Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Hikmah di Balik Orang NTT Pertama Positif Covid-19

Hikmah di Balik Orang NTT Pertama Positif Covid-19

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 11 Apr 2020
  • visibility 148
  • comment 0 komentar

Loading

Hikmah di Balik Orang NTT Pertama Positif Covid-19

Oleh : Rony Banase

Membayangkan kita terpapar Covid-19, dinyatakan positif lalu diumumkan dan masuk dalam list orang positif Covid-19, ibarat peristiwa paling menyeramkan dalam sejarah hidup kita. Namun, kondisi ini berbeda terhadap seorang Putra Terbaik asal Pulau Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama El Asamau.

Dengan predikat baru yang disandang “Pasien 01” pemilik nama lengkap Elyas Y. Asamau, S.IP., MPP. Tak urungkan niat baik untuk secara terbuka mengumumkan jati dirinya (melalui chanel youtube https://youtu.be/uw1b9YvJwjo  mengidap Corona Virus Disease (Covid-19) yang melanda dunia dan tercatat (Hingga 10 April 2020) ada 1.600.984 kasus, dengan jumlah kematian sebanyak 95.604 jiwa dan yang telah sembuh sebanyak 355.671 orang (data dari Worldometer).

Kondisi ini drastis mengubah predikat “Zona Hijau NTT Negatif Covid-19” menjadi Zona Merah dan mereposisi provinsi dengan julukan New Tourism Territory sebagai provinsi ke-33 yang terpapar Covid-19 diumumkan oleh Jubir Pemerintah Penanganan Covid-19 di Indonesia (baca : http://gardaindonesia.id/2020/04/09/ntt-1-positif-covid-19-total-nasional-capai-3-293-kasus/

Kondisi tersebut tak pelak menjawab teka-teki siapa orang positif pertama Covid-19 (karena muncul berbagai spekulasi warga media sosial [citizen journalism]), dalam hitungan detik berbagai sudut medsos dibanjiri oleh viralnya pengakuan tulus El dengan bumbu penguatan dan edukasi bagi seluruh masyarakat NTT agar siap mental dan tenang menghadapi pandemi Covid-19.

Tak lazim? Memang, siapa di dunia ini yang berani dan berbesar hati mengumbar kondisi positif Covid-19 (meski protap Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19, wajib merahasiakan identitas pasien Covid-19). Berbanding terbalik bagi El Asamau, pegiat literasi yang sempat viral beberapa waktu (sekitar 2—3 bulan) lalu di berbagi platform media sosial karena kegigihan dan ketabahan berupaya mencari jalan agar saudari perempuan tersayangnya sembuh dari penyakit kejiwaan dan kembali waras.

Sontak berbagai pemberitaan bermunculan ibarat jamur di musim hujan, mulai dari postingan ala kadar di medsos hingga karya jurnalistik merebak seisi pengguna smartphone yang setiap detik menelusuri berita Covid-19 yang mengalahkan rating berita hubungan asmara pejabat publik, kasus pemerkosaan, pelecehan seksual, korupsi, pembunuhan, hingga berita edukatif dan komunikatif di media daring (online), elektronik dan cetak.

Warganet pun menggapai ide dan memperoleh ruang ekspresi mengumbar dan menjual berita hot “Orang NTT Pertama Positif Covid-19” berbagai sudut dihiasi potret El Asamau, beragam corak pemberitaan hingga meme kaya ragam menghiasi dinding layar hp android teman kita sehari-hari.

Lantas, apa hikmah dari pengakuan tulus El Asamau? Itu sebuah pelajaran berharga bagi kita Orang NTT yang dikenal gigih dan berwatak keras layaknya batu karang. Kita diedukasi oleh anak seorang petani yang mengenyam pendidikan hingga jenjang S3 (Doktor) di American University. Lagi pula, Tuhan amat baik bagi kita karena peneguhan positif Covid-19 El Asamau bertepatan pada rentetan momentum sakral umat kristiani di Provinsi Nusa Terindah Toleransi.

Masa Paskah 2020, bersanding mesra dengan masa tanggap darurat Covid-19, masa ini memaksa kita memindahkan lokasi altar pemujaan, puji-pujian dan penyembahan dari gereja ke rumah masing-masing. Masa Paskah tahun ini memotret sejarah dan bakal dikenang oleh anak cucu kita bahwasanya tergores dalam tatanan budaya, Prosesi Semana Santa di Kota Reinha Flores Timur dibatalkan, Pawai Paskah di Kupang pun demikian, hingga pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengekang ekspresi di beberapa kota.

Lalu, sebuah pesan menggantung manja di benak saya, apa pesan Tuhan bagi kita melalui Pandemi Covid-19 ini? El tertular Covid-19 bukanlah sebuah kebetulan, tetapi Tuhan punya rancangan dan rencana yang luar biasa, Tuhan menyiapkan El Asamau menjadi saluran berkat dan bermanfaat lebih besar bagi Nusa Tenggara Timur.

Namun, kita dituntut lebih memproteksi diri dari Covid-19, kita dipaksa dengan pertimbangan keselamatan jiwa untuk melakukan pembatasan interaksi sosial (social distancing), jaga jarak interaksi (physical distancing), membudayakan diri cuci tangan, memakai masker, dilarang berjabat tangan hingga menakar tradisi cium hidung (Henge’do) yang menjadi budaya keakraban dan pemutus sengketa.

