Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Belajar Ketahanan Pangan dari Suku Boti di Pulau Timor

Belajar Ketahanan Pangan dari Suku Boti di Pulau Timor

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
  • visibility 51
  • comment 0 komentar

Loading

Suku Boti tinggal di pedalaman Timor Tengah Selatan, sekitar 40 km dari kota So’e, dan sekitar 4—5 jam perjalanan dari Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi NTT. Secara administratif, Desa Boti terletak di Kecamatan Kie.

 

Pada tantangan krisis pangan global, masyarakat adat Suku Boti di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan peran kearifan lokal untuk ketahanan pangan.

Terletak di wilayah pegunungan kering di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Desa Boti tetap mempertahankan tradisi pertanian berkelanjutan yang menjamin ketahanan pangan tanpa ketergantungan pada sistem luar.

Suku Boti tinggal di pedalaman Timor Tengah Selatan, sekitar 40 km dari kota So’e, dan sekitar 4—5 jam perjalanan dari Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi NTT. Secara administratif, Desa Boti terletak di Kecamatan Kie.

Selain itu, masyarakat Boti sangat menjaga kebersihan perkampungan, terutama di sekitar area kerajaannya. Mereka melarang perburuan hewan di kawasan perkampungan untuk menjaga kelestarian alam.

Menelisik kehidupan Suku Boti

Suku Boti tinggal di daerah terpencil yang dikelilingi perbukitan kering, sekitar 40 km dari Kota Soe, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan. Meskipun hidup dalam kesederhanaan, mereka memiliki sistem pangan yang mandiri.

Kehidupan sehari-hari mereka berpusat pada pertanian tradisional, peternakan, dan pelestarian adat. Mereka menolak modernisasi yang merusak keseimbangan alam, sehingga tetap mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

Suku Boti sangat menjaga kelestarian alam dan memiliki kearifan lokal yang unik. Mereka memiliki prinsip hidup mandiri dan menolak bantuan dari pihak luar, termasuk bantuan pemerintah seperti beras miskin.

Resiliensi pemenuhan pangan

Kunci ketahanan pangan Suku Boti terletak pada keanekaragaman tanaman pangan dan teknik pertanian yang ramah lingkungan. Mereka menanam jagung, sorgum, ubi kayu, kacang-kacangan, serta berbagai jenis sayuran lokal yang tahan kekeringan.

Masyarakat adat Boti membawa hasil panen umbi-umbian genus Dioscorea pada Minggu, 6 Agustus 2023. Umbi-umbian yang tumbuh merambat ini biasanya dipanen dua tahun sekali di musim kemarau, saat daunnya mulai mengering. Foto :Agus Susanto. Indonesia, 2023.

Sistem pertanian mereka tidak menggunakan pupuk kimia atau pestisida, melainkan mengandalkan kompos alami dan rotasi tanaman untuk menjaga kesuburan tanah.

Selain bercocok tanam, mereka juga memelihara ternak seperti kambing, ayam, dan babi dalam skala kecil. Hasil ternak tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga berperan dalam ritual adat dan sistem barter antar-keluarga. Dengan demikian, mereka tidak bergantung pada pasokan pangan dari luar, melainkan menciptakan siklus pangan yang mandiri.

Budaya makan menghargai alam

Masyarakat Boti memiliki budaya makan yang sederhana namun kaya nutrisi. Mereka mengonsumsi apa yang mereka tanam dan hasilkan sendiri, menghindari makanan olahan atau kemasan.

Jagung dan umbi-umbian menjadi makanan pokok, disajikan dengan sayuran liar seperti daun kelor dan buah gewang yang kaya gizi. Setiap keluarga memiliki lumbung (gudang penyimpanan tradisional) untuk menyimpan cadangan pangan, memastikan ketersediaan makanan bahkan di musim kemarau panjang.

Pelajaran dari Suku Boti untuk Ketahanan Pangan Nasional

Ahmad Arif, Inisiator Nusantara Food Biodiversity, menekankan pentingnya belajar dari masyarakat adat seperti Suku Boti.

“Keragaman hayati adalah anugerah terbesar yang kita punya, namun saat ini terjadi pergeseran budaya pangan yang menyebabkan keseragaman pangan. Kita tergantung pada beras dan gandum impor, padahal Indonesia memiliki ribuan sumber pangan lokal yang lebih adaptif,” kata Arif kepada GNFI, Jumat,13 Juni 2025.

