Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » George, Sang Inspirator dan Eksekutor

George, Sang Inspirator dan Eksekutor

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 26 Jul 2024
  • visibility 172
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Sam Babys, Staf Biro Umum Setda Provinsi NTT

Rabu petang, 24 Juli 2024, saya mendapat informasi dari salah satu rekan kerja di Biro Umum Setda Provinsi NTT bahwa mantan Kepala Biro Umum kami, Bapak George M. Hadjoh yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT memutuskan untuk pensiun dari Aparatur Sipil Negara.

Setelah ditelusuri, ternyata keputusan ini diambil karena beliau memutuskan untuk terjun dalam dunia politik, yang mana dirinya berniat mencalonkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Kupang periode 2024—2029.

Bukan mau membahas seberapa besar peluang dirinya terpilih sebagai wali kota kelak, atau memberikan kiat dan tips agar dirinya mendapat simpati dari para pemilih, tetapi sebagai mantan staf di Biro Umum, saya ingin sedikit berbagi tentang semangat kerja dan karakter seorang George Melkianus Hadjoh yang sudah 5 tahun ini saya kenal.

Puluhan tahun mendedikasikan dirinya sebagai pelayan masyarakat, George dikenal sebagai pribadi yang tegas dan teguh pendirian. Tidak ada kata “TIDAK BISA” dalam kamus pribadinya. Apa pun akan diperjuangkan asalkan masyarakat terlayani dengan baik.

Berbekal latar belakang sebagai seorang atlet bela diri (Kempo), George memiliki disiplin kerja yang begitu tinggi, di mana hal ini kerap menjadi beban tersendiri bagi staf. Belum lagi kerja cepat, kerja cerdas dan kerja tuntas yang menjadi spiritnya, terkadang membuat staf kewalahan untuk dapat mengimbangi setiap pergerakan beliau. Tetapi karena hal ini dilakukan terus menerus, akhirnya kami sebagai staf perlahan-lahan mulai dapat mengikuti pola kerja sang kepala biro.

Setiap pagi pukul 07.30 WITA semua wajib mengikuti apel kekuatan, di mana momen ini dimanfaatkan George selain untuk mengevaluasi kinerja staf, juga untuk menggelorakan semangat agar kami dapat bekerja dengan baik. Setelahnya seluruh staf dibawa komando Shinsei George melakukan kegiatan bersih – bersih di seluruh lingkungan kantor Gubernur NTT selama kurang lebih setengah jam. Sampah plastik, kaleng-kaleng bekas dan juga sampah sisa makanan lainnya menjadi sasaran kami. Dan untuk sekarang ini, sebagai ASN yang bertugas di Kantor Gubernur, saya berani pastikan bahwa untuk mendapatkan puntung rokok saja di lingkungan kantor sangat mustahil, karena semua kami diberi tanggung jawab oleh Kepala Biro untuk dengan disiplin menjaga kebersihan. Dan lama kelamaan hal ini sudah menjadi budaya bagi kami untuk tetap menjaga lingkungan dengan baik.

Awalnya memang kami merasa jengkel, dan tanda tanya besar bagi kami; mengapa kami yang ASN ini harus memungut sampah? Bukankah ada bagian cleaning service yang bertugas membersihkan kantor? Ternyata jawaban dari semua tanda tanya dalam diri kami terjawab dengan sendirinya. Bahwa masalah sampah bukan hanya tanggung jawab cleaning service, tetapi masalah sampah adalah masalah kita semua, masalah yang hanya bisa diselesaikan ketika semua orang ikut bertanggungjawab secara nyata. Dan satu hal bahwa ketika kita bekerja dalam sebuah lingkungan yang bersih, maka pikiran dan hati kita akan terbuka dengan sendirinya untuk bekerja lebih baik.

Itulah yang mungkin menjadi dasar bagi seorang George agar kami sebagai staf harus peduli pada lingkungan. Sebuah keberuntungan yang sangat besar karena boleh diberi kesempatan  bekerja dengan orang yang menginginkan perubahan. Awalnya pasti sakit, tetapi kalau kita mengikuti dan menjalankan secara baik pasti ada hikmah yang dapat kita peroleh.

