Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Gibran Si Minim Etika Itu Seorang Cawapres

Gibran Si Minim Etika Itu Seorang Cawapres

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
  • visibility 158
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Lapia Adwinka Wulandari

Toleh kanan-kiri, nunduk, tidak sampai jongkok kok, aman. Kelakuan siapa itu? Gibran Rakabuming Raka yang katanya sedang mencari jawaban Prof Mahfud soal green inflation di kolong podium.

Loh, ya jelas tidak bakal ketemu, wong dia saja baru di pemerintahan dua tahunan ini kok. Waktu Prof Mahfud jadi ketua Mahkamah Konstitusi kayak pamannya, Gibran mana punya cita-cita nerusin kekuasaan bapaknya?

Gila kan, berhadapan dengan profesor sebagai seorang cawapres dari pelanggaran etik loh dia, masih bisa arogan dengan gimmick rendahannya.

Miris, sih. Secara kalau dinalar sekilas saja, green inflation itu soal inflasi hijau, inflasi itu istilah ekonomi. Hubungkan dengan berita Presiden Jokowi yang sedang blusukan ke pasar, demi turunkan inflasi untuk menjaga kestabilan ekonomi.

Dari analogi itu saja kita paham, bahwa green inflation juga penjabaran dari ekonomi hijau. Itu hanya lewat nalar, coba lihat penjelasan di mesin pencarian canggih kita.

Saya menemukan dari Financial Times, yang menjelaskan soal istilah Greenflation merujuk pada peningkatan harga bahan baku energi yang disebabkan oleh transisi hijau yang juga memicu mahalnya harga energi di tingkat konsumen, sehingga mengguncang berbagai sektor ekonomi.

Banyak warganet yamg menunjukkan berbagai data yang menunjukkan makna sebenarnya dari green inflation yang dipermasalahkan oleh cawapresnya Prabowo itu. Apa yang dipaparkan Mahfud sudah tepat, dia menerangkan soal ekonomi sirkular yang menjadi salah satu upaya untuk mengatasi green inflation tadi.

Untuk data yang mendukung, mereka juga turut melampirkan sumber dalam negeri sampai pendapat yang dikutip dari blog luar negeri. Apa yang dilakukan Gibran itu hanya mempermalukan dirinya sendiri saja. Dia justru tidak bisa menjawab pertanyaannya sendiri. Yang dia paparkan hanya konflik dari luar negeri saja, dengan solusi yang kurang spesifik karena hanya menyebut jawaban secara umum agar masyarakat tidak sampai terkena getah dari green inflation itu.

Aduh, saya jadi sanksi dengan kemampuannya. Jadi mempertanyakan gitu, soal dan jawaban itu dari kepalanya sendiri atau malah dari timnya yang mengutip dari Google? Ya, wajar asumsi saya sampai sana, wong dua capres yang lain membuat coretan agar tidak salah, dia berani lepas teks.

Tapi yang membuat geli, saat break dia kelihatan sedang menghafal catatan di sebuah kertas. Aduh sudah kayak ujian betulan dong! Di luar pertanyaan dan jawaban yang menggelitik dari si anak presiden paling pintar itu, etika menjadi sorotan banyak kalangan.

Sepintar-pintarnya dia, tapi kalau etikanya 0 siapa yang mau menjadikannya sebagai panutan? Dia bilang maaf ya prof, Gus Imin, tapi memainkan gimik recehan yang terkesan menghina dan merendahkan lawan debatnya.

Apa pantas cawapres itu mendampingi pemimpin negeri ini nantinya?

Di mana sebenarnya representasi dari seorang anak muda yang katanya penuh sopan dan santun?

Gibran bukan representasi anak muda. Saya sendiri sebagai anak muda tidak sudi jika disamaratakan dengan seorang Gibran yang minim etika. Semarah-marahnya saya dengan orang yang lebih tua, saya masih bisa menjaga sikap dan tutur kata saya. Sesebal-sebalnya saya terhadap orang tua, saya masih bisa mengendalikan rasa tidak suka itu. Semua saya lakukan karena saya menjaga hati serta menghormati orang yang punya pengalaman hidup lebih banyak dari saya.

Baru saja kita kemarin dengar wejangan Bu Megawati Soekarnoputri tentang budi terbaik di muka bumi ini.

