Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » RSUP di Kota Kupang Mulai Dibangun, Jadi Kebanggaan Masyarakat NTT

RSUP di Kota Kupang Mulai Dibangun, Jadi Kebanggaan Masyarakat NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 3 Des 2020
  • visibility 65
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pembangunan rumah sakit UPT vertikal Kementerian Kesehatan atau Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) untuk Wilayah NTT yang terletak di Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang; diawali dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad. (K) RI pada Kamis, 3 Desember 2020.

Turut hadir Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena; Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man; Ketua DPRD Kota Kupang dan sejumlah pejabat lainnya di lokasi pembangunan RSUP yang menelan anggaran sebesar Rp.350,2 miliar yang bersumber dari pinjaman dari Bank Dunia

Menkes Terawan pada acara tersebut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang yang selama ini telah memberikan dukungan dan komitmen untuk pembangunan RSUP tersebut, termasuk penyediaan lahan luas yang potensial. Diakuinya dalam kunjungan beberapa waktu lalu, pembangunan RSUP ini dipastikan setelah melihat adanya sumber air di lokasi tersebut. Karena menurutnya air yang memenuhi syarat menjadi hal utama untuk pelayanan kesehatan yang baik bagi pasien.

Menkes Terawan Putranto berharap dukungan Pemprov NTT dan Pemkot Kupang bisa terus berlanjut, karena dirinya optimis bangunan RSUP ini akan berdiri bukan hanya puluhan tahun tapi ratusan tahun. Ia berjanji RSUP juga akan terus diperbaiki sesuai perkembangan zaman baik fisik maupun peralatannya. Karena peralatan kesehatan terus berubah dan teknologinya terus maju. “Kami yakin RSUP ini akan menjadi kebanggaan masyarakat NTT,” tambahnya.

Salah satu dukungan yang diharapkan dari Pemda adalah revitalisasi jalan di sekitar RSUP. Karena berdasarkan pengalaman sebelumnya di beberapa daerah, setelah RSUP beroperasi akan muncul pertumbuhan masyarakat dan ekonomi di sekitarnya yang akan menyejahterakan masyarakat NTT.

Manfaat kehadiran RSUP, menurut Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man, ada dua manfaat yang diperoleh; pertama fungsinya sebagai pusat rujukan bukan hanya bagi rumah sakit di NTT tapi juga bisa jadi rujukan bagi negara tetangga, Timor Leste. Manfaat kedua, sebagai pusat pertumbuhan. Setelah RSUP ini beroperasi akan tumbuh rupa-rupa jasa di sekitarnya, baik perumahan, pertokoan serta jasa-jasa lainnya. Pertumbuhan semacam ini sangat penting bagi perkembangan Kota Kupang.

Wakil Wali Kota, dr. Herman Man saat ikut meletakkan batu pertama pembangunan RSUP di Manulai II, Kota Kupang

Atas nama pemerintah dan warga Kota Kupang, dokter Herman Man menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan, Komisi IX DPR RI dan Pemprov NTT atas dibangunnya rumah sakit ini di Kota Kupang. Diakuinya tidak semua kota di Indonesia memiliki RSUP semacam ini. Manfaat lain yang bisa diperoleh dari kehadiran RSUP ini menurutnya adalah rekrutmen tenaga kerja seperti dokter dan perawat yang bisa diambil dari putra-putri lokal asli NTT.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena yang turut hadir dalam acara peletakan batu pertama tersebut menyampaikan terima kasih kepada Menteri Kesehatan yang telah serius mengurus kesehatan di Indonesia termasuk mewujudkan mimpi besar mereka membangun RSUP di gerbang selatan NKRI, Provinsi NTT. Dia berharap kehadiran RSUP ini bisa jadi berkat bagi masyarakat NTT.

Wakil Gubernur, Josef Nae Soi, mengakui NTT sangat membutuhkan rumah sakit sekelas ini. Atas nama masyarakat NTT, wagub menyampaikan terima kasih kepada Menteri Kesehatan dan Komisi IX DPR RI yang sudah memperjuangkan pembangunan RSUP ini. Menurutnya, pembangunan di bidang kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Diakuinya adanya pandemi covid mendorong kita untuk masuk ke peradaban baru. Peletakan batu pertama RSUP ini merupakan langkah awal menyesuaikan waktu yang berubah tersebut. “Karena waktu berubah dan kita juga harus berubah di dalamnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Prof. Dr. dr. Abdul Kadir dalam laporannya menyampaikan nilai pekerjaan fisik pembangunan gedung RS UPT Vertikal di NTT sebesar Rp.350,2 miliar yang sumber dari pinjaman dari Bank Dunia. Lahan yang disiapkan Pemprov NTT untuk pembangunan ini seluas 18 hektar yang akan digunakan untuk gedung utama, areal terbuka hijau, asrama, sarana pendidikan dan pelatihan serta rumah dinas.

