Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Satu Putaran Pilpres Itu Tidak Masuk Akal

Satu Putaran Pilpres Itu Tidak Masuk Akal

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 30 Des 2023
  • visibility 167
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Randaru Sadhana

Setiap orang masih bebas berpendapat bukan, karena negara kita belum mengubah sistem demokrasinya? Oke, mari kita bercerita, dengan melihat kondisi yang berkembang di sekitar kita. Datangnya suara maupun pendapat itu dari mana, kalau bukan fenomena yang nampak di depan mata kita?

Dalam hukum sendiri ada tiga macam penelitian yang memperlihatkan perbedaannya, secara normatif, empiris dan normatif-empiris. Jika normatif berdasarkan pengolahan data, empiris sesuai dengan kondisi di lapangan dan normatif-empiris perpaduan antara data dan fakta di lapangan dengan catatan lebih memperbanyak unsur empirisnya.

Saya membawa macam-macam pengamatan itu karena masih heran dengan beberapa lembaga survei, yang menempatkan posisi Prabowo-Gibran selalu di posisi teratas. Padahal jika dilihat dalam lapangan, keduanya adalah perpaduan pasangan yang bersatu karena pelanggaran konstitusi.

Gibran adalah simbol kematian demokrasi, ketidakadilan lembaga se-independen Mahkamah Konstitusi sekaligus lemahnya penegakan hukum di negara kita karena jabatan tinggi orang tuanya.

Apa yang mau dibanggakan dari paslon 02? Gagasannya? Track record-nya? Semua zonk, bahkan kondisi di lapangan penuh akan gimmick dan kontroversi. Beneran mau mengandalkan jualan gemoy, sedangkan arogansi dan kontrol emosinya masih buruk ditandai dengan berapi-apinya saat debat pertama.

Lalu gagasannya apa, yang dibesarkan hanya makan dan minum susu gratis. Minim fungsi karena realisasinya hanya mengenyangkan perut tanpa menyelesaikan masalah terkini soal stunting, mental health dan pendidikan.

Susu yang dipasok pun justru susu kemasan yang tinggi kadar gulanya, sedangkan makan gratis hanya cukup mengenyangkan perut yang justru membuat ketergantungan. Mereka tidak memikirkan dana yang tinggi dan membuat bengkak anggaran negara.

Beda jauh saat saya bercerita tentang Ganjar-Mahfud. Keduanya keliling ke sana-kemari mengenalkan visi-misi, menawarkan solusi dengan problem solving-nya yang sat-set disertai program yang penuh akan keefektifan.

Mulai dari sekolah gratis, memberi kesempatan setiap satu anak dalam setiap keluarga untuk menempuh pendidikan sarjana, mendirikan puskesmas setiap desa satu dengan fasilitasnya, KTP Sakti lengkap untuk mengakses bansos berbagai macamnya dan masih banyak lagi. Tidak hanya satu segi tapi berbagai sisi diratakan dengan program gagasan mereka.

Di sisi lain tanggapan warga atas kedatangan mereka di setiap daerah paling ramai, paling antusias dan paling penuh kehangatan jika dibandingkan dengan safari politik capres lainnya. Karena mereka punya daya tarik, magnet yang membuat nyaman setiap orang. Entah dari pembawaannya yang ramah, komunikatif dan humoris atau memang mereka sudah kenal asli dari karakter Ganjar-Mahfud.

Nyatanya hal itu tidak selaras dengan setiap survei yang justru menempatkan Ganjar-Mahfud di peringkat kedua. Bahkan ada juga yang memposisikan elektabilitas keduanya di peringkat ketiga. Secara nalar saja hal itu sulit diterima.

Secara normatif, keduanya jelas di atas dua capres lainnya. Pun secara empiris, di lapangan langsung Ganjar Pranowo ini adalah tipe ideal seorang pemimpin yang sangat dicintai rakyat, karena dia yang paham betul akan kebutuhan rakyat, masalah yang terjadi sampai ke solusi yang kerap dia hadirkan. Jika diukur dengan penelitian normatif dan empiris, paslon 03 yang paling selaras.

