Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Bertahan Demi Kesehatan Keuangan Negara atau Mundur Demi Kesehatan Mental?

Bertahan Demi Kesehatan Keuangan Negara atau Mundur Demi Kesehatan Mental?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 2 Feb 2024
  • visibility 66
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Jhon Sitorus

Mengurus anggaran sebesar Rp3.325 triliun tentu bukan perkara mudah. Nasib negara satu tahun ini ada di tangan Sri Mulyani, Menteri Keuangan RI.

Bagi Bu Sri, ini tentu bukan persoalan yang sulit-sulit amat. Pengalaman lebih dari 1 dekade sebagai Menteri Keuangan dan di World Bank tak perlu ditanyakan lagi.

Berbagai krisis bisa kita lewati. Mulai dari Krisis 2008 hingga Covid 2020—2022, keuangan Indonesia tak tergoyahkan meskipun harus mengandalkan utang luar negeri sebagai instrumen pembiayaan negara. Tapi semua bisa di-manage dengan baik, termasuk penerimaan negara di bidang pajak dan nonpajak.

Tapi 2024 sepertinya jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Bu Sri dihadapkan dengan dilema besar soal Pilpres 2024. Bukan soal mendukung siapa, tetapi soal “ugal-ugalan” anggaran dari sang bos, Presiden Jokowi yang “SAY YES” untuk kebutuhan kampanye Menteri Pertahanan, Prabowo dan anaknya yang kebetulan adalah Cawapres Prabowo, Gibran Rakabuming.

Mestinya 2024 ini, kabinet Indonesia Maju bisa “santuy” dan suasananya meriah karena tahun ini ibarat panen kinerja dari 9 tahun belakangan. Ternyata tidak, 2024 tahun yang sangat “merepotkan” bagi semua anggota kabinet, terutama bu Sri.

Bayangkan, anggaran bansos saja hampir 500 triliun atau 14% dari total APBN 2024. Belum lagi anggaran Kemenhan yang naik jadi Rp386 triliun (termasuk pinjaman luar negeri khusus Kemenhan Rp61,58 triliun)

Pos anggaran sebesar itu harus dibagikan dengan perasaan yang campur aduk. Ini benar sesuai fungsinya atau jangan-jangan untuk kampanye pilpres?.

Apalagi, hari-hari Jokowi disibukkan dengan bagi-bagi bansos di pulau Jawa khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Padahal, Papua dan NTT tingkat kemiskinannya sangat tinggi, kenapa bukan ke sana bagi-bagi bansos? Sudah pasti demi menggerus suara Ganjar Pranowo.

Mundurnya Mahfud MD semakin mengaduk hati, siapa menteri yang bisa dipercaya integritasnya? Juga seberapa netral seorang Jokowi? Seberapa mampu menempatkan dirinya sebagai ayah Gibran, sebagai Presiden dan sebagai seorang Jokowi? Bagaimana pula dengan Prabowo? Seberapa berintegritas dia sebagai seorang Prabowo, seorang capres dan sebagai seorang Menhan?

Belum lagi Menko Ekonomi Airlangga, Hartarto yang lebih sibuk kampanye ketimbang kerja, juga Mendag Zulhas yang bahkan kerap tertangkap basah menggunakan fasilitas negara sebagai sarana kampanye, juga Bahlil yang lebih sering mengabdi ke Prabowo ketimbang Jokowi, Erick Thohir yang sibuk urus koalisi Prabowo dengan para artis-artis serta PSSI yang tak kunjung membaik.

Konflik kepentingan ditubuh kabinet membuat para menteri mulai saling menjaga jarak. Suasana kabinet tak sehangat 2019—2022 lagi. Ada aroma “ketegangan” terutama Prabowo vs Sri Mulyani karena Prabowo kerap kali menuduh Sri Mulyani memotong anggaran Kemenhan, walau faktanya Kemenhan selalu naik anggarannya setiap tahun dan selalu 3 besar kementerian dengan anggaran terbesar.

Bansos yang hampir setengah Kuadriliun itu jadi perhatian utama. Beberapa kali bu Sri tampak “resah” ketika menjelaskan urgensi bansos ke depan publik, apalagi penyalurannya tak mengikutsertakan Menteri Sosial, bu Risma.

Menteri Sosial kini dirangkap oleh Jokowi, plus dirangkap juga oleh Airlangga Hartarto, Zulhas dan Bahlil demi meraup suara di basis Ganjar Pranowo.

Bu Sri bukan tidak pernah ingin mundur dari Menkeu. Beruntung Bu Mega menahan niat bu Sri demi menyelamatkan Indonesia dari krisis. APBN bisa jadi Bancakan bagi kepentingan politik 02 demi memuluskan segala skenario politik.

