Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Religi » Semana Santa – Sejarah Prosesi Sakral Umat Katolik Flores Timur (1)

Semana Santa – Sejarah Prosesi Sakral Umat Katolik Flores Timur (1)

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 30 Mar 2024
  • visibility 250
  • comment 0 komentar

Loading

Semana Santa atau Hari Bae adalah ritual perayaan Pekan Suci Paskah yang dilakukan selama 7 (tujuh) hari berturut-turut oleh umat Katolik di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kata semana santa berasal dari bahasa Portugis semana yang berarti “pekan” atau “minggu” dan santa yang berarti “suci”. Secara keseluruhan, semana santa berarti pekan suci yang dimulai dari Minggu Palma, Rabu Pengkhianatan, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci hingga perayaan Minggu Halleluya atau Minggu Paskah.

Semana Santa merupakan ikon dari Flores Timur dan menjadi daya tarik tersendiri baik bagi peziarah maupun wisatawan. Selain memecut ekonomi dan pariwisata, tradisi ini juga menjadi wujud toleransi antarumat beragama di Flores Timur.

Asal usul Semana Santa 

Pengaruh Portugis sangat terasa pada kehidupan umat Katolik di Larantuka. Hal inilah yang menyebabkan Larantuka juga disebut sebagai Nagi dan Kota Reinha (kota yang diberkati Maria), bahkan wilayah di pesisir pantai ini menjadi kota dengan sebuah wilayah gerejawi yang diatur oleh seorang uskup pertama di Pulau Flores sejak 5 (lima) abad lalu.

Interaksi itu diawali ketika pada tahun 1511, yaitu setelah menaklukkan Bandar Malaka, kapal-kapal dagang milik Portugis berlayar menuju Kepulauan Maluku dan Kepulauan Banda untuk mencari rempah-rempah. Sebagian kapal-kapal Portugis itu ada yang bergerak ke arah selatan dan ketika melewati Laut Flores dan Laut Banda, tepatnya ke wilayah Nusa Tenggara Timur.

Cerita rakyat yang beredar bisa dipastikan bahwa tradisi Semana Santa dimulai sejak penemuan Patung Tuan Ma di Pantai Larantuka pada tahun 1510. Patung tersebut diperkirakan terdampar di pantai akibat karamnya kapal milik Portugis di perairan Larantuka. Atas perintah dari Kepala Kampung Lewonama saat itu, patung Tuan Ma tersebut kemudian disimpan di rumah pemujaan korke (bahasa lokal). Warga setempat yang kala itu belum mengenal sosok patung tersebut, kemudian menghormatinya sebagai benda sakral. Masyarakat pun kerap memberikan sesaji ketika merayakan peristiwa tertentu seperti perayaan panen dan perayaan-perayaan lainnya.

Perayaan Semana Santa di Larantuka terjadi 3 (tiga) kali, yang kerap disebut dengan Hari Baedi Nagi, Hari Bae Dikonga, dan Hari Baedi Wureh. Perayaan ini menempatkan Bunda Maria yang berkabung menyaksikan penderitaan anaknya sebelum dan saat disalibkan sebagai pusat ritual.

Wureh, Adonara, Flores Timur adalah sebuah desa yang memiliki pengaruh kuat dari budaya Portugis. Desa ini terletak di Pulau Adonara atau tepatnya di Kecamatan Adonara Barat yang dapat ditempuh dengan transportasi laut selama kurang lebih 20 menit dari kota Larantuka.

Ketika berada di Larantuka itulah, imam-imam Portugis datang kepada Raja Larantuka dan mempermandikan raja beserta keluarganya menurut iman Katolik. Mulai saat itu juga, muncul semboyan di Larantuka, yaitu “raja adalah penguasa wilayah, penguasa pemerintahan, adat, dan agama”.

Pelabuhan Larantuka selanjutnya berkembang dengan cukup pesat. Kapal-kapal dari Jawa dan Tiongkok rutin menyinggahi dan mendatangi Larantuka. Pada tahun 1641, terjadi pengungsian besar-besaran orang Portugis dari Malaka ke Larantuka bersama orang Melayu-Malaka yang telah memeluk agama Katolik karena Malaka berhasil direbut. Pengungsian besar-besaran inilah yang diduga juga membawa patung-patung dan benda-benda kerohanian Katolik ke Larantuka.

Para imigran ini membangun 2 (dua) pemukiman baru, yaitu di desa Wureh dan desa Konga, Titehena, Flores Timur. Mereka menikah dengan wanita-wanita pribumi dan membentuk sebuah komunitas masyarakat baru. Mereka lantas disebut dengan orang Topas, sedangkan orang Belanda menyebutnya dengan Zwarte Portugeesen (Portugis hitam) yang bisa dikenali dari kulit mereka yang berwarna gelap. Namun, orang-orang yang tinggal di Larantuka, Konga, dan Wureh menyebut mereka dengan sebutan Larantuqueiros  atau orang dari Larantuka. Kedatangan orang-orang Portugis dan Malaka pribumi yang telah memeluk Katolik, menikah dengan orang-orang Larantuka, serta berinteraksi dengan masyarakat asli, hal ini mengakibatkan agama Katolik dikenal dan dipeluk oleh masyarakat pribumi.