Untuk pembangunan tahap pertama, ungkap Dirjen Pelayanan Kesehatan, akan dibangun di atas lahan seluas 26.500 meter persegi, dengan 212 tempat tidur serta dilengkapi dengan sarana pra sarana modern. Rencananya proyek pembangunan RSUP ini akan selesai dalam 20 bulan, terhitung sejak Desember 2020 hingga Juli 2022 mendatang.

“Diharapkan paling lambat pertengah tahun 2022 RSUP ini sudah beroperasi,” pungkasnya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Pkp_ans)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • NTT Butuh Sosok Pemimpin Seperti Simon Petrus Kamlasi

    NTT Butuh Sosok Pemimpin Seperti Simon Petrus Kamlasi

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Lewoleba | Robet Eri Suciadi, warga Kabupaten Lembata menyebut calon gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi (SPK) sebagai titisan dari mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Ben Mboi. Simon Petrus Kamlasi (SPK) disebut sebagai titisan mantan Gubernur NTT, Ben Mboi dikarenakan program – program yang diutarakan sama persis atau sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Ben […]

  • Perimbangan Penatimor dalam Berita Perkosaan

    Perimbangan Penatimor dalam Berita Perkosaan

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Perimbangan Penatimor dalam Berita Perkosaan Oleh Mira Natalia Pellu Ketua Dewan Pers periode 2016—2019, Yosep Adi Prasetyo (Antara, 2018) mengatakan bahwa Indonesia memiliki media massa paling banyak di dunia yakni 47.000 media massa. Dari jumlah tersebut di antaranya, 2.000 media cetak, 674 radio, 523 televisi termasuk lokal, dan lebihnya media siber. Dari jumlah tersebut dapat […]

  • 45 Kali Gempa Bumi Guncang Sumba Barat,Tidak Berpotensi Tsunami

    45 Kali Gempa Bumi Guncang Sumba Barat,Tidak Berpotensi Tsunami

    • calendar_month Rab, 23 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Sebanyak 45 kali guncangan gempa bumi melanda Pulau Sandalwood(Sumba), lebih tepat di Kabupaten Sumba Barat Sejak tanggal 22—23 Januari 2019 dengan 3 kali gempa bumi dengan intensitas guncangan keras yang diawali dengan gempa bumi M6,2 pada Senin,22/1/2019 pukul 06.59,21 WIB pada kedalaman 10 km dengan pusat gempa berada di laut 103 km […]

  • Pasien di Belu Meninggal Akibat Covid-19, Dimakamkan Tata Cara Covid

    Pasien di Belu Meninggal Akibat Covid-19, Dimakamkan Tata Cara Covid

    • calendar_month Jum, 2 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Berdasarkan data dari tim dokter bahwa Almarhum YSM ada gangguan pada jantung dan setelah melalui tes antigen hasilnya menunjukkan Positif Covid-19. Demikian penjelasan Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM didampingi Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua, dan Kasatpol PP, saat menemui keluarga Almarhum YSM di kamar jenazah RSUD Mgr. […]

  • Berkaca dari Papua, Demplot Padi untuk Pertanian Wilayah Timur

    Berkaca dari Papua, Demplot Padi untuk Pertanian Wilayah Timur

    • calendar_month Sen, 4 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Demontration Plot atau Demplot adalah suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan.   Papua Selatan | Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Desa Wanam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, pada Minggu, 3 November 2024, dalam rangka meninjau secara langsung pengembangan program pertanian […]

  • Anggaran 5 Miliar Hilang, 7 Fraksi DPRD TTS Usul Hak Angket

    Anggaran 5 Miliar Hilang, 7 Fraksi DPRD TTS Usul Hak Angket

    • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | 7 (tujuh) fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menandatangani dokumen penyusunan hak angket terhadap Bupati TTS, Egusem Piether Tahun terkait persoalan pembangunan jalan di Desa Bonle’u Kecamatan Tobu, antara lain: Fraksi Partai HANURA, NasDem, PDI Perjuangan, PKB, PKPI, Demokrat, dan Fraksi Partai […]

expand_less