Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Satu Putaran Pilpres Itu Tidak Masuk Akal

Satu Putaran Pilpres Itu Tidak Masuk Akal

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 30 Des 2023
  • visibility 213
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Randaru Sadhana

Setiap orang masih bebas berpendapat bukan, karena negara kita belum mengubah sistem demokrasinya? Oke, mari kita bercerita, dengan melihat kondisi yang berkembang di sekitar kita. Datangnya suara maupun pendapat itu dari mana, kalau bukan fenomena yang nampak di depan mata kita?

Dalam hukum sendiri ada tiga macam penelitian yang memperlihatkan perbedaannya, secara normatif, empiris dan normatif-empiris. Jika normatif berdasarkan pengolahan data, empiris sesuai dengan kondisi di lapangan dan normatif-empiris perpaduan antara data dan fakta di lapangan dengan catatan lebih memperbanyak unsur empirisnya.

Saya membawa macam-macam pengamatan itu karena masih heran dengan beberapa lembaga survei, yang menempatkan posisi Prabowo-Gibran selalu di posisi teratas. Padahal jika dilihat dalam lapangan, keduanya adalah perpaduan pasangan yang bersatu karena pelanggaran konstitusi.

Gibran adalah simbol kematian demokrasi, ketidakadilan lembaga se-independen Mahkamah Konstitusi sekaligus lemahnya penegakan hukum di negara kita karena jabatan tinggi orang tuanya.

Apa yang mau dibanggakan dari paslon 02? Gagasannya? Track record-nya? Semua zonk, bahkan kondisi di lapangan penuh akan gimmick dan kontroversi. Beneran mau mengandalkan jualan gemoy, sedangkan arogansi dan kontrol emosinya masih buruk ditandai dengan berapi-apinya saat debat pertama.

Lalu gagasannya apa, yang dibesarkan hanya makan dan minum susu gratis. Minim fungsi karena realisasinya hanya mengenyangkan perut tanpa menyelesaikan masalah terkini soal stunting, mental health dan pendidikan.

Susu yang dipasok pun justru susu kemasan yang tinggi kadar gulanya, sedangkan makan gratis hanya cukup mengenyangkan perut yang justru membuat ketergantungan. Mereka tidak memikirkan dana yang tinggi dan membuat bengkak anggaran negara.

Beda jauh saat saya bercerita tentang Ganjar-Mahfud. Keduanya keliling ke sana-kemari mengenalkan visi-misi, menawarkan solusi dengan problem solving-nya yang sat-set disertai program yang penuh akan keefektifan.

Mulai dari sekolah gratis, memberi kesempatan setiap satu anak dalam setiap keluarga untuk menempuh pendidikan sarjana, mendirikan puskesmas setiap desa satu dengan fasilitasnya, KTP Sakti lengkap untuk mengakses bansos berbagai macamnya dan masih banyak lagi. Tidak hanya satu segi tapi berbagai sisi diratakan dengan program gagasan mereka.

Di sisi lain tanggapan warga atas kedatangan mereka di setiap daerah paling ramai, paling antusias dan paling penuh kehangatan jika dibandingkan dengan safari politik capres lainnya. Karena mereka punya daya tarik, magnet yang membuat nyaman setiap orang. Entah dari pembawaannya yang ramah, komunikatif dan humoris atau memang mereka sudah kenal asli dari karakter Ganjar-Mahfud.

Nyatanya hal itu tidak selaras dengan setiap survei yang justru menempatkan Ganjar-Mahfud di peringkat kedua. Bahkan ada juga yang memposisikan elektabilitas keduanya di peringkat ketiga. Secara nalar saja hal itu sulit diterima.

Secara normatif, keduanya jelas di atas dua capres lainnya. Pun secara empiris, di lapangan langsung Ganjar Pranowo ini adalah tipe ideal seorang pemimpin yang sangat dicintai rakyat, karena dia yang paham betul akan kebutuhan rakyat, masalah yang terjadi sampai ke solusi yang kerap dia hadirkan. Jika diukur dengan penelitian normatif dan empiris, paslon 03 yang paling selaras.