Tentu masih banyak lagi cerita sarat inspirasi yang beliau buktikan melalui aksi nyata dan gagasan yang sering kami dapat dan lihat secara langsung. Seperti turun langsung ke selokan untuk membersihkan sampah tanpa melihat dirinya sebagai seorang Kepala Biro, atau uang pribadi yang selalu beliau keluarkan untuk orang yang sangat membutuhkan khususnya kepada anak sekolah dan orang sakit (mungkin hal ini tidak diketahui banyak orang, karena beliau bukan tipe orang yang tangan kanan memberi tangan kiri harus mengetahui), belum lagi ide, gagasan serta aksi nyata  memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami tanaman – tanaman  produktif. Lahan kosong yang ada di Kantor Gubernur dan Rumah Jabatan Gubernur disulap menjadi kebun sayur yang hasilnya dapat dibeli oleh seluruh pegawai.

Buah karya lainnya adalah lahan kosong yang ada persis di samping rumah jabatan Gubernur NTT, atas instruksinya diwajibkan untuk dapat dimanfaatkan. Dan inilah cikal bakal seorang Presiden Joko Widodo datang dan mampir ke tempat ini.

Om George (sapaan akrab saya untuk beliau) bukanlah tipe orang yang hanya cepat untuk memerintah melalui ide dan gagasan yang cemerlang seperti pada ulasan saya di atas, tetapi beliau juga orang yang cepat untuk mengeksekusi setiap perintah dan amanah dari atasannya. Apa pun itu, asalkan tidak bertentangan dengan hukum pasti dieksekusinya.

Suatu saat ketika sedang berbincang ringan dengan beliau, saya bertanya mengapa beliau begitu cepat menjawab “SIAP” ketika ada perintah dari pimpinan (Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda).

“Kalau perintah itu untuk kepentingan dan kesejahteraan banyak orang, maka jangan tunda. Kalau ada kendala di lapangan maka pakailah seluruh kemampuan untuk mengatasi  kendala tersebut. Dan itu hanya bisa didapat melalui orang yang memiliki tiga hal yakni kecerdasan, keberanian dan hati yang peduli pada sesama”. Itulah jawaban singkat yang saya dapat atas pertanyaan yang diajukan ke beliau.

Semangat kerja kolaborasi yang didesain oleh George membuat beban kerja kami semakin ringan. Baginya, untuk mencapai hasil kerja yang maksimal bukan SUPERMAN yang dibutuhkan, tetapi SUPERTIM. Tim kerja yang solid dan kuat, menurutnya akan mampu menghasilkan sebuah karya yang luar biasa.

Ada juga hal menarik yang saya temukan dalam diri seorang George Melkianus Hadjoh, S.H.

Pada setiap kesempatan ketika dirinya didaulat untuk membawakan sambutan dalam berbagai acara, tidak pernah sekalipun membaca sambutan tertulis yang telah disiapkan oleh staf. Semua perkataan, semua arahan, saran dan jalan keluar yang disampaikan mengalir secara teratur, tegas dan jelas. Semua orang dari berbagai latar belakang akan sangat mudah untuk mencerna maksud dan arah pembicaraannya.

Sebagai staf yang kerap mendapat perintah langsung dari Kepala Biro, saya punya pengalaman yang masih diingat sampai saat ini. Saya pernah dihukum push up 30 kali. Ini karena saya terlambat membuat berita tentang inovasi – inovasi yang telah dan akan dibuat oleh Biro Umum saat itu.

Saya pribadi tahu bahwa hukuman yang diberikan saat itu bukan karena dendam, bukan karena faktor suka atau tidak suka,  tetapi itu adalah bentuk kasih sayang dan perhatiannya bagi saya. Tujuannya hanya satu yakni saya harus berubah. Berubah cara kerja yang dulunya lambat harus menjadi lebih cepat, berubah untuk lebih mencintai pekerjaan dan juga tentunya berubah untuk lebih bertanggungjawab terhadap beban kerja yang diberikan.

Hubungan kerja antara Kepala Biro dan Staf mungkin sudah usai. Tetapi saya percaya, bahwa gaya seorang George Hadjoh yang selalu bergaul dengan siapa pun akan membuat hubungan persahabatan ini tetap terjalin.