Bagai menjaga kambing di antara para macan yang kelaparan, ditinggalkan jadi tulang belulang, bila dijaga akan menguras energi. Butuh kesehatan mental yang luar biasa untuk berada di posisi bu Sri saat ini.

Para menteri bahkan rutin melapor ke Prabowo, bukan ke Jokowi lagi. Seolah-olah, di dalam kabinet ada dua Presiden, bahkan Jokowi terkadang seolah-olah harus “mengabdi” ke Prabowo.(*)

Semoga kuat ya bu Sri, We Love You ❤️

Jumat, 2 Februari 2024

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 4 Pilar Pembangunan, Fondasi Mewujudkan Kab/Kota Layak Anak

    4 Pilar Pembangunan, Fondasi Mewujudkan Kab/Kota Layak Anak

    • calendar_month Kam, 19 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, Garda Indonesia | Lembaga masyarakat, perusahaan, dan media merupakan pembangunan dan menjadi kekuatan dalam mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Pada hari ke dua pelaksanaan kegiatan Forum Internasional Berbagi Praktik Baik Implementasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) antara Indonesia dan Iran, kedua negara saling menginspirasi lewat peran 4 pilar pembangunan yakni dunia usaha, lembaga masyarakat, dan […]

  • Tutup Lokalisasi KD, Tiap PSK Bakal Peroleh Uang Pembinaan 5,5 Juta

    Tutup Lokalisasi KD, Tiap PSK Bakal Peroleh Uang Pembinaan 5,5 Juta

    • calendar_month Sen, 17 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, gardaindonesia.id | Rencana Pemerintah Kota Kupang melaksanakan penutupan Lokalisasi Karang Dempel (KD) tetap akan berlangsung pada Januari 2019. Tersisa 16 hari menuju pada penutupan, Pemkot Kupang tetap pada pendirian dan tidak akan merubah keputusan yang telah ditetapkan; pencabutan ijin penginapan di area KD akan tetap dilaksanakan. Wakil Walikota Kupang, dr Herman Man kepada […]

  • Pimpinan MPR RI Gelar Rapat Pimpinan Perdana, Ini Hasilnya

    Pimpinan MPR RI Gelar Rapat Pimpinan Perdana, Ini Hasilnya

    • calendar_month Rab, 9 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan, rekomendasi MPR RI 2014—2019 mengenai amandemen terbatas UUD Negara Republik Indonesia 1945 dan penghidupan kembali Garis Besar Haluan Negara (GBHN) akan dibahas lebih lanjut di Badan Pengkajian MPR RI. Berbagai usulan maupun aspirasi masyarakat akan ditampung dan dipelajari secara mendalam oleh Badan Pengkajian MPR RI […]

  • SUTT 150 kV Jeranjang – Sekotong Aman, PLN Sebut Sesuai Standar PerMen ESDM

    SUTT 150 kV Jeranjang – Sekotong Aman, PLN Sebut Sesuai Standar PerMen ESDM

    • calendar_month Ming, 27 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Proyek SUTT 150 kV Jeranjang – Sekotong juga dipantau langsung supervisi konstruksi Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) PLN yang bertanggung jawab atas manajemen konstruksi, proyek, dan pelaksanaan quality assurance & quality control untuk proyek-proyek ketenagalistrikan.   Mataram | General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Yasir, memastikan proses konstruksi hingga […]

  • 4 Kasus Kota Kupang & 1 di TTS, Total Kasus Positif Covid-19 Capai 90 Kasus di NTT

    4 Kasus Kota Kupang & 1 di TTS, Total Kasus Positif Covid-19 Capai 90 Kasus di NTT

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Siang hari ini saya sampaikan informasi penting bahwa dari hasil pemeriksaan 97 swab di Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang dengan menggunakan PCR Real Time dan yang terbaru menggunakan uji coba Tes Cepat Molekuler (TCM),” ujar Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi […]

  • 5 September 2018; Pelantikan Gubernur NTT Terpilih-Viktor Laiskodat & Josef Nae Soi

    5 September 2018; Pelantikan Gubernur NTT Terpilih-Viktor Laiskodat & Josef Nae Soi

    • calendar_month Rab, 5 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id– Hari ini, Rabu/5 September 2018, Gubernur & Wakil Gubernur Terpilih, Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi dilantik oleh Presiden Joko Widodo tepat pukul 10.00 Wib di Istana Negara. Selain pelantikan pasangan Viktor-Josef sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023; akan dilantik juga 8 (delapan) pasangan gubernur-wakil gubernur terpilih pada Pilkada serentak 2018 […]

expand_less