Pada tahun 1645, Raja Larantuka bernama Olla Adobala dipermandikan oleh seorang imam Katolik Portugis. Olla Adobala kemudian menyandang nama DVG (Don Fransisco Olla Adobala Diaz Viera Ghodinho). Para penerusnya lantas memerintah dan membangun Kerajaan Larantuka secara Katolik. Olla Adobala juga menyerahkan tongkat emas kerajaan pada Bunda Maria Reinha Rosari. Ratu Kerajaan Larantuka sesungguhnya adalah Bunda Maria Reinha Rosari dan keturunan dari Don Fransisco Olla Adobala Diaz Viera Ghodinho adalah wakil-wakilnya di dunia. Raja hanya bergerak di bidang keagamaan menjadi conferia (pemimpin perserikatan) dengan bendera keloba (gurita).

Kerajaan Larantuka adalah kerajaan terbesar di Flores Timur dan dikenal sampai di ujung timur Pulau Timor. Di Lospalos misalnya, kemasyhuran Kerajaan Larantuka membuat Raja Fuiloro, Verrisimo menyimpan pusaka berupa kain Larantuka yang unik. Dengan pemerintahan seperti itu, Kerajaan Larantuka pun dengan tangan terbuka menerima agama Katolik.

Prosesi Jumat Agung dan pekan Semana Santa-pun mulai diberlakukan secara rutin sejak tahun 1736. Sebelumnya, prosesi Semana Santa memang pernah dilakukan, tetapi belum teratur.(*)

Sumber (*/stekom.ac.id)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Anak Positif Covid-19 di Kota Kupang & 3 Positif di Ende Hasil Transmisi Lokal

    Dua Anak Positif Covid-19 di Kota Kupang & 3 Positif di Ende Hasil Transmisi Lokal

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hari ini dari 96 sampel swab yang diperiksa di Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof Dr W.Z. Johannes Kupang diperoleh hasil 5 positif Covid-19,” sebut Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. saat jumpa media pada Minggu sore, 31 Mei 2020 di Dinas Kesehatan […]

  • Rizieq Shihab Resmi Ditahan Polda Metro Jaya

    Rizieq Shihab Resmi Ditahan Polda Metro Jaya

    • calendar_month Ming, 13 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Polda Metro Jaya resmi menahan pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab (MRS) selama 20 hari ke depan setelah melakukan pemeriksaan sekitar 11 jam pada Sabtu, 12 Desember 2020. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan dua alasan mendasar mengapa Rizieq harus ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. “Alasan […]

  • VBL Yakin Aplikasi B’Pung Petani Mampu Atasi Krisis Pangan Global

    VBL Yakin Aplikasi B’Pung Petani Mampu Atasi Krisis Pangan Global

    • calendar_month Sel, 13 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Maumere, Garda Indonesia | Bertempat di ruang rapat utama kantor bupati Sikka, pada Minggu, 11 September 2022, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memimpin high level meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Ikut mendampingi Gubernur, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, Daniel Agus P, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho. […]

  • Bamsoet Hargai Alasan Undur Diri Ketum PSSI Edy Rahmayadi

    Bamsoet Hargai Alasan Undur Diri Ketum PSSI Edy Rahmayadi

    • calendar_month Sen, 21 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menghargai keputusan pengunduran diri Ketum PSSI Edy Rahmayadi. “Patut kita hargai. Secara gentle Edy mengakui mundur sebagai Ketum PSSI karena gagal menjalankan tugas sebagai pucuk pimpinan PSSI”, jelas Bamsoet. “Sangat jarang pimpinan yang mau mengakui kegagalan dan mundur dari jabatan yang diembannya”, tutur Bamsoet. Menurut Bamsoet […]

  • Gempa Bumi Guncang Manggarai Barat, Tidak Berpotensi Tsunami

    Gempa Bumi Guncang Manggarai Barat, Tidak Berpotensi Tsunami

    • calendar_month Ming, 13 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Mabar-NTT, gardaindonesia.id | Hari Sabtu, 12 Januari 2019, pukul 21.13.01 WIB, wilayah Laut Flores diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan M=5,1 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=4,8. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,53 LS dan 119,78 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 12 km arah […]

  • Enam Metode Membaca Potensial

    Enam Metode Membaca Potensial

    • calendar_month Ming, 27 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Loading

    Membaca adalah kemampuan yang penting. Ini membantu seseorang untuk memperoleh pengetahuan dan informasi, menumbuhkan kemampuan berpikir, dan meningkatkan imajinasi. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan informasi, membaca tentunya telah menjadi kebutuhan yang penting bagi setiap orang. Dalam kehidupan sehari-hari, membaca memainkan peran penting. Baik di sekolah, di tempat kerja, atau di rumah, membaca adalah sumber utama […]

expand_less