Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Hikmah di Balik Orang NTT Pertama Positif Covid-19

Hikmah di Balik Orang NTT Pertama Positif Covid-19

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 11 Apr 2020
  • visibility 51
  • comment 0 komentar

Loading

Hikmah di Balik Orang NTT Pertama Positif Covid-19

Oleh : Rony Banase

Membayangkan kita terpapar Covid-19, dinyatakan positif lalu diumumkan dan masuk dalam list orang positif Covid-19, ibarat peristiwa paling menyeramkan dalam sejarah hidup kita. Namun, kondisi ini berbeda terhadap seorang Putra Terbaik asal Pulau Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama El Asamau.

Dengan predikat baru yang disandang “Pasien 01” pemilik nama lengkap Elyas Y. Asamau, S.IP., MPP. Tak urungkan niat baik untuk secara terbuka mengumumkan jati dirinya (melalui chanel youtube https://youtu.be/uw1b9YvJwjo  mengidap Corona Virus Disease (Covid-19) yang melanda dunia dan tercatat (Hingga 10 April 2020) ada 1.600.984 kasus, dengan jumlah kematian sebanyak 95.604 jiwa dan yang telah sembuh sebanyak 355.671 orang (data dari Worldometer).

Kondisi ini drastis mengubah predikat “Zona Hijau NTT Negatif Covid-19” menjadi Zona Merah dan mereposisi provinsi dengan julukan New Tourism Territory sebagai provinsi ke-33 yang terpapar Covid-19 diumumkan oleh Jubir Pemerintah Penanganan Covid-19 di Indonesia (baca : http://gardaindonesia.id/2020/04/09/ntt-1-positif-covid-19-total-nasional-capai-3-293-kasus/

Kondisi tersebut tak pelak menjawab teka-teki siapa orang positif pertama Covid-19 (karena muncul berbagai spekulasi warga media sosial [citizen journalism]), dalam hitungan detik berbagai sudut medsos dibanjiri oleh viralnya pengakuan tulus El dengan bumbu penguatan dan edukasi bagi seluruh masyarakat NTT agar siap mental dan tenang menghadapi pandemi Covid-19.

Tak lazim? Memang, siapa di dunia ini yang berani dan berbesar hati mengumbar kondisi positif Covid-19 (meski protap Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19, wajib merahasiakan identitas pasien Covid-19). Berbanding terbalik bagi El Asamau, pegiat literasi yang sempat viral beberapa waktu (sekitar 2—3 bulan) lalu di berbagi platform media sosial karena kegigihan dan ketabahan berupaya mencari jalan agar saudari perempuan tersayangnya sembuh dari penyakit kejiwaan dan kembali waras.

Sontak berbagai pemberitaan bermunculan ibarat jamur di musim hujan, mulai dari postingan ala kadar di medsos hingga karya jurnalistik merebak seisi pengguna smartphone yang setiap detik menelusuri berita Covid-19 yang mengalahkan rating berita hubungan asmara pejabat publik, kasus pemerkosaan, pelecehan seksual, korupsi, pembunuhan, hingga berita edukatif dan komunikatif di media daring (online), elektronik dan cetak.

Warganet pun menggapai ide dan memperoleh ruang ekspresi mengumbar dan menjual berita hot “Orang NTT Pertama Positif Covid-19” berbagai sudut dihiasi potret El Asamau, beragam corak pemberitaan hingga meme kaya ragam menghiasi dinding layar hp android teman kita sehari-hari.

Lantas, apa hikmah dari pengakuan tulus El Asamau? Itu sebuah pelajaran berharga bagi kita Orang NTT yang dikenal gigih dan berwatak keras layaknya batu karang. Kita diedukasi oleh anak seorang petani yang mengenyam pendidikan hingga jenjang S3 (Doktor) di American University. Lagi pula, Tuhan amat baik bagi kita karena peneguhan positif Covid-19 El Asamau bertepatan pada rentetan momentum sakral umat kristiani di Provinsi Nusa Terindah Toleransi.

Masa Paskah 2020, bersanding mesra dengan masa tanggap darurat Covid-19, masa ini memaksa kita memindahkan lokasi altar pemujaan, puji-pujian dan penyembahan dari gereja ke rumah masing-masing. Masa Paskah tahun ini memotret sejarah dan bakal dikenang oleh anak cucu kita bahwasanya tergores dalam tatanan budaya, Prosesi Semana Santa di Kota Reinha Flores Timur dibatalkan, Pawai Paskah di Kupang pun demikian, hingga pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengekang ekspresi di beberapa kota.

Lalu, sebuah pesan menggantung manja di benak saya, apa pesan Tuhan bagi kita melalui Pandemi Covid-19 ini? El tertular Covid-19 bukanlah sebuah kebetulan, tetapi Tuhan punya rancangan dan rencana yang luar biasa, Tuhan menyiapkan El Asamau menjadi saluran berkat dan bermanfaat lebih besar bagi Nusa Tenggara Timur.

