Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » UMKM NTT Naik Kelas—Tantangan dan Solusi

UMKM NTT Naik Kelas—Tantangan dan Solusi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 17 Jul 2024
  • visibility 108
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Roni Banase

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berperan sangat besar menyokong perekonomian Indonesia, dengan jumlahnya mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha. Pada tahun 2023 pelaku usaha UMKM mencapai sekitar 66 juta. Kontribusi UMKM mencapai 61% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia, setara Rp9.580 triliun.

Sementara jumlah UMKM di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 168.002 (data BPS [jumlah perusahaan industri mikro kecil tahun 2022]). Dari data ini, 6 (enam) besar kabupaten/kota dengan jumlah UMKM terbanyak yakni Sikka 31.209 UMKM, Flores Timur 16.155 UMKM, Sumba Barat Daya 15.461 UMKM, Malaka 11.115 UMKM, Timor Tengah Utara (TTU) 10.806 UMKM, Timor Tengah Selatan (TTS) 10.455 UMKM.

Dan, data dari Dinas Koperasi Provinsi Nusa Tenggara Timur menyebutkan dalam tahun 2023 terdapat 98.270 UMKM yang mana 60 persen merupakan UMKM pemula yang tersebar di 22 kabupaten/kota.

Dari sekian banyak pergulatan usaha mikro, kecil dan menengah menuju “UMKM Naik Kelas”, terdapat beberapa UMKM yang telah melewati fase UMKM Onboarding yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Proses transisi atau onboarding UMKM yang dilakukan BI NTT guna mendukung sektor pariwisata sebagai New Tourism Territory (NTT) dan dilakukan dalam tahapan seleksi atau kurasi oleh BI hingga mendapatkan UMKM potensial dan UMKM unggulan.

Kurasi yang dilakukan BI termanifestasi berpacunya UMKM menjajaki pasar potensial lingkup regional, nasional, dan internasional. Tak hanya itu, berkolaborasi dengan Kementerian Hukum dan HAM RI, para pelaku UMKM pun dibekali dengan pentingnya pemahaman dan perlindungan hukum berupa pendaftaran merek usaha hingga pemenuhan hak kekayaan intelektual (HAKI).

Proses estafet naik kelas UMKM NTT pun diejawantahkan dalam kancah pasar potensial pada “Panggung Karya Indonesia di Sarinah Plaza Jakarta”. Di sini para UMKM digembleng menjadi lebih baik dan didorong berkompetisi dan memperbaharui kualitas produk. Layaknya disampaikan oleh M.Yaser Khalex, Corporate Secretary Group Head Sarinah Indonesia, Prisiella Yessy Marketing Group Head dan Janevan Santino Wijaya Pjs Retail Management for Own Asset Division Head dalam sesi sharing bersama awak media diantaranya RRI, SKFM Radio, Media Indonesia, Net TV, ANTARA, Victory News, Berita lima, I News, Detik, Kompas, CNN, Pos Kupang, Timor Express, Teropong NTT, dan Portal Berita Garda Indonesia pada Senin sore, 15 Juli 2024 di Sarinah Plaza Jakarta.

Sarinah ingin mempersembahkan Warisan Nusantara (Wastra) terbaik Indonesia melalui produk, kreativitas, visi dan konsep. Sarinah yakin proses dibaliknya membutuhkan bantuan professional dan transparansi publik. UMKM dapat menghubungi Sarinah untuk mengajukan bisnisnya agar dapat dikurasi oleh tim Sarinah melalui pos elektronik atau e-mail, WhastApp, dan sosial media. Sarinah pun melakukan penilaian terhadap produk yang dikirimkan ke Sarinah kemudian memonitoring penjualan atau sales UMKM. Adapun komponen nilai kurasi yakni Nurturing Quality, Indonesia Spirit, Indonesian Owner, Indonesian Sourcing, Indonesia Process, Indonesian Name, Craftmanship, dan Cool Factor.