Kalian tahu apa itu? Menghormati orang tua. Ya, perempuan tangguh, ibu hebat sekaligus, politisi ulung itu memberi wejangannya yang selalu dibawakan Ir. Soekarno dan diajarkan dalam agama Islam pula bahwa memang budi terbaik seorang anak adalah menghormati orang tua.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hingga 2024, STIKES Nusantara Telah Mewisuda 7 Ribuan Wisudawan

    Hingga 2024, STIKES Nusantara Telah Mewisuda 7 Ribuan Wisudawan

    • calendar_month Ming, 7 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Nusantara didirikan oleh Alm. Haji Marzuki bin Muhammad Rafii pada 12 November 2009 dan bernaung di bawah Yayasan Kunci Ilmu. Sejak didirikan hingga pada tahun 2024, Civitas Akademika STIKES Nusantara berkutat memperkukuh eksistensinya. STIKES Nusantara memiliki 25 dosen tetap bergelar S2 linier yang diseleksi secara ketat dan berkompeten […]

  • Asal Usul Suku Tetun di Pulau Timor

    Asal Usul Suku Tetun di Pulau Timor

    • calendar_month Ming, 9 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Loading

    Suku Tetun, disebut juga Tetum atau Belu adalah suku bangsa yang merupakan penduduk asli Pulau Timor. Suku ini mendiami Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia dan sebagian besar wilayah Timor Leste. Bahasa Suku Tetun disebut dengan bahasa Tetun yang merupakan bagian dari rumpun bahasa Austronesia. Selain di Pulau Timor, suku ini juga banyak terdapat […]

  • ‘8 Komitmen Banten’ dalam Strategi Pelaksanaan Pembangunan PPPA 4.0

    ‘8 Komitmen Banten’ dalam Strategi Pelaksanaan Pembangunan PPPA 4.0

    • calendar_month Jum, 26 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Tangerang-Banten, Garda Indonesia | Rakornas PPPA Tahun 2019 dengan tema “Mempercepat Terwujudnya Kesejahteraan Perempuan dan Anak Indonesia Melalui Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 4.0” yang diselenggarakan sejak 23—26 April 2019 di Kab. Tangerang, Banten menghasilkan “Komitmen Banten”. “Kami berharap Komitmen Banten ini dapat menjadi strategi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan PPPA ke depan. Tolong sampaikan […]

  • 4—11 Sept, Banyak Untung Beli Pertamax Dex dengan MyPertamina

    4—11 Sept, Banyak Untung Beli Pertamax Dex dengan MyPertamina

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Sebagai bentuk apresiasi dan komitmen memberikan layanan terbaik kepada pelanggan, Pertamina Patra Niaga hadirkan berbagai penawaran menarik bagi pelanggan Pertamax Series dan Dex Series memperingati Hari Pelanggan Nasional pada Rabu, 4 September 2024. Pertamina Patra Niaga regional Jatimbalinus melalui Sales Area NTT melaksanakan kegiatan sapa pelanggan bersama Hiswana Migas dan stakeholder terkait pada […]

  • 12 Daerah di Indonesia Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

    12 Daerah di Indonesia Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

    • calendar_month Sel, 7 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Terhitung 12 Pemerintah Daerah menetapkan status tanggap darurat setelah dilanda bencana banjir dan longsor yang disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang sejak 31 Desember 2019 lalu. Data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 4 Januari 2020 tercatat sebanyak 1.317 rumah rusak berat, 7 rumah rusak sedang […]

  • Dicekal Lagi; 3 Calon TKI Asal Kab Kupang

    Dicekal Lagi; 3 Calon TKI Asal Kab Kupang

    • calendar_month Kam, 13 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,gardaindonesia.id – Lagi, hari ini, Kamis/13 September 2018 pukul 09.05 Wita bertempat di Bandara El Tari Kupang telah dicekal dan digagalkan 3 (tiga) orang Calon tenaga kerja non prosedural asal Kabupaten Kupang dan 1 (satu) orang perekrut asal Kota Palangkaraya-Provinsi Kalimantan Tengah; oleh Satgas pam Bandara El Tari. Menurut rencana, calon tenaga kerja tersebut akan […]

expand_less