Namun, kita dituntut lebih memproteksi diri dari Covid-19, kita dipaksa dengan pertimbangan keselamatan jiwa untuk melakukan pembatasan interaksi sosial (social distancing), jaga jarak interaksi (physical distancing), membudayakan diri cuci tangan, memakai masker, dilarang berjabat tangan hingga menakar tradisi cium hidung (Henge’do) yang menjadi budaya keakraban dan pemutus sengketa.

Kita pun dipinta oleh pemerintah untuk tidak panik dan melakukan protokol kesehatan diri, jangan menciptakan kerumunan, menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga, dan memakai masker, baca http://gardaindonesia.id/2020/04/10/pasien-positif-covid-19-dirawat-di-rs-w-z-yohanes-gubernur-pinta-jangan-panik/

Efek kejut dari pengakuan tulus dari pegiat literasi dan pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Alor ini justru agak memudahkan pemerintah melakukan penelusuran (contact tracing) dengan siapa saja El Asamau berinteraksi. Prosedur ini tampaknya bakal berbuntut pada kesadaran kita untuk lebih mawas diri memosisikan lokasi berdiri mengantri saat berbelanja obat di apotik, namun tidak serupa saat berbelanja di pasar tradisional, memesan makanan favorit via aplikasi, menghabiskan waktu membaca buku favorit, memainkan game online, berkumpul bersama keluarga tercinta (menepis sejenak kesibukan diri), bahkan menyadarkan kita membaca buku terlaris di dunia (Alkitab, red) guna mengisi waktu perpanjangan masa Pandemi Covid-19 entah sampai kapan.

Salam Sehat dan Jaga Jarak. Tuhan Memberkati Nusa Tenggara Timur

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga, Bocah 2,8 Tahun Jadi Korban Malpraktik RSUD Gabriel Manek

    Diduga, Bocah 2,8 Tahun Jadi Korban Malpraktik RSUD Gabriel Manek

    • calendar_month Jum, 23 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Bocah berumur 2,8 tahun Gamaliel Pobas berdomisi di Kompleks Kuburan China, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); diduga menjadi korban malpraktik dr. Mega dan dua perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr. Gabriel Manek Atambua, pada Kamis malam, 15 April 2021, sekitar pukul 21.20 […]

  • Presiden Jokowi Hormati Keputusan FIFA

    Presiden Jokowi Hormati Keputusan FIFA

    • calendar_month Kam, 30 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Maros, Garda Indonesia | Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) telah memutuskan membatalkan perhelatan Piala Dunia Sepak Bola U-20 2023 di Indonesia. Presiden Joko Widodo meminta semua pihak untuk menghormati keputusan tersebut. Demikian disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam keterangannya di Lanud Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis petang, 30 Maret 2023. “Tadi malam saya […]

  • Sertijab Kepala UPTD Puskot, Wabup Belu: Koordinasi Segenap Stakeholders

    Sertijab Kepala UPTD Puskot, Wabup Belu: Koordinasi Segenap Stakeholders

    • calendar_month Sen, 9 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. memimpin acara serah terima jabatan (sertijab) Kepala UPTD Puskesmas Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari dr. Vincentius Adrianus Leo kepada dr. Yeni Tasa, M. Kes., di ruang kerjanya pada Senin, 9 Agustus 2021. Sertijab ditandai dengan penandatanganan Berita Acara (BA) […]

  • Didi Kempot, ‘Sosok yang Mengangkat Budaya Jawa Kembali Dicintai’

    Didi Kempot, ‘Sosok yang Mengangkat Budaya Jawa Kembali Dicintai’

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh R. Ay. Febri Dipokusumo Mengenal seniman besar ini, seperti bertemu kebanyakan orang Jawa yang apa adanya, ramah dan sederhana. Awalnya saya hanya tahu lagu Stasiun Balapan yang cukup populer dan selebihnya saya tidak terlalu menaruh perhatian, namun sejalan dengan waktu, ketika saya banyak berkumpul dengan anak-anak muda, saya mendengar mereka menyanyikan beragam lagu langgam […]

  • Panen Kangkung di Rutan Kelas IIB SoE, Wabup TTS : Contoh bagi Dinas–Dinas

    Panen Kangkung di Rutan Kelas IIB SoE, Wabup TTS : Contoh bagi Dinas–Dinas

    • calendar_month Rab, 29 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    SoE–NTT, Garda Indonesia | Rumah tahanan (Rutan) SoE kelas IIB memanen raya sayur kangkung yang ditanam oleh Kepala Rutan dan jajarannya bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di halaman Rutan kelas IIB SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 27 September 2021. Pantauan Garda Indonesia, turut hadir Wakil Bupati TTS, Army […]

  • Jokowi Resmikan Penggabungan Pelindo & Pelabuhan ‘Multipurpose Wae Kelambu

    Jokowi Resmikan Penggabungan Pelindo & Pelabuhan ‘Multipurpose Wae Kelambu

    • calendar_month Kam, 14 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Presiden RI, Jokowi meresmikan penggabungan PT. Pelindo I, II, III dan IV menjadi PT. Pelabuhan Indonesia sekaligus Terminal Multipurpose Wae Kelambu, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi NTT, pada Kamis, 14 Oktober 2021; dalam rangka mewujudkan Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Kegiatan tersebut dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. […]

expand_less