Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Gubernur NTT Apresiasi Sikap Sinode GMIT & Keuskupan Agung Kupang

Gubernur NTT Apresiasi Sikap Sinode GMIT & Keuskupan Agung Kupang

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 22 Mar 2020
  • visibility 124
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengapresiasi sikap dan langkah bijak yang dikeluarkan Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon dan Keuskupan Agung Kupang (KAK) yang membatasi dan meniadakan misa selama 2 (dua) minggu ke depan. Pembatasan ini sebagai akibat merebaknya penyebaran risiko penularan infeksi Corona Virus Disease atau Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Bapak Gubernur kami memberi apresiasi kepada Ibu Ketua Sinode GMIT yang sudah mengeluarkan kebijakan untuk membatasi kehadiran jemaat di gereja-gereja,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, pada Sabtu, 21 Maret 2020.

Apresiasi yang sama sebut Marius, juga diberikan kepada pihak Keuskupan Agung Kupang. “Kita juga memberikan apresiasi kepada Keuskupan Agung Kupang yang juga meniadakan misa selama dua minggu ke depan. Kita harapkan keuskupan lain di seluruh NTT untuk membuat kebijakan demi keselamatan umat. Hal ini perlu kami sampaikan kepada masyarakat NTT untuk tidak anggap remeh dengan virus ini,” pinta Marius.

Menurut dia, dari hari ke hari OPD (Orang Dalam Pemantauan) semakin meningkat. Ini menandakan bahwa penyebaran virus di Indonesia termasuk di NTT sangat eskalasi. “Walaupun status mereka ODP tetapi bukan tidak mungkin suatu saat bisa positif. Oleh karena itu, perlu kita antisipasi dengan cermat untuk melindungi kesehatan masyarakat kita. Selalu kita update setiap saat, ODP adalah warga NTT yang pulang dari provinsi terpapar. Sehingga kita perlu memutus mata rantai dan akan kita kaji secepatnya,” ungkap mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Pemerintah Provinsi NTT kata Marius, sangat mengharapkan agar warga masyarakat NTT yang tidak memiliki kepentingan yang mendesak untuk tidak bepergian ke luar NTT. “Warga NTT dimohon untuk tidak bepergian. Begitu juga dengan para ASN untuk tidak melakukan perjalanan dinas. Kita harapkan pejabat pemerintah menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat. Kita dapat mengisolasi diri, dan menjauhkan diri dari daerah yang terpapar virus,” pinta Marius.

Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius

Bagi yang telah melaksanakan perjalanan ke daerah yang terpapar virus, sebut dia, segera memeriksakan kesehatannya agar tidak menular ke orang lain. “Tidak ada jalan lain bagi warga NTT selain mengisolasi diri, seperti yang dikatakan Bapak Gubernur. Proteksi diri sangat penting karena itu kita telah mengeluarkan beberapa kebijakan seperti instruksi kepada masyarakat NTT untuk melakukan social distancing,” ucap dia.

Dia menambahkan, “Kita harus menggunakan medsos (media sosial) dengan baik dan jangan berspekulasi. Anggaplah virus itu sudah ada di sekitar kita; agar kita jangan menganggap remeh virus ini.”

Marius juga mengajak warga NTT untuk belajar dari pengalaman warga masyarakat di Italia. “Bisa kita lihat dari negara lain yang terpapar virus seperti di Italia. Pada awalnya virus ini disepelekan sehingga pada akhirnya menyebabkan bencana yang luar biasa. Masyarakat NTT diminta untuk selalu bersiaga. Liburan anak sekolah juga diharapkan bukan berarti boleh pergi ke tempat yang ramai, seperti mall dan lain-lain,” katanya.

Kekurangan APD

Di tempat yang sama, Kadis Kesehatan Provinsi NTT, dokter Dominikus Minggu Mere mengaku, berdasarkan laporan dari lapangan ada kekurangan Alat Pelindung Diri (APD).

“Sesuai hasil rapat koordinasi (Rakor) yang diikuti seluruh Sekda kabupaten/kota, beberapa poin penting sudah disepakati berdasarkan keluhan di lapangan adalah kekurangan APD. Pemerintah akan segera menyusun rencana kebutuhan APD. Kita sudah menghitungnya dan tentunya APD tidak hanya di rumah sakit Provinsi tetapi juga untuk rumah sakit Kabupaten. Karena hal ini sudah masuk dalam kriteria bencana, artinya bahwa kita sudah harus mengambil langkah-langkah seperti menyiapkan anggaran tak terduga,” jelas mantan Dirut Rumah Sakit Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang.

Kadis Kesehatan Provinsi NTT, drg. Domi Minggu Mere

Diperlukan langkah strategis dan koordinasi yang efektif antara Pemerintah Provinsi NTT dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se NTT. “Perlu sinergi antara provinsi dan kabupaten. Sekembalinya dari Kupang, pada Sekda harus segera memfasilitasi pembentukan Gugus Tugas agar komando di dalam mengatasi problem besar ini bisa diambil alih oleh suatu koordinasi yang kuat, dalam hal ini Sekretaris Daerah,” harap dokter Domi.

