Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Religi » Semana Santa – Sejarah Prosesi Sakral Umat Katolik Flores Timur (1)

Semana Santa – Sejarah Prosesi Sakral Umat Katolik Flores Timur (1)

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 30 Mar 2024
  • visibility 86
  • comment 0 komentar

Loading

Semana Santa atau Hari Bae adalah ritual perayaan Pekan Suci Paskah yang dilakukan selama 7 (tujuh) hari berturut-turut oleh umat Katolik di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kata semana santa berasal dari bahasa Portugis semana yang berarti “pekan” atau “minggu” dan santa yang berarti “suci”. Secara keseluruhan, semana santa berarti pekan suci yang dimulai dari Minggu Palma, Rabu Pengkhianatan, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci hingga perayaan Minggu Halleluya atau Minggu Paskah.

Semana Santa merupakan ikon dari Flores Timur dan menjadi daya tarik tersendiri baik bagi peziarah maupun wisatawan. Selain memecut ekonomi dan pariwisata, tradisi ini juga menjadi wujud toleransi antarumat beragama di Flores Timur.

Asal usul Semana Santa 

Pengaruh Portugis sangat terasa pada kehidupan umat Katolik di Larantuka. Hal inilah yang menyebabkan Larantuka juga disebut sebagai Nagi dan Kota Reinha (kota yang diberkati Maria), bahkan wilayah di pesisir pantai ini menjadi kota dengan sebuah wilayah gerejawi yang diatur oleh seorang uskup pertama di Pulau Flores sejak 5 (lima) abad lalu.

Interaksi itu diawali ketika pada tahun 1511, yaitu setelah menaklukkan Bandar Malaka, kapal-kapal dagang milik Portugis berlayar menuju Kepulauan Maluku dan Kepulauan Banda untuk mencari rempah-rempah. Sebagian kapal-kapal Portugis itu ada yang bergerak ke arah selatan dan ketika melewati Laut Flores dan Laut Banda, tepatnya ke wilayah Nusa Tenggara Timur.

Cerita rakyat yang beredar bisa dipastikan bahwa tradisi Semana Santa dimulai sejak penemuan Patung Tuan Ma di Pantai Larantuka pada tahun 1510. Patung tersebut diperkirakan terdampar di pantai akibat karamnya kapal milik Portugis di perairan Larantuka. Atas perintah dari Kepala Kampung Lewonama saat itu, patung Tuan Ma tersebut kemudian disimpan di rumah pemujaan korke (bahasa lokal). Warga setempat yang kala itu belum mengenal sosok patung tersebut, kemudian menghormatinya sebagai benda sakral. Masyarakat pun kerap memberikan sesaji ketika merayakan peristiwa tertentu seperti perayaan panen dan perayaan-perayaan lainnya.

Perayaan Semana Santa di Larantuka terjadi 3 (tiga) kali, yang kerap disebut dengan Hari Baedi Nagi, Hari Bae Dikonga, dan Hari Baedi Wureh. Perayaan ini menempatkan Bunda Maria yang berkabung menyaksikan penderitaan anaknya sebelum dan saat disalibkan sebagai pusat ritual.

Wureh, Adonara, Flores Timur adalah sebuah desa yang memiliki pengaruh kuat dari budaya Portugis. Desa ini terletak di Pulau Adonara atau tepatnya di Kecamatan Adonara Barat yang dapat ditempuh dengan transportasi laut selama kurang lebih 20 menit dari kota Larantuka.

Ketika berada di Larantuka itulah, imam-imam Portugis datang kepada Raja Larantuka dan mempermandikan raja beserta keluarganya menurut iman Katolik. Mulai saat itu juga, muncul semboyan di Larantuka, yaitu “raja adalah penguasa wilayah, penguasa pemerintahan, adat, dan agama”.

Pelabuhan Larantuka selanjutnya berkembang dengan cukup pesat. Kapal-kapal dari Jawa dan Tiongkok rutin menyinggahi dan mendatangi Larantuka. Pada tahun 1641, terjadi pengungsian besar-besaran orang Portugis dari Malaka ke Larantuka bersama orang Melayu-Malaka yang telah memeluk agama Katolik karena Malaka berhasil direbut. Pengungsian besar-besaran inilah yang diduga juga membawa patung-patung dan benda-benda kerohanian Katolik ke Larantuka.

Para imigran ini membangun 2 (dua) pemukiman baru, yaitu di desa Wureh dan desa Konga, Titehena, Flores Timur. Mereka menikah dengan wanita-wanita pribumi dan membentuk sebuah komunitas masyarakat baru. Mereka lantas disebut dengan orang Topas, sedangkan orang Belanda menyebutnya dengan Zwarte Portugeesen (Portugis hitam) yang bisa dikenali dari kulit mereka yang berwarna gelap. Namun, orang-orang yang tinggal di Larantuka, Konga, dan Wureh menyebut mereka dengan sebutan Larantuqueiros  atau orang dari Larantuka. Kedatangan orang-orang Portugis dan Malaka pribumi yang telah memeluk Katolik, menikah dengan orang-orang Larantuka, serta berinteraksi dengan masyarakat asli, hal ini mengakibatkan agama Katolik dikenal dan dipeluk oleh masyarakat pribumi.

