Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Tiga Kota Dingin Ekstrem di NTT, Rata-rata Suhu 10–12°C

Tiga Kota Dingin Ekstrem di NTT, Rata-rata Suhu 10–12°C

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
  • visibility 347
  • comment 0 komentar

Loading

Suhu dingin pada malam hari di NTT diakibatkan karena monsoon Australia mulai aktif, monsoon Australia ini aktif pada April hingga Oktober yang identik dengan musim kemarau, namun berbeda dengan tiga kota di NTT.

 

NTT | Di Nusa Tenggara Timur (NTT), suhu dingin ekstrem memang tidak seperti di daerah pegunungan Jawa atau Papua, tapi ada beberapa daerah dataran tinggi yang terkenal paling dingin — terutama pada malam hari dan dini hari.

Berikut 3 (tiga) kota (dari 22 kabupaten/kota) paling dingin di NTT:

Pertama, Soe (Kabupaten Timor Tengah Selatan – TTS, Pulau Timor)

Kenapa dingin? Soe terletak di dataran tinggi (700–1.000 mdpl). Suhu malam bisa turun hingga 12–15°C, bahkan di musim kemarau bisa lebih rendah.

Pada pagi hari, Soe sering berkabut, embun tebal, kadang suhu “menusuk tulang”.

Fakta unik: Banyak warga Soe memakai jaket atau selimut tebal, terutama bulan Juni–Agustus. Dan Soe pun menjadi pusat produksi hortikultura dingin (sayur, stroberi, dan lainnya).

Selain Soe, Kapan (Mollo Utara) juga memiliki iklim dingin ekstrem. Kenapa dingin? Daerah perbukitan, lebih tinggi dari Soe. Banyak hutan, udara bersih dan angin gunung kuat. Suhu malam sering di bawah 15°C.

Fakta unik: Kapan jadi tempat populer bagi warga Soe yang ingin merasakan udara lebih dingin. Banyak rumah adat di daerah ini memang dibangun tahan dingin.

Kedua, Ruteng (Kabupaten Manggarai, Pulau Flores)

Manggarai berlokasi berbeda dengan Soe. Manggarai berlokasi di Pulau Flores (NTT memiliki 609 pulau [besar dan kecil]). Nah, Pulau Flores merupakan salah satu pulau besar termasuk Pulau Timor (lokasi kota dingin, Soe).

Kenapa dingin?

Terletak di dataran tinggi Flores Barat (1.100–1.300 mdpl). Suhu rata-rata malam bisa turun ke 14–17°C, kadang bisa 12°C di puncak musim kemarau. Pagi hari berkabut tebal, cuaca mendung sering.

Fakta unik:

Ruteng terkenal dengan sawah terasering dan hutan pegunungan. Jadi pusat agrowisata dan perkebunan kopi Flores dengan jenis Robusta dan Arabika. Bahkan kopi Manggarai telah memperoleh perlindungan hukum berupa indikasi geografis dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Ketiga, Bajawa (Kabupaten Ngada, Pulau Flores)

Bajawa lebih dikenal memiliki olahan kopi yang tengah naik daun dan mendunia (seperti kopi Manggarai). Kopi Bajawa pun telah memperoleh indikasi geografis dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Kenapa Bajawa bisa dingin?

Bajawa terletak di ketinggian sekitar 1.100–1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl) — ini mirip Ruteng, bahkan beberapa titik lebih tinggi. Dikelilingi pegunungan vulkanik (Gunung Inerie salah satunya). Suhu malam hari bisa turun hingga 12–15°C, terutama Juni–Agustus. Pagi hari berkabut, angin gunung sering membuat suhu makin terasa menusuk.

Selain itu, Bajawa memiliki spot pemandian air panas yakni Mengeruda terletak di Desa Piga, Kecamatan Soa. Sumber mata air pemandian air panas Mengeruda berasal dari Gunung Ineria dan telah dibuka sebagai objek wisata sejak tahun 1997.

Fakta unik:

Rumah adat di Bajawa (rumah tradisional Ngada) dibangun dengan struktur tahan angin dingin, beratap tinggi dengan perapian di dalam rumah. Banyak kebun kopi Arabika tumbuh baik karena suhu dingin & tanah vulkanik. Warga lokal terbiasa memakai selimut tebal atau jaket di malam hari.

Komparasi dengan Ruteng & Soe

Ruteng, Soe, dan Bajawa sama-sama punya dataran tinggi dan iklim sejuk/dingin. Suhu ekstrem dingin di Bajawa kurang lebih setara atau sedikit lebih dingin di beberapa spot pegunungan (misalnya Kampung Bena di lereng Inerie).

Di musim kemarau, embun beku tipis kadang muncul di rumput, mirip fenomena di Soe dan Ruteng.

Bajawa memang salah satu titik terdingin di NTT, terutama untuk daerah pegunungan Flores bagian tengah. Kalau diurutkan: Ruteng – Bajawa – Soe bisa dibilang trio “kota dingin” NTT.(*)

Sumber (*/ragam)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stiker WhatsApp Pejabat “Tak Senonoh” Bisa Kena Pasal KUHP Baru

    Stiker WhatsApp Pejabat “Tak Senonoh” Bisa Kena Pasal KUHP Baru

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Loading

    Supratman menyinggung keberadaan Pasal Penghinaan Presiden dan Wakil Presiden dalam KUHP yang baru. Ia berharap masyarakat bisa memahami dengan jelas mana ekspresi yang diperbolehkan dan mana yang melanggar hukum.   Jakarta | Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menanggapi fenomena stiker bergambar pejabat publik yang kerap dibagikan melalui aplikasi WhatsApp. Ia menegaskan penggunaan stiker pada dasarnya […]

  • Wakil Bupati Belu Deklarasi Desa Sanitasi & Stop BAB Sembarangan

    Wakil Bupati Belu Deklarasi Desa Sanitasi & Stop BAB Sembarangan

    • calendar_month Sel, 22 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. mendeklarasikan Desa Mandeu dan Faturika sebagai Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), serta Desa Teun sebagai Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan (Open Defecation Free/ODF) yang dihelat di Kantor Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa, 22 Juni […]

  • Rumah Nawacita Minta Jokowi Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Kelas 3

    Rumah Nawacita Minta Jokowi Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Kelas 3

    • calendar_month Jum, 8 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Organisasi eks relawan Jokowi yang terhimpun dalam Rumah Nawacita meminta agar Presiden Jokowi membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk kelas 3 sebesar Rp 42 ribu per orang anggota keluarga yang mulai berlaku per 1 Januari 2020 mendatang. Desakan itu berasal dari suara akar rumput yang menilai kenaikan mencapai 100 persen tersebut […]

  • Waspada Banjir ROB Pesisir Pantai di Pulau Sumba dan Sabu Raijua

    Waspada Banjir ROB Pesisir Pantai di Pulau Sumba dan Sabu Raijua

    • calendar_month Ming, 11 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Usai diterjang oleh Badai Siklon Tropis Seroja, Pulau Sumba dan Sabu Raijua bakal menghadapi fenomena banjir pesisir (ROB) yang diprediksi oleh BMKG bakal pada rentang waktu pada Jumat—Senin, 10—12 April 2021. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/04/11/hilang-lima-hari-dua-nelayan-sabu-raijua-pulang-dengan-selamat/ Peringatan dini Banjir Pesisir (ROB) dirilis oleh BMKG pada Jumat, 10 April 2021, menyampaikan akibat adanya […]

  • FPRB NTT Inisiasi Pertanian Cerdas Iklim Warga Marginal Penkase

    FPRB NTT Inisiasi Pertanian Cerdas Iklim Warga Marginal Penkase

    • calendar_month Jum, 7 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Elaborasi pemerintah setempat dengan Forum PRB NTT melalui program FPRB NTT masuk desa/kelurahan mendorong masyarakat marginal Penkase Oeleta hingga menggunakan sistem pertanian cerdas iklim dengan memperhatikan adaptasi perubahan iklim dan mengedukasi warga mengolah lahan berbatuan menjadi bedeng sayur organik dengan dukungan irigasi tetes.   Kupang | Warga marjinal (kurang mampu) di RT 25 RW 10, […]

  • WASPADA! Inflasi Waingapu YoY Juni 2023 Sebesar 4,69%

    WASPADA! Inflasi Waingapu YoY Juni 2023 Sebesar 4,69%

    • calendar_month Sen, 3 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (BPS NTT) merilis Inflasi Juni 2023, menyoroti laju Inflasi tahun kalender atau year on year (YoY) hingga Juni 2023 di Waingapu, salah satu kota acuan penentu jalu Inflasi. Adapun Inflasi YoY Juni 2023, gabungan 3 kota Inflasi NTT sebesar 4,58 persen, Kota Kupang sebesar […]

expand_less