Jadi apa yang membuat elektabilitas 03 turun? Seketika saya teringat ada selentingan kabar yang mengatakan, kalau memang survei itu di-setting pihak atasan dan para elite pemerintah untuk berpihak pada paslon 02, apa pun itu yang terjadi.

Ya, walaupun nalar kita sulit menerima kekontrasan itu, tapi apa daya jika orang nomor satu di negara ini sudah bertitah? Sekarang pun pihak yang mengabarkan informasi besar itu sudah dilaporkan kepada dewan pers, miris bukan? (*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumahku di Timur Matahari – 3.230 Rumah Khusus bagi Masyarakat Papua

    Rumahku di Timur Matahari – 3.230 Rumah Khusus bagi Masyarakat Papua

    • calendar_month Sen, 14 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Pembangunan infrastruktur tak hanya berpusat di Pulau Jawa dan kota-kota besar saja namun juga di kawasan perbatasan, pulau terdepan dan terpencil. Salah satunya penyediaan hunian yang layak sebagai infrastruktur dasar bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal di kawasan perbatasan dan pulau terpencil di Provinsi Papua melalui program Rumah Khusus (Rusus) Kementerian Pekerjaan […]

  • Tekanan Politik—Kades di Rote Ndao “Cuci Gudang” Pecat 10 Perangkat Desa

    Tekanan Politik—Kades di Rote Ndao “Cuci Gudang” Pecat 10 Perangkat Desa

    • calendar_month Sen, 10 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Kepala Desa (Kades) Busalangga Barat, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Mikael Arnolus Lutte memberhentikan atau memecat 10 (sepuluh) perangkat Desa Busalangga Barat berdasarkan Keputusan Kepala Desa Busalangga Barat Nomor : 4/DBB/V/2021 tertanggal 6 Mei 2021 tentang Pemberhentian Perangkat Desa Busalangga Barat di Kecamatan […]

  • Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, PLN UIP Nusra Bersih Pantai

    Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, PLN UIP Nusra Bersih Pantai

    • calendar_month Sel, 4 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram | PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dalam aksi bersih Pantai Loang Baloq, Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada  Senin, 3 Juni 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari employee green involvement guna mengingatkan kesadaran insan PLN akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Mengusung […]

  • Kabel Listrik Australia—Singapura Melintasi Laut NTT, Gubernur VBL: Kami Dukung

    Kabel Listrik Australia—Singapura Melintasi Laut NTT, Gubernur VBL: Kami Dukung

    • calendar_month Jum, 10 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)  beraudiensi bersama perwakilan PT Sun Cable Indonesia terkait proyek peletakan kabel listrik bawah laut Australia-Asean Power Link (AAPowerLink), di Churchill Wine & Cigar Bar, Hotel Borobudur, pada Kamis malam, 9 September 2021. Gubernur VBL mengungkapkan persetujuannya dan tidak keberatan atas proyek bentang […]

  • Presiden Jokowi dan Ibu Negara Ucapkan Selamat Idul Fitri 1441 H

    Presiden Jokowi dan Ibu Negara Ucapkan Selamat Idul Fitri 1441 H

    • calendar_month Ming, 24 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah yang jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020. Hal tersebut disampaikan Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu, 23 Mei 2020. “Selamat hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah, mohon maaf lahir […]

  • Pemerintah Abai, Anak Muda Manggarai Galang Dana Perbaikan Jalan

    Pemerintah Abai, Anak Muda Manggarai Galang Dana Perbaikan Jalan

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Loading

    Salah satu anak muda, Jefri Pamput kepada media ini pada Kamis, 28 Agustus 2025, mengatakan sudah banyak pengendara sepeda motor yang nyaris terjatuh dan terancam kehilangan nyawa akibat kerusakan fasilitas infrastruktur publik itu.   Manggarai | Sekelompok anak muda di Kampung Raci, Desa Wae Codi, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), […]

expand_less