Pada tahun 1645, Raja Larantuka bernama Olla Adobala dipermandikan oleh seorang imam Katolik Portugis. Olla Adobala kemudian menyandang nama DVG (Don Fransisco Olla Adobala Diaz Viera Ghodinho). Para penerusnya lantas memerintah dan membangun Kerajaan Larantuka secara Katolik. Olla Adobala juga menyerahkan tongkat emas kerajaan pada Bunda Maria Reinha Rosari. Ratu Kerajaan Larantuka sesungguhnya adalah Bunda Maria Reinha Rosari dan keturunan dari Don Fransisco Olla Adobala Diaz Viera Ghodinho adalah wakil-wakilnya di dunia. Raja hanya bergerak di bidang keagamaan menjadi conferia (pemimpin perserikatan) dengan bendera keloba (gurita).

Kerajaan Larantuka adalah kerajaan terbesar di Flores Timur dan dikenal sampai di ujung timur Pulau Timor. Di Lospalos misalnya, kemasyhuran Kerajaan Larantuka membuat Raja Fuiloro, Verrisimo menyimpan pusaka berupa kain Larantuka yang unik. Dengan pemerintahan seperti itu, Kerajaan Larantuka pun dengan tangan terbuka menerima agama Katolik.

Prosesi Jumat Agung dan pekan Semana Santa-pun mulai diberlakukan secara rutin sejak tahun 1736. Sebelumnya, prosesi Semana Santa memang pernah dilakukan, tetapi belum teratur.(*)

Sumber (*/stekom.ac.id)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mohon Restu Leluhur, Paket Agus Taolin- Alo Hal Ziarah di Pusara Raja Mandeu

    Mohon Restu Leluhur, Paket Agus Taolin- Alo Hal Ziarah di Pusara Raja Mandeu

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Belu periode 2020—2025, Agustinus Taolin- Aloysius Haleserens (AT-AHS) berziarah di Pusara Raja (Na’i) Mandeu, Hendrikus Tefa Seran di Dusun Manumutin (Fatunres) ,Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin, 29 Juni 2020. “Kami ini adik- kakak. Jadi, sebagai bentuk penghormatan, […]

  • Perang Badar Terhadap Korupsi

    Perang Badar Terhadap Korupsi

    • calendar_month Ming, 23 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : H. Firli Bahuri Penegakan hukum yang tegas dan humanis mengawal pembangunan nasional, menghasilkan produk hukum yang sarat dengan unsur adil dan rasa keadilan baik bagi pelaku maupun rakyat Indonesia, sehingga jalannya proses hukum tidak ‘gaduh’ agar stabilitas pembangunan nasional tetap terjaga. Sabtu 22 Juli 2023, segenap bangsa Indonesia khususnya insan Adhyaksa, tengah bersuka […]

  • “Ferdy Sambo Tak Pernah Ada di Lapas” IMO-Indonesia Angkat Suara

    “Ferdy Sambo Tak Pernah Ada di Lapas” IMO-Indonesia Angkat Suara

    • calendar_month Sab, 6 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Keberadaan narapidana Ferdy Sambo belakangan ini dipersoalkan publik usai pengacara bernama Alvin Lim membuat pernyataan kontroversial mengenai keberadaan Ferdy Sambo di Lapas Salemba. Hal itu disampaikan Alvin di salah satu acara Podcast milik Richard Lee. Ia menyebut Ferdy Sambo tidak pernah ada di Lapas. Saat ini, sontak pernyataan Alvin menimbulkan beragam […]

  • PLN Kembangkan Listrik Hydropower di Tanah Air

    PLN Kembangkan Listrik Hydropower di Tanah Air

    • calendar_month Kam, 2 Nov 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Loading

    Nusa Dua, Garda Indonesia | Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengunjungi booth PT PLN (Persero) dalam rangkaian World Hydropower Congress (WHC) 2023 di Nusa Dua Bali pada Selasa, 31 Oktober 2023. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo memaparkan strategi perseroan dalam mengembangkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA/Hydropower di tanah air. “Sebagai negara kepulauan, […]

  • Kasus Gagal Ginjal 245 Anak, Ini Penjelasan Menteri Kesehatan

    Kasus Gagal Ginjal 245 Anak, Ini Penjelasan Menteri Kesehatan

    • calendar_month Sel, 25 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor, Garda Indonesia | Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa kasus gagal ginjal yang melanda 245 anak di sejumlah daerah di Tanah Air, disebabkan oleh zat kimia yang ada di dalam pelarut obat-obatan yang dikonsumsi oleh para pasien. Hal tersebut disimpulkan Menkes Budi, berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dengan sejumlah […]

  • Dirjen Perhubungan Udara Evaluasi Petunjuk Operasional Boeing 737 8Max

    Dirjen Perhubungan Udara Evaluasi Petunjuk Operasional Boeing 737 8Max

    • calendar_month Jum, 9 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, M.Pramintohadi Sukarno mengatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi dari Boeing Co. tentang telah diterbitkannya Flight Crew Operating Manual Bulletin (FCOM). FCOM ini berisi tindakan yang harus dilakukan oleh penerbang saat mengalami kondisi tertentu yang diduga disebabkan adanya erroneous input pada Angle of Attack Censor. Di dalam FCOM, […]

expand_less