat memilih Gibran, tapi tujuan Airlangga dan Zulhas tadi juga bisa pada menutupi aib sang presiden yang akhir-akhir ini nampak bukan Jokowi yang dulu. Termasuk soal anaknya yang menjadi cawapres dengan jalur pelanggaran etik dari putusan Mahkamah Konstitusi, sampai pada ambyarnya netralitas yang kerap digaungkan karena panik.

Dari bansos menteri perdagangan dan menteri ekonomi tadi menanamkan ingatan soal Jokowi yang merakyat dan kebaikan sang presiden. Betul dia adalah presiden merakyat, sebelum menghalalkan segala cara untuk melimpahkan kekuasaan yang dia pegang saat ini kepada anaknya. Sekarang sang presiden berubah 180 derajat, bukan lagi merakyat tapi meminta imbalan rakyat.

Kekuasaan membuatnya lupa daratan hingga menjadikannya gila jabatan. Mempolitisasi bansos merupakan salah satu jalur untuk tetap mendapat simpati rakyat demi mendongkrak suara anaknya dalam kontestasi pilpres. Hal itu tidak boleh terjadi berlarut-larut. Rakyat tidak boleh diracuni dengan pemahaman tang salah bahwa bansos berasal dari Jokowi, melainkan dari negara.

Sri Mulyani dalam kesempatannya berbicara di hadapan publik, memaparkan uraian tentang bansos yang berasal dari uang negara. Di mana uang negara itu juga masuk dalam APBN dan sering disebut sebagai uang kita, milik rakyat dengan penggunaannya untuk rakyat. Bukan milik presiden, bukan pula dana kampanye anaknya. Masih banyak menteri Jokowi yang waras dan tidak mau ikut-ikutan gila kekuasaan. Termasuk Mahfud yang meluruskan soal bansos adalah kewajiban negara dan merupakan hak rakyat yang membutuhkan.

Demi mendapatkan keleluasaan dalam membagi bansos, Jokowi turun tangan langsung mengurusnya bersama Bulog dan badan pangan tanpa Menteri Sosial Risma. Padahal sebelumnya dalam pembagian bantuan, Risma tidak pernah absen dalam mendampingi bapaknya Gibran itu. Memang semua sudah di-setting begitu, hanya menteri yang satu suara dengannya saja yang dilibatkan.

Mahfud MD tidak mungkin karena dia cawapres Ganjar Pranowo. Risma tidak mungkin karena dia menentang kenaikan bansos, bahkan tidak menyanggupi pembagian bansos yang over dosis ini. Sri Mulyani terpaksa dan harus dilibatkan karena dia jantungnya perekonomian negara, yang membiayai bansos demi kepentingannya menaikkan suara sang anak.

Parah bukan, jika dikupas satu persatu, jawabannya akan ketemu siapa saja yang masih waras dan turut gila jabatan dengan meninggalkan integritas dan netralitas.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada 16 Fasilitas Rehabilitasi Pecandu & Korban Penyalahgunaan Narkoba di NTT

    Ada 16 Fasilitas Rehabilitasi Pecandu & Korban Penyalahgunaan Narkoba di NTT

    • calendar_month Sel, 12 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyampaikan capaian kinerja yang telah berhasil melaksanakan tugas utama di bidang P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) yang menjadi tugas dan tanggung jawab berkaitan dengan Program Rehabilitasi Berkelanjutan. Dalam sesi press release yang dihelat oleh Bidang Rehabilitasi […]

  • Pemuda TTS Bangga dan Terharu, Presiden Jokowi Berbusana Adat Amanatun

    Pemuda TTS Bangga dan Terharu, Presiden Jokowi Berbusana Adat Amanatun

    • calendar_month Sen, 17 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Soe-T.T.S, Garda Indonesia | Dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (T.T.S), semua unsur masyarakat menyampaikan kebanggaan dan keharuan mereka terhadap apresiasi dari Presiden Jokowi yang menggunakan pakaian adat Swaparaja Amanatun saat menjadi inspektur upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2020. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/08/17/berbusana-adat-amanatun-tts-presiden-pimpin-upacara-di-istana-merdeka/ Kebanggaan serupa pun dilontarkan oleh Charles Lakapu, salah […]

  • Lihat Ruang Isolasi Covid-19 di RS SK Lerik, Wali Kota Jefri Pinta Warga Waspada

    Lihat Ruang Isolasi Covid-19 di RS SK Lerik, Wali Kota Jefri Pinta Warga Waspada

    • calendar_month Ming, 5 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, M.M., M.H. mengimbau warga kota untuk mendukung pemerintah melawan penyebaran virus ini dengan cara menjaga kesehatan diri dan menjaga jarak dengan sesama atau (Physical Distancing) dan mengurangi aktivitas atau pertemuan-pertemuan yang tidak perlu (Social Distancing). Selain itu, pinta Wali Kota Jefri (sapaan […]

  • Apresiasi Presiden, Harga Komoditas di Kota Kupang Terjangkau

    Apresiasi Presiden, Harga Komoditas di Kota Kupang Terjangkau

    • calendar_month Sel, 12 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Loading

    Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tersebut masih terkendali dengan baik. Demikian diungkapkan Presiden Joko Widodo kepada awak media saat mengunjungi Pasar Oebobo, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu pagi, 6 Desember 2023. Presiden mengungkapkan jika dibandingkan NTT dengan di Jawa, harga-harga bahan pokok seperti harga bawang merah kisaran 16—20 ribu di […]

  • Kekerasan Fisik Dominasi Kasus KDRT diI Deli Serdang

    Kekerasan Fisik Dominasi Kasus KDRT diI Deli Serdang

    • calendar_month Sen, 8 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | “Setiap korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), berhak mendapatkan pendampingan. Penanganan dan pendampingannya juga harus terpadu dengan tetap mengacu pada hak, kepentingan terbaik bagi korban dan tanpa diskriminasi,” ujar Ali Khasan, Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dari Kekerasan dalam Rumah Tangga dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga di Kab. […]

  • Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake Jadi Dubes Kanada

    Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake Jadi Dubes Kanada

    • calendar_month Sel, 20 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Ayodhia Kalake, S.H., MDC bakal mengakhiri masa jabatannya pada 5 September 2024. Ia dilantik oleh Mendagri, Tito Karnavian pada 5 September 2023 di Jakarta. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini pun menjadi Penjabat Gubernur NTT menggantikan Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Adreanus Nae Soi, yang […]

expand_less