Teruslah bekerja jujur seperti yang selalu digaungkan kepada kami, karena Tuhan pasti punya rencana yang lebih besar bagi setiap orang yang mau bekerja dengan hati melayani orang yang membutuhkan.

Terima kasih om George, sudah menjadi inspirator dan eksekutor bagi kami.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komunitas Literasi Terang Entaskan Buta Aksara di Tapal Batas Indonesia—RDTL

    Komunitas Literasi Terang Entaskan Buta Aksara di Tapal Batas Indonesia—RDTL

    • calendar_month Ming, 24 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Peluncuran Komunitas Literasi Terang dihelat di Padang Sabana Fulan Fehan pada Minggu, 24 Januari 2021. Komunitas ini lahir atas inisiasi dari pemuda dan pemudi tapal batas Lakaan yang peduli terhadap keberadaan literasi karena semakin punah dan terkungkung dalam buta aksara di tapal batas negara Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). […]

  • UPG 1945 NTT – Tranformasi Universitas PGRI NTT

    UPG 1945 NTT – Tranformasi Universitas PGRI NTT

    • calendar_month Jum, 14 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,gardaindonesia.id–Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT merupakan proses transformasi dari Universitas PGRI NTT; termasuk pengukuhan Rektor yang dilegitimasi kepada David Selan dan Ketua Badan Penyelenggara Harian (BPH) kepada Samuel Haning (15/08/17) oleh Ketua PB PGRI Dr. Unifah Rosyidi,M.Pd., dan proses migrasi Mahasiswa PGRI NTT ke UPG 45 NTT. Mahasiswa migrasi merupakan mahasiswa lama yang berstatus […]

  • RUU Perampasan Aset Masuk Usulan Prolegnas 2025—2029

    RUU Perampasan Aset Masuk Usulan Prolegnas 2025—2029

    • calendar_month Sen, 18 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Loading

    Badan Legislasi RI telah melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka mendapatkan masukan dan pandangan baik melalui penyerapan aspirasi melalui kunjungan kerja maupun rapat kerja.   Jakarta | Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen kuat dalam memberantas korupsi dengan mengusulkan rancangan undang-undang (RUU) perampasan aset terkait tindak pidana ke dalam program legislasi […]

  • Impian NTT Jadi Provinsi Pengekspor Sapi, Gubernur VBL Yakin NTT Bakal Kaya

    Impian NTT Jadi Provinsi Pengekspor Sapi, Gubernur VBL Yakin NTT Bakal Kaya

    • calendar_month Sel, 9 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | NTT bakal menjadi provinsi kaya dari sektor Peternakan. Demikian penegasan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat bertatap muka dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang NTT di ruang kerjanya, pada Senin, 8 Juni 2020. VBL sangat optimis di bawah kepemimpinannya dapat mengembalikan kejayaan NTT di sektor peternakan. “Salah satu mimpi besar […]

  • UPP. Katekisasi Jemaat Kaisarea BTN Kolhua & BNNP NTT Edukasi Bahaya Narkoba

    UPP. Katekisasi Jemaat Kaisarea BTN Kolhua & BNNP NTT Edukasi Bahaya Narkoba

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Akhir-akhir ini penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin marak. Pengedaran narkoba pun sangat beragam caranya sehingga banyak orang secara tidak sadar terjerumus dalam penyalahgunaan maupun tergolong pengedar. Hal tersebut perlu diantisipasi sejak dini, seperti yang dilakukan oleh UPP. Katekisasi Jemaat Kaisarea BTN Kolhua, kepada 48 orang katekumen yang dibekali dengan pemahaman tentang […]

  • IDI 2019, Demokrasi Indonesia Masih Fase Prosedural Belum Substansial

    IDI 2019, Demokrasi Indonesia Masih Fase Prosedural Belum Substansial

    • calendar_month Sel, 24 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menko Polhukam Mahfud MD memaparkan bahwa berdasarkan capaian Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2019, Indonesia masih berada pada fase demokrasi prosedural, belum memasuki fase demokrasi substansial. Untuk menuju ke sana, memang diperlukan proses yang panjang, dengan didukung oleh semua aspek yang menyangkut kesigapan struktur, substansi dan kultur demokrasi yang matang dan […]

expand_less