Menurutnya, Suku Boti membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dicapai dengan memanfaatkan keanekaragaman hayati dan kearifan lokal. Langkah konkret yang bisa diambil antara lain melestarikan benih lokal, mendorong konsumsi pangan beragam, dan mengembalikan penghargaan terhadap sistem pangan tradisional.(*)

Sumber (*/Goodnews/Firdarainy Nuril Izzah + ragam)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jokowi Bagi Bansos di Maluku Tenggara

    Jokowi Bagi Bansos di Maluku Tenggara

    • calendar_month Kam, 15 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Loading

    Tual, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Iriana Joko Widodo kembali meninjau penyerahan bantuan sosial (bansos) kepada para penerima manfaat di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Bansos yang diserahkan berupa bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM), sembako, dan BLT bagi peserta program keluarga harapan (PKH) di Kantor Pos Tual pada Rabu, […]

  • Pemerintah Perbanyak Fasilitas Lab Uji Pemeriksaan Covid-19

    Pemerintah Perbanyak Fasilitas Lab Uji Pemeriksaan Covid-19

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia akan memperbanyak fasilitas uji pemeriksaan Covid-19 sebagai salah satu cara untuk menemukan dan mengungkap penyebaran virus SARS-CoV-2, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara maksimal. Menurut data, hingga saat ini sudah ada 48 laboratorium yang beroperasi dengan kapasitas masing-masing dan telah memeriksa sebanyak 7.924 spesimen Covid-19 dari 32 Provinsi, termasuk […]

  • Bertengger Peringkat 469 Dunia, PLN Tembus Fortune Global 500

    Bertengger Peringkat 469 Dunia, PLN Tembus Fortune Global 500

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Capaian ini memperkuat kedudukan PLN sebagai perusahaan utilitas terbesar di Asia Tenggara dan semakin mengukuhkan posisinya dalam kancah bisnis global.   Jakarta | PT PLN (Persero) mencetak sejarah baru dengan masuk ke daftar Fortune Global 500 tahun 2025, menempati peringkat ke-469 dunia! Capaian ini menjadikan PLN sebagai perusahaan utilitas satu-satunya di Asia Tenggara yang berhasil […]

  • Pembangunan Jalan Baru Mengwitani – Singaraja Tingkatkan Konektivitas Selatan – Utara Bali

    Pembangunan Jalan Baru Mengwitani – Singaraja Tingkatkan Konektivitas Selatan – Utara Bali

    • calendar_month Rab, 10 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Loading

    Nusa Dua,gardaindonesia.id –Infrastruktur masih menjadi bahasan penting pada hari kedua penyelenggaraan IMF-World Bank Annual Meeting 2018 di Nusa Dua, Bali. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghadiri Indonesia Investment Forum dengan tema “A New Paradigm in Infrastructure Financing” di Nusa Dua, Bali, Selasa, 9 Oktober 2018. Skema pembiayaan infrastruktur melalui Kerjasama Pemerintah Badan Usaha […]

  • Kantor Pertanahan TTU Urus Sertifikat Tanah Warga Tak Mampu

    Kantor Pertanahan TTU Urus Sertifikat Tanah Warga Tak Mampu

    • calendar_month Sab, 21 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 1Komentar

    Loading

    Kefa, Garda Indonesia | Terobosan kreatif dilakukan Kantor Pertanahan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Instansi vertikal dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini membantu warga tak mampu dengan menerbitkan sertifikat tanah mereka. Tak tanggung-tanggung, menggunakan sistem jemput bola, biaya yang dikeluarkan warga tak mampu pun relatif sangat […]

  • 10 SPBU Baru Pertamina di Tol Trans Jawa Siap Sambut Pemudik

    10 SPBU Baru Pertamina di Tol Trans Jawa Siap Sambut Pemudik

    • calendar_month Sab, 1 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Loading

    Batang-Jateng, Garda Indonesia | Untuk memastikan keamanan layanan BBM di sepanjang jalur tol Trans Jawa, Pertamina menghadirkan 10 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tol baru yang sudah siap melayani masyarakat mulai masa mudik Lebaran 2019. Sebanyak 10 SPBU tersebut diresmikan langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno didampingi Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Mas’ud Khamid di […]

expand_less