Kita pun dipinta oleh pemerintah untuk tidak panik dan melakukan protokol kesehatan diri, jangan menciptakan kerumunan, menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga, dan memakai masker, baca http://gardaindonesia.id/2020/04/10/pasien-positif-covid-19-dirawat-di-rs-w-z-yohanes-gubernur-pinta-jangan-panik/

Efek kejut dari pengakuan tulus dari pegiat literasi dan pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Alor ini justru agak memudahkan pemerintah melakukan penelusuran (contact tracing) dengan siapa saja El Asamau berinteraksi. Prosedur ini tampaknya bakal berbuntut pada kesadaran kita untuk lebih mawas diri memosisikan lokasi berdiri mengantri saat berbelanja obat di apotik, namun tidak serupa saat berbelanja di pasar tradisional, memesan makanan favorit via aplikasi, menghabiskan waktu membaca buku favorit, memainkan game online, berkumpul bersama keluarga tercinta (menepis sejenak kesibukan diri), bahkan menyadarkan kita membaca buku terlaris di dunia (Alkitab, red) guna mengisi waktu perpanjangan masa Pandemi Covid-19 entah sampai kapan.

Salam Sehat dan Jaga Jarak. Tuhan Memberkati Nusa Tenggara Timur

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Doa Plus Harapan Penyandang Disabilitas untuk Ganjar

    Doa Plus Harapan Penyandang Disabilitas untuk Ganjar

    • calendar_month Jum, 29 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | “Siapa bilang disabilitas tidak bisa. Kami pasti bisa dan kami mampu!” Kalimat itulah yang disampaikan Novita Fitri (35) kepada Ganjar Pranowo saat Capres 2024 itu mengunjungi Badan Unit Usaha Mandiri Pospera Jakarta pada Kamis, 28 September 2023. Dengan semangat, Novita menunjukkan ke Ganjar bahwa ia dan puluhan penyandang disabilitas yang bekerja […]

  • Terbatas, Keluarga Besar Helat Tahlilan bagi Almh. Ibunda Presiden Jokowi

    Terbatas, Keluarga Besar Helat Tahlilan bagi Almh. Ibunda Presiden Jokowi

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Surakarta, Garda Indonesia | Keluarga Besar Presiden Joko Widodo menghelat tahlilan dan doa bersama untuk mendiang Sudjiatmi Notomihardjo, ibu Presiden Joko Widodo, yang wafat dalam usianya yang ke-77 pada Rabu, 25 Maret 2020. Presiden sendiri tiba di Kota Surakarta sekira pukul 18.23 WIB dan hadir dalam acara tahlilan dan doa bersama tersebut. Untuk diketahui, kemarin, […]

  • Dicari Aparat! Warga Kibarkan Bendera One Piece Dianggap Subversif

    Dicari Aparat! Warga Kibarkan Bendera One Piece Dianggap Subversif

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 1Komentar

    Loading

    Mahasiswa Universitas Riau, Kharik Anhar, yang turut dalam aksi pengibaran bendera One Piece, menyebut adanya upaya pembungkaman oleh aparat.   Jakarta | Aksi pengibaran bendera bajak laut dari serial Jepang One Piece di berbagai daerah Indonesia memicu reaksi keras dari aparat dan pemerintah. Pengibaran bendera Jolly Roger simbol kru Bajak Laut Topi Jerami yang dipimpin […]

  • Mengenal Remote Working, Bekerja Hanya dari Depan Komputer

    Mengenal Remote Working, Bekerja Hanya dari Depan Komputer

    • calendar_month Kam, 12 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Remote working (kerja jarak jauh) adalah model kerja di mana pun dapat menjalankan tugas pekerjaan tanpa harus berada di kantor fisik perusahaan. Bekerja dari mana saja, seperti rumah, kafe, atau perpustakaan, selama terdapat koneksi internet.   Nurohman (36), pria asal Kulon Progo, Yogyakarta, sempat dianggap pengangguran oleh warga sekitar karena hanya terlihat duduk di depan […]

  • Pemkot Kupang Sosialisasi Pedoman Tatanan Normal Baru

    Pemkot Kupang Sosialisasi Pedoman Tatanan Normal Baru

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemkot Kupang menyusun Peraturan Wali Kota (Perwali) 18 Tahun 2020 tentang Juknis Pelaksanaan Tatanan Normal Baru Yang Produktif dan aman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Wilayah Kota Kupang, dan menyosialisasi kepada para Pimpinan Perangkat Daerah, Camat dan Lurah lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang pada Selasa, 7 Juli 2020 di […]

  • Kelangkaan Minyak Goreng : Energi (Biodiesel) vs Pangan (Migor)?

    Kelangkaan Minyak Goreng : Energi (Biodiesel) vs Pangan (Migor)?

    • calendar_month Kam, 10 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas “…jangan cepat menyalahkan pengusaha karena pengusaha tidak dilarang untuk mendapatkan untung, tentu saja pengusaha akan mencari bidang yang untungnya lebih banyak,” begitu kata Faisal Basri. Tentu kita setuju, bahwa insting pengusaha adalah cari untung. Mana ada pengusaha cari buntung? Kali ini kita pakai saja basis data (dari GAPKI) seperti yang disampaikan […]

expand_less