Jadi apa yang membuat elektabilitas 03 turun? Seketika saya teringat ada selentingan kabar yang mengatakan, kalau memang survei itu di-setting pihak atasan dan para elite pemerintah untuk berpihak pada paslon 02, apa pun itu yang terjadi.

Ya, walaupun nalar kita sulit menerima kekontrasan itu, tapi apa daya jika orang nomor satu di negara ini sudah bertitah? Sekarang pun pihak yang mengabarkan informasi besar itu sudah dilaporkan kepada dewan pers, miris bukan? (*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terima 9 Pansel Calon Pimpinan KPK, Presiden Jokowi Upaya Tumpas Korupsi

    Terima 9 Pansel Calon Pimpinan KPK, Presiden Jokowi Upaya Tumpas Korupsi

    • calendar_month Sel, 18 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menerima panitia seleksi (pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019—2023. Pertemuan berlangsung pada Senin, 17 Juni 2019, di Ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta. Pansel yang beranggotakan sembilan orang tersebut sebelumnya telah dibentuk dan ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 54/P Tahun […]

  • Enam Ton Per Hektar, Target Produksi Jagung di ‘Food Estate’ Belu

    Enam Ton Per Hektar, Target Produksi Jagung di ‘Food Estate’ Belu

    • calendar_month Ming, 22 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM dan Wakil Bupati Drs. Aloysius Haleserens, M.M. bersama Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Ir. Ali Jamil, MP., PH.D, Direktur Serealia Dirjen Tanaman Pangan, Dr. Ir. Moh. Ismail Wahab, Kepala BWS Nusra II, Kadis Pertanian Provinsi NTT dan Kadis […]

  • Letkol Teddy Indra Wijaya Diusulkan Jadi Duta Sekolah Rakyat

    Letkol Teddy Indra Wijaya Diusulkan Jadi Duta Sekolah Rakyat

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Loading

    Sekolah Rakyat sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan dengan pendekatan komunitas, terutama bagi masyarakat yang selama ini kesulitan menjangkau layanan pendidikan formal.   Jakarta | Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Letkol Teddy Indra Wijaya, diusulkan menjadi duta Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan berbasis masyarakat yang digagas dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Usulan […]

  • Oknum Camat Sebar Hoaks PSBB, Ini Klarifikasi Pemkot Kupang

    Oknum Camat Sebar Hoaks PSBB, Ini Klarifikasi Pemkot Kupang

    • calendar_month Kam, 14 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Beredar sebuah pesan suara di berbagai grup whatsapp yang diduga berasal dari oknum Camat Kota Raja, menyampaikan bahwa Kota Kupang akan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan masyarakat dilarang keluar dari rumah. Pesan suara tersebut sangat membuat kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat saat pandemi Covid-19. Pesan suara tersebut […]

  • Gaya Iriana Joko Widodo Sosialisasi Pengurangan Sampah Plastik & Sanitasi

    Gaya Iriana Joko Widodo Sosialisasi Pengurangan Sampah Plastik & Sanitasi

    • calendar_month Sel, 25 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    Banten, Garda Indonesia | Usai mencanangkan program peningkatan kesehatan dan kualitas lingkungan masyarakat, Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan sosialisasi lingkungan sehat dan sanitasi. Acara sosialisasi tersebut dihelat di Aula Grup-1 Kopassus, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten, pada Senin, 24 Februari 2020. Acara sosialisasi tersebut dihelat di Aula Grup-1 Kopassus, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, […]

  • Tips Bersepeda Aman dan Nyaman di Masa Normal Baru

    Tips Bersepeda Aman dan Nyaman di Masa Normal Baru

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Masyarakat menggunakan sepeda tak hanya bertujuan sebagai sarana berolahraga untuk kesehatan jasmani tetapi juga moda transportasi. Di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), banyak orang mulai menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi menuju kantor atau tempat mereka beraktivitas. Melihat fenomena tersebut, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Andhika Raspati memberikan tips aman bersepeda di masa […]

expand_less