Kita patut berbangga, 2 (dua) UMKM asal NTT, Sanggar Doka Tawa Tama dan Jalur Tenun Sumba lolos kurasi Sarinah dan menempati areal lantai dasar (lantai 1). Mereka diberikan kesempatan selama 6 (enam) bulan (evaluasi setiap 3 tiga bulan) untuk men-display hingga menjual produk kepada para pengunjung lokal, regional dan internasional termasuk para duta besar hingga para tamu Negara Indonesia.

Begitu pula salah satu UMKM asal NTT, Du Anyam pun dibimbing atau di-scale up oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT menuju pasar ekspor. Du Anyam sendiri telah merengkuh pangsa pasar internasional seperti dipakainya produk ayaman dari daun lontar yang berestetika oleh panitia Olimpiade hingga menggapai beragam penghargaan. BI NTT pun menjemput bola dan berdiskusi dengan UMKM dan merupakan satu satunya lembaga yang membantu UMKM scalling up.

Tantangan UMKM NTT

UMKM NTT dinilai masih berusaha secara single fighter dan mengalami kesulitan mengakses fasilitas kredit atau pembiayaan dari perbankan. UMKM dituntut mengembangkan usaha berbasis komunitas dan menerapkan pola pemberdayaan masyarakat yang dapat memecut rantai pasok hingga ekonomi produktif.

Analisis Senior Deputi Direktur Pengembangan Inklusi OJK, Puji Iman Siagian dalam pemaparan pada Selasa, 16 Juli 2024 menyampaikan kendala pelaku UMKM mendapatkan pembiayaan dari Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yakni tingkat literasi yang rendah terhadap produk kredit/pembiayaan dari LJK, persyaratan kredit/pembiayaan yang sulit dipenuhi, kemapuan pengelolaan keuangan yang rendah diantaranya tidak melakukan pencatatan kegiatan usaha, keyakinan bahwa bunga/margin kredit/pembiayaan adalah haram, dan bunga kredit/pembiayaan yang relatif tinggi.

Solusi Menuju UMKM NTT Naik Kelas

Guna mendorong pelaku UMKM Naik Kelas, maka diperlukan poin kunci atau Key Points Take Away diantaranya berupa pembiayaan UMKM perlu difokuskan pada pembiayaan rantai produksi atau pasok,diperlukan upaya sinergi untuk usaha mikro dapat naik kelas menjadi usaha kecil dan usaha menengah, diperlukan SDM dan infrastruktur LJK yang adaptif terhadap model bisnis UMKM, diperlukan edukasi keuangan kepada UMKM dalam bentuk pendampingan.seminar, maupun bentuk edukasi keuangan lainnya,dan diperlukan sinergi berkelanjutan dari Pemerintah Daerah, OJK, Bank Indonesia dan stakeholders terkait melalui Forum TPKAD untuk dapat membawa UMKM Naik Kelas dan penngkatan produk domestik bruto (PDB) daerah.

Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) sebagai forum koordinasi antar instansi dan stakeholder terkait untuk meningkatkan percepatan akses keuangan di daerah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkan masyarakat sejahtera melalui penyaluran kredit/pembiayaan kepada UMKM di Provinsi NTT.

OJK mencatat penyaluran kredit/pembiayaan kepada UMKM di Provinsi NTT, sebanyak 715 debitur telah mengakses kredit/pembiayaan melawan rentenir (P/PMR). Kredit ini diberikan oleh Lembaga Jasa Keuangan formal kepada pelaku UMKM dengan proses cepat, mudah, dan berbiaya rendah untuk mengurangi ketergantungan atau pengaruh entitas kredit illegal.

UMKM patut didorong agar berorientasi pada market oriented atau berorientasi pasar dengan diversifikasi produk turunan. UMKM juga dipecut melakukan pencatatan keuangan secara digital seperti penggunaan aplikasi SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) dari Bank Indonesia yang dapat diunduh pada link ini https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bi.siapikMobile .(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 560 personil gabungan TNI/Polri Amankan Konflik Berdarah Oebelo

    560 personil gabungan TNI/Polri Amankan Konflik Berdarah Oebelo

    • calendar_month Sen, 27 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Sebanyak 560 personil gabungan TNI/Polri disiagakan untuk mengamankan lokasi konflik berdarah di Oebelo Kabupaten Kupang-NTT; antara warga eks Timtim dan Penduduk Asli Oebelo yang menyebabkan korban meninggal 1 (satu) orang dan 9 (sembilan) orang dirawat intensif,Kamis/23 Agustus 2018. Karo Ops Polda NTT, Kombes Pol. Rudi Kristantyo, dalam Rapat Forkompinda (Forum Komunikasi Pimpinan […]

  • Oknum ASN Polda NTT Sebar Video Pasien Covid Meninggal, Ini Reaksi RSUD Naibonat

    Oknum ASN Polda NTT Sebar Video Pasien Covid Meninggal, Ini Reaksi RSUD Naibonat

    • calendar_month Kam, 28 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Beredar, viral dan dibagikan berkali-kali di berbagai platform media sosial dan menjadi konsumsi publik, sebuah video berdurasi 2 menit 24 detik yang dibikin pada Rabu pagi, 27 Januari 2021 tentang penanganan pasien Covid-19 di RSUD Naibonat dan disebarkan oleh seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) Polda NTT yang melontarkan pernyataan bahwa […]

  • Dengkul dan Pinggul

    Dengkul dan Pinggul

    • calendar_month Jum, 9 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Dahlan Iskan Ia pengusaha kaya. Punya pabrik kecap dan saus. Punya kebun durian. Vilanya di lereng Gunung Penanggungan besar dan indah. Waktu saya ke vila itu lagi, bulan lalu, ada lift baru. Padahal vila itu hanya 2 lantai. Dulu tidak ada lift. Rupanya ia tidak tahan lagi: lutut kirinya kesakitan –untuk naik tangga. […]

  • 400 Juta ke Pesparani, Bank NTT Saran UMKM Ada di Arena Lomba

    400 Juta ke Pesparani, Bank NTT Saran UMKM Ada di Arena Lomba

    • calendar_month Sel, 6 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT. BPD NTT), menyerahkan dukungan dana sebesar Rp.400.000.000,- (empat ratus juta rupiah) guna mendukung suksesnya pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik tingkat Provinsi NTT dan Nasional. Penyerahan dukungan ini berlangsung di ruang rapat direksi, lantai 2 kantor pusat Bank NTT pada Selasa pagi, […]

  • Menhub : “Puncak Arus Balik Terjadi, Diskresi Contra Flow Diterapkan”

    Menhub : “Puncak Arus Balik Terjadi, Diskresi Contra Flow Diterapkan”

    • calendar_month Ming, 9 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Loading

    Semarang-Jateng, Garda Indonesia | Hari ini, Sabtu, 8 Juni 2019 atau H+2 pasca lebaran, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan peninjauan jalur darat mulai dari Madiun hingga Semarang. Hasilnya, dari Madiun sampai ke Solo kondisi lalu lintas relatif lancar, namun dari Solo ke Semarang mulai terjadi kepadatan. Menhub memprediksi puncak arus balik terjadi pada hari […]

  • Ketua DPR RI Pinta Perbankan Hapus Kredit Debitur Dampak Bencana

    Ketua DPR RI Pinta Perbankan Hapus Kredit Debitur Dampak Bencana

    • calendar_month Jum, 18 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah dapat membantu menghapuskan tagihan kredit perbankan bagi para debitur yang terdampak bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Selatan. Sebelumnya, pemeritah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan telah meringankan beban pajak bagi para korban. “Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 45 […]

expand_less