Putus Mata Rantai

Di tempat terpisah, Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang Provinsi NTT, dokter Teda Litik mengharapkan, sikap tegas Gubernur NTT untuk memutus mata rantai penyebaran wabah virus Covid-19 di Provinsi NTT. “Saya minta Pak Gubernur harus cepat putus mata rantai penyebaran virus Covid-19 agar tidak ada yang positif di NTT,” pinta dokter Teda Litik, dari balik gagang telpon.

Dia berharap kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini segera diambil. “Cepat diputuskan jalur penerbangan dan jalur pelayaran dari dan ke Provinsi NTT. Selain itu, dari pusat juga sudah ada imbauan untuk social distancing. Ini akan memutuskan rantai penyebaran dengan cepat dalam dua minggu. Jika saya carier dan saya tetap beraktivitas; ini bisa menyebar ke orang lain. Tetapi jika saya di rumah dan tidak bertemu orang lain dan daya tahan tubuh saya baik maka saya bisa sembuh,” ucap dokter Teda yang pernah bertugas di Negara Timor Leste tahun 1999 silam. (*)

Sumber berita (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penumpang Pesawat Keluar & Masuk NTT Wajib Pakai Kartu Vaksin & Tes PCR

    Penumpang Pesawat Keluar & Masuk NTT Wajib Pakai Kartu Vaksin & Tes PCR

    • calendar_month Sab, 10 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dinas Perhubungan Provinsi NTT membatalkan dan menarik Surat Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT Nomor : Dishub.550/553.440/284/VII/2021 tanggal 06 Juli 2021 perihal pembatasan pelayanan angkutan udara, laut, penyeberangan pada daerah yang masuk dalam zona merah Covid-19 dalam Wilayah NTT dan menerbitkan surat nomor: Dishub.550/553.3/286.a/VII/2021 tertanggal 07 Juli yang ditandatangani oleh Kadis Perhubungan […]

  • Listrik Nyala 24 Jam di Pulau Tapak Gajah Mada, Warga Ucap Terima Kasih

    Listrik Nyala 24 Jam di Pulau Tapak Gajah Mada, Warga Ucap Terima Kasih

    • calendar_month Kam, 19 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Ledeunu, Garda Indonesia |  Kini, listrik telah menyala 24 jam di Pulau Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). PT PLN (Persero) menghabiskan biaya Rp 1,4 miliar untuk menerangi 572 warga di pulau yang dipercaya masyarakat setempat memiliki tapak kaki dan sumur Gaja Mada dan mendapat julukan Pulau Sejuta Lontar yang berbatasan langsung […]

  • Geliat Ekonomi di Desa Kambatatana, Pelaku Usaha: Terima Kasih Bank NTT

    Geliat Ekonomi di Desa Kambatatana, Pelaku Usaha: Terima Kasih Bank NTT

    • calendar_month Sab, 12 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Loading

    Sumba Timur, Garda Indonesia | Empat pelaku atau kelompok usaha di Desa Kambatatana, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merasakan manfaat pendampingan dan pembinaan dari Bank NTT di antaranya Rumah Tenun Tirta Hamuli Panggolu, Usaha Tomat Kel.11, Wahana Air & Pemandian, serta Usaha Ternak Sapi dan Kuda Sumba. Baca juga : […]

  • “Sengketa Pers”, Dewan Pers : Media Online Terbanyak Diadukan

    “Sengketa Pers”, Dewan Pers : Media Online Terbanyak Diadukan

    • calendar_month Sel, 1 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Dewan Pers terus melakukan proses mediasi sengketa pers. Hingga Oktober 2022, terdapat 583 kasus pengaduan terkait karya jurnalistik yang diajukan ke Dewan Pers. Hingga kini, sebanyak 499 kasus berhasil diselesaikan dengan mediasi. Artinya, penyelesaian kasus sudah di atas angka 85%. “Dari kasus-kasus pers yang diadukan, rata-rata terkait pelanggaran etik berupa karya […]

  • Pesan Natal Ketua MPR RI : Kemajemukan Harus Jadi Kekuatan Utama Bangsa

    Pesan Natal Ketua MPR RI : Kemajemukan Harus Jadi Kekuatan Utama Bangsa

    • calendar_month Rab, 25 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Perayaan Hari Raya Natal harus dijadikan momentum untuk memperkuat Semangat Kebinekaan. Kemajemukan agama yang ada di dalam masyarakat Indonesia, harus dijadikan sumber kekuatan utama Bangsa Indonesia. Sikap toleransi dan dukungan merupakan ruang kekeluargaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Sehingga, kemajemukan yang ada di dalam masyarakat Indonesia bukan menjadi sumber pemecah belah. […]

  • Warga Respons “Pesta di Pulau Semau NTT” Ini Klarifikasi Panitia Penyelenggara

    Warga Respons “Pesta di Pulau Semau NTT” Ini Klarifikasi Panitia Penyelenggara

    • calendar_month Ming, 29 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pasca-perhelatan pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten dan Kota Se-Provinsi NTT oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Jumat, 27 Agustus 2021 di Desa Otan, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang dan dihelat sesi entertaint & dinner yang mana tampak kerumunan orang tak mengindahkan protokol kesehatan (menjaga jarak dan